SinarHarapan.id- Sebanyak 1.400 siswa sekolah dasar di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, kini merasakan pengalaman belajar yang berbeda. Bukan dengan menghafal, melainkan sambil bermain. Program “OREO Berbagi Seru” yang berlangsung pada 20–23 Mei 2026 di SDN 24 Kecamatan Tulang Bawang Tengah menghadirkan alat peraga literasi, numerasi, sains, dan bahasa Inggris berbasis pendekatan deep learning.
Kegiatan ini digelar dalam rangka Hari Pendidikan Nasional serta mendukung gerakan “Lima Pilar Pendidikan Karakter” yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Tubaba. Kelima pilar itu adalah cinta kepada Tuhan, disiplin, sopan santun, bekerja sama, serta cinta tanah air dan peduli lingkungan.
Bupati Tubaba, Ir. Novriwan Jaya, S.P., secara tegas menyatakan bahwa pendidikan di daerahnya masih berada pada tahap mengajar, bukan mendidik. “Kita bukan sekadar mengejar prestasi, melainkan menyiapkan karakter sebagai fondasi. Kecerdasan yang penting adalah emosional, bukan hanya intelektual,” ujarnya di hadapan para guru dan orang tua.
Baca juga : OREO Gaungkan Program MELESAT, 500 Siswa Pangandaran Dapat Alat Belajar Seru
Ia menambahkan, disiplin menjadi pilar utama yang paling sulit ditanamkan. “Membuat anak pintar butuh enam bulan, tapi melatih disiplin butuh waktu jauh lebih panjang. Di sinilah peran kita semua, termasuk pelaku usaha seperti OREO.”
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Mondelez Indonesia (pemilik merek OREO) dan Indonesia Mengajar. Tak hanya menyasar siswa, pelatihan juga diberikan kepada 35 guru, 70 orang tua, dan 35 anggota komunitas selama empat hari. Sebanyak 270 alat belajar seru didistribusikan untuk menunjang proses belajar mengajar.
Marketing Director Mondelez Indonesia, Anggya Kumala, menjelaskan bahwa komitmen OREO di bidang pendidikan telah berlangsung sejak 2024. “Kami ingin membantu siswa mendapat pendidikan berkualitas, berkarakter, dan seru secara merata. Mereka adalah Generasi SERU: Solutif, Eksploratif, Responsif, dan Unggul,” katanya.
Salah seorang guru SDN 24, Erik Saputra, mengaku terbuka matanya setelah mengikuti pelatihan. “Saya sadar belajar akan lebih efektif jika siswa nyaman. Media dari OREO membuat suasana lebih aktif, siswa lebih berani mencoba dan bertanya,” tuturnya.
Perwakilan orang tua, Miftah Widayatina, juga merasa terbantu. “Selama ini cara belajar di rumah monoton. Sekarang saya percaya diri menjadi teman belajar sambil bermain.”
Program “OREO Berbagi Seru” akan menyasar tujuh provinsi hingga akhir tahun, termasuk wilayah 3T. Sebelum Tubaba, kegiatan serupa telah digelar di Kabupaten Lebak dan Pangandaran.
Masyarakat dapat turut mendukung misi ini melalui pembelian produk OREO, yang sebagian keuntungannya dikonversi menjadi donasi untuk keberlanjutan program.



