SinarHarapan.id, Tangerang– Memiliki rumah impian tidak selalu berarti membeli hunian yang sudah jadi. Bagi masyarakat yang ingin lebih bebas menentukan desain, ukuran ruangan, hingga konsep hunian sesuai kebutuhan keluarga, tanah kavling bisa menjadi pilihan menarik.
Peluang tersebut kini ditawarkan CitraRaya Tangerang, salah satu kota mandiri yang dikembangkan Ciputra Group, melalui kavling siap bangun dengan harga mulai Rp2,9 juta per meter persegi.
Berdiri di atas kawasan seluas 2.760 hektare, CitraRaya Tangerang telah berkembang menjadi kawasan hunian terpadu yang dihuni puluhan ribu warga. Berbagai fasilitas pendidikan, kesehatan, pusat perbelanjaan, area komersial hingga rekreasi tersedia dalam satu kawasan.
Konsep 10-Minute City yang diterapkan CitraRaya juga memberikan kemudahan bagi penghuni untuk menjangkau berbagai kebutuhan sehari-hari tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Bebas tentukan desain
Berbeda dengan membeli rumah jadi, kepemilikan kavling memberikan keleluasaan kepada pemilik untuk merancang hunian sejak awal.
Mulai dari gaya arsitektur, jumlah kamar, ukuran ruangan, posisi ruang keluarga dan dapur, ruang kerja, hingga taman atau ruang terbuka dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter setiap keluarga.
Keleluasaan tersebut menjadi semakin relevan bagi keluarga dengan kebutuhan khusus. Keluarga yang memiliki anak, misalnya, dapat menyiapkan kamar yang lebih luas sekaligus area bermain. Sementara bagi mereka yang bekerja dari rumah, ruang kerja khusus dapat dirancang sesuai kebutuhan.
Konsep multigenerational living juga dapat dipersiapkan sejak awal, seperti menyediakan kamar untuk orang tua, ruang hobi, taman pribadi, maupun ruang tambahan yang bisa dimanfaatkan ketika keluarga berkembang.
“Salah satu keuntungan utama membeli kavling adalah kebebasan untuk membangun rumah sesuai kebutuhan, bukan menyesuaikan kebutuhan dengan rumah yang sudah jadi,” ujar Joni Jingga, Senior Marketing CitraRaya Tangerang.
Menurut Joni, fleksibilitas tersebut penting karena rumah merupakan aset yang digunakan dalam jangka panjang. Dengan memiliki tanah sendiri, pemilik dapat menyusun perencanaan pembangunan berdasarkan prioritas dan kemampuan finansial.
Desain rumah pun dapat dipersiapkan sejak awal, sedangkan proses pembangunan dapat dilakukan sesuai tahapan yang telah direncanakan.
“Kavling juga memberikan ruang untuk berpikir jangka panjang. Saat membeli tanah, konsumen tidak hanya memikirkan kebutuhan hari ini, tetapi dapat mempersiapkan rumah yang bisa mengikuti perkembangan keluarga,” tambahnya.
Ditopang Ekosistem Kota Mandiri
Selain desain dan fleksibilitas pembangunan, lokasi menjadi faktor penting ketika memilih kavling.
Dengan berada di kawasan CitraRaya Tangerang, pemilik kavling tidak hanya mendapatkan sebidang tanah, tetapi juga akses ke ekosistem kota mandiri yang telah berkembang.
Sejumlah fasilitas yang tersedia antara lain Ciputra Hospital, Mal Ciputra Tangerang, Water World, World of Wonders, sekolah hingga universitas, pusat kuliner, kawasan bisnis, tempat ibadah, serta lebih dari 1.800 unit area komersial yang telah beroperasi.
Ketersediaan berbagai fasilitas tersebut membuat aktivitas sehari-hari penghuni dapat dilakukan dengan lebih praktis tanpa harus selalu bepergian ke luar kawasan.
Dari sisi aset, tanah kavling juga menawarkan fleksibilitas untuk dikembangkan sesuai kebutuhan. Pemilik dapat membangun hunian untuk ditempati, mengembangkan properti di kemudian hari, atau mempertahankannya sebagai aset jangka panjang.
“Konsumen mendapatkan lebih dari sekadar sebidang tanah. Mereka mendapatkan kesempatan untuk membangun rumah sesuai versi mereka sendiri, sekaligus memiliki aset di dalam ekosistem kota mandiri yang terus bertumbuh,” jelas Joni.
Dengan harga mulai Rp2,9 juta per meter persegi, kavling siap bangun CitraRaya Tangerang dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang menginginkan hunian dengan desain lebih personal dan fleksibilitas pembangunan.
Tak hanya untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal saat ini, konsep kavling juga memungkinkan keluarga mempersiapkan hunian yang dapat berkembang mengikuti perubahan kebutuhan di masa depan. (Van)


