OREO menggandeng Indonesia Mengajar untuk mendistribusikan alat peraga pembelajaran berbasis metode belajar sambil bermain (joyful learning). Alat-alat ini mencakup bidang Literasi, Numerasi, Sains, dan Bahasa Inggris, serta dirancang selaras dengan kurikulum nasional yang menerapkan pendekatan deep learning (meaningful, mindful, joyful).
Peluncuran dilakukan pada Rabu (22/4) di Jakarta, dengan rangkaian kegiatan sekolah (school roadshow) dan pendampingan bagi guru, orang tua, serta komunitas.
Tujuh provinsi yang menjadi lokasi program meliputi daerah-daerah dengan akses pendidikan terbatas, seperti wilayah 3T dan marginal. Total 7.000 siswa akan menerima manfaat langsung.
Dr. Mariman Darto, S.E., M.Si., Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen RI, menegaskan bahwa pembangunan karakter melalui gerakan “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” membutuhkan kolaborasi semesta. “Kami ingin kolaborasi dengan korporasi, seperti yang dilakukan OREO, untuk menyukseskan program di wilayah 3T,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Rita Pranawati, S.S., M.A., Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, mengingatkan bahwa hasil PISA 2022 menempatkan Indonesia di peringkat ke-69 dari 80 negara dalam hal literasi, numerasi, dan sains. “Kesenjangan ini harus dijembatani melalui pembelajaran yang inklusif dan menyenangkan,” katanya.
Baca juga : Oreo Konsisten Jadi Brand Pilihan Konsumen di Marketplace dalam Lima Tahun
Selain perwakilan pemerintah, hadir Anggya Kumala (Marketing Director Mondelez Indonesia) yang menyatakan bahwa sebagian keuntungan penjualan OREO akan dikonversi menjadi donasi. Psikolog Irma Gustiana menambahkan bahwa pendekatan belajar sambil bermain relevan dengan teori Piaget, di mana anak membangun pengetahuan melalui interaksi dan eksplorasi.
Yang menarik, program ini juga mengajak masyarakat ikut serta. Setiap pembelian produk OREO akan turut mendonasikan dana untuk memperluas dampak “OREO Berbagi Seru”. Celebrity Mom Ayu Dewi mengapresiasi langkah ini: “Belajar sambil bermain adalah kemewahan yang belum semua anak rasakan. Semoga makin banyak yang terbantu.”
Dengan semangat menciptakan Generasi SERU (Solutif, Eksploratif, Responsif, Unggul), program ini diharapkan menjadi jembatan pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia.