Kesra

OREO Gaungkan Program MELESAT, 500 Siswa Pangandaran Dapat Alat Belajar Seru

×

OREO Gaungkan Program MELESAT, 500 Siswa Pangandaran Dapat Alat Belajar Seru

Sebarkan artikel ini

SinarHarapan.id-Sebanyak 500 siswa sekolah dasar di Kabupaten Pangandaran kini merasakan pengalaman belajar yang berbeda. Bagaimana tidak, program “OREO Berbagi Seru” menghadirkan metode pembelajaran menyenangkan yang berpadu dengan Program Pendidikan Karakter MELESAT milik pemerintah setempat.

Kegiatan yang berlangsung pada 3-6 Mei 2026 di SDN 1 Cintakarya ini tak sekadar membagikan alat belajar. Lebih dari itu, OREO menggandeng Indonesia Mengajar untuk melatih 50 guru, 80 orang tua, dan 50 anggota komunitas selama empat hari penuh. Hasilnya? Sebanyak 270 paket alat belajar seru di bidang Literasi, Numerasi, Sains, dan Bahasa Inggris kini siap menunjang proses pembelajaran.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Pangandaran, Soleh Supriadi, M.Pd., menegaskan bahwa tantangan akses pendidikan di wilayahnya tak main-main. Kesenjangan kualitas, keterbatasan fasilitas, hingga perbedaan kapasitas guru menjadi pekerjaan rumah bersama.

“Pendekatan pendidikan tidak cukup hanya fokus pada aspek akademik. Kami mencanangkan Program MELESAT yang merujuk pada filosofi Ki Hajar Dewantara, membentuk manusia yang pinter, cageur, bener,” ujar Soleh di sela-sela kegiatan.

Ia mengapresiasi program OREO karena sejalan dengan konsep deep learning dari Kemendikdasmen RI. Pembelajaran mendalam yang mendorong penguatan karakter, berpikir kritis, dan koneksi dengan kehidupan nyata dinilai tepat menjawab kebutuhan zaman.

Baca juga : OREO Berbagi Seru: 7.000 Anak di Wilayah 3T Dapat Pengalaman Belajar Joyful

Marketing Director Mondelēz Indonesia, Anggya Kumala, menjelaskan bahwa program ini bertujuan menciptakan Generasi SERU: Solutif, Eksploratif, Responsif, dan Unggul.

“Kami ingin menjembatani kesenjangan pendidikan di berbagai penjuru Indonesia. Pangandaran menjadi kabupaten kedua setelah Lebak, Banten, yang kami sambangi,” tutur Anggya.

Salah satu guru SDN 1 Cintakarya, Elis Rahmawati, S.Pd., mengaku mendapat pencerahan baru setelah mengikuti pelatihan. “Pengalaman belajar tak cukup edukatif, tapi harus menyenangkan. Alat-alat dari OREO akan membuat siswa lebih kreatif dan percaya diri,” katanya.

Antusiasme serupa ditunjukkan Yeyen, perwakilan orang tua. Ia mengakui bahwa peran orang tua tak sekadar mendampingi, melainkan menciptakan suasana belajar yang dinanti-nanti anak di rumah.

Program “OREO Berbagi Seru” direncanakan menjangkau tujuh provinsi dengan total 7.000 siswa penerima manfaat. Pangandaran menjadi bukti bahwa kolaborasi antara swasta dan pemerintah mampu menghadirkan pendidikan berkualitas secara merata, inklusif, dan penuh keseruan.