Gaya Hidup

Sukses di Komika dan Konten Humor, Rudal Timur kini Terjun di Dunia Musik

×

Sukses di Komika dan Konten Humor, Rudal Timur kini Terjun di Dunia Musik

Sebarkan artikel ini

Perilisan lagu RUTIM menandai komitmen Rudal Timur untuk menyajikan hiburan yang segar dan positif

Personel Rudal Timur (Yohanis Pangkey Simson Terima Libing/Jerry Kristianus Sodho, Reinold R. Lawalata)

SinarHarapan.id- Grup komika sekaligus konten kreator Rudal Timur, resmi merilis single perdana mereka yang berjudul RUTIM.
Lagu tersebut menjadi langkah awal Rudal Timur untuk melebarkan sayap di industri hiburan Tanah Air, setelah dikenal melalui konten-konten komedi di media sosial.

Perilisan lagu ini menandai komitmen Rudal Timur untuk menyajikan hiburan yang segar dan positif.

Formasi Rudal Timur sendiri diperkuat oleh Kristianus Sodho, Reinold R. Lawalata, Simson Yermia Libing, dan Yohanis Pangkey.
Nama tersebut dipilih untuk menggambarkan karakter personel yang lincah dan cepat dan pastinya lucu dalam mengeksekusi ide kreatif.
Kiprah mereka terbukti lewat raihan impresif di media sosial, di mana konten-konten humor mereka berhasil mengantongi lebih dari 50 juta tayangan dalam kurun waktu sekitar enam bulan.

Founder Rudal Timur, Joana Kania, menegaskan bahwa grup ini didirikan sebagai wadah ekspresi untuk menghibur bagi masyarakat luas,
“Rudal Timur dibentuk tidak hanya sebagai grup komika dan konten kreator, tetapi juga sebagai wadah kolaborasi terbuka untuk menyebarkan energi positif melalui tawa dan canda yang cerdas serta menghibur. Kami berfokus menyajikan pesan bermakna di balik setiap konten. Kami sangat terbuka terhadap masukan, saran, dan kritik membangun dari masyarakat di seluruh platform media sosial demi menghadirkan karya yang semakin berkualitas,” ujar Joana Kania saat ditemui di Warkopolim Bintaro, Jumat (28/8/2026).

Dirilis di bawah naungan Rudal Timur Universe Production, single RUTIM mengusung warna musik yang mudah diterima oleh telinga pendengar. Joana Kania mengungkapkan alasan di balik langkah ekspansi ini.
“Karena kita mau menyajikan sesuatu yang berbeda. Saya ingin menghadirkan sesuatu yang lebih fresh. Mereka jadi terfasilitasi karyanya. Ini lagu saya lihat gampang diingat,” ujar Joana.

Guna memperkuat sektor aransemen dan estetika karya, Rudal Timur menggandeng Komunitas Mantra Timur, sebuah wadah bagi pemuda yang aktif di ranah musik, seni lukis, teater, hingga tari. Kolaborasi ini melahirkan sinergi vokal yang khas dengan balutan aransemen modern.
“Saya bilang sama mereka buatkan saya lagu untuk Rudal Timur. Ternyata dibuat secepat itu tapi bukan project asal jadi tapi easy listening,” tambah Joana.

Rudal Timur bersama Founder, Joana Kania

Personel Rudal Timur, Kristianus Sodho atau Kristian Nene Moyang, mengatakan lagu tersebut menggambarkan karakter empat personel Rudal Timur yang kemudian dikemas dalam balutan komedi.

Meski berkolaborasi dengan komunitas Mantra Timur, lirik yang dibawakan tetap mengambil karakter dari masing-masing personel Rudal Timur.
“Kalau untuk filosofi untuk isi lagunya itu, pertama kita bercerita tentang karakter dari kita berempat,” kata Kristianus Sodho.

Menurut Kristianus, lagu RUTIM tidak hanya dibuat untuk menghibur. Ada pesan yang ingin disampaikan Rudal Timur melalui karyanya.
Salah satunya adalah mengubah pandangan atau stereotip negatif yang selama ini kerap dilekatkan kepada masyarakat Indonesia Timur.
“Maksudnya ada pandangan-pandangan yang menganggap bahwa kita tuh kalau merantau kerjanya hanya bisa sekuriti, hanya bisa jadi penjaga tempat-tempat usaha, tapi kita juga bisa lewat karya-karya seperti lagu ataupun apa pun itu,”ujarnya.

Orang Timur tidak selalu identik dengan keributan atau premanisme seperti stereotip yang selama ini berkembang di masyarakat.
“Orang Timur itu tidak hanya soal keributan, premanisme atau seperti apa, tapi kita tuh orang Timur sebenarnya asik,” jelasnya.
“Kalau kita duduk, kita bikin karya, kita bisa joget bareng, kita bisa sama-sama berkarya,” imbuh Kristianus.

Sementara itu, personel lainnya, Reinold R. Lawalata, menyebut unsur komedi menjadi bagian penting dalam lagu RUTIM.
“Pokoknya isi dari lagu itu ya kita bikin komedi aja. Komedi berempat punya karakter, dibantu sama teman-teman dari Mantra Timur. Intinya lagu itu bikin kita happy,” kata Reinold.

Keseriusan Rudal Timur di ranah musik dibuktikan lewat keterlibatan banyak nama dalam proses produksinya.
Lirik lagu diciptakan secara kolektif oleh Andreas Jengkui Nofrianto Liefofid (UNCLE 2NG), Ignasius Nong Tuda (NONGIZ), Agustinus Aroebasa Nauw ($uga), Stepi Afloubun (Etanflo), bersama personel Rudal Timur.
Sementara itu, tata musik diaransemen oleh Mateus Angelius Ndae (AnjelloMN), NONGIZ, dan Yakobus Ola Manuk (Ade Jeee). Proses mixing dan mastering ditangani langsung oleh NONGIZ.

Di luar urusan hiburan, Rudal Timur membawa misi sosial untuk mengikis stigma negatif yang kerap disematkan pada masyarakat Indonesia Timur.

Mereka ingin menonjolkan kekayaan budaya, seni, serta potensi pariwisata daerah asal mereka ke tingkat nasional.
Dengan konsep humor yang universal dan terinspirasi dari keberhasilan Epen Cupen dalam memperkenalkan komedi Papua, Rudal Timur bertekad untuk terus konsisten berkarya dan memperluas jaringan kolaborasi di industri hiburan Tanah Air.

Lewat karya tersebut, Rudal Timur juga ingin memperkenalkan sisi lain Indonesia Timur kepada masyarakat luas.