Kesra

CEO Build 2026: 80 Pemimpin Bisnis Gotong Royong Bangun 40 Rumah di Bogor

×

CEO Build 2026: 80 Pemimpin Bisnis Gotong Royong Bangun 40 Rumah di Bogor

Sebarkan artikel ini

SinarHarapan.id-Debu tanah bercampur keringat membasahi kemeja putih para petinggi korporasi. Di Desa Wanaherang, Bogor, Sabtu pagi itu, mereka bukan direktur atau komisaris. Mereka adalah tukang, kuli, dan arsitek kemanusiaan.

Lebih dari 80 pemimpin bisnis turun langsung membangun tujuh rumah layak huni bagi keluarga berpenghasilan rendah. Mereka mengangkat batu bata, mencampur semen, dan memasang rangka atap dengan tangan sendiri. Bukan sekadar seremonial.

CEO Build 2026 kembali digelar Habitat for Humanity Indonesia setelah sukses di tahun-tahun sebelumnya. Kegiatan amal ini dipimpin Edwin Soeryadjaya, sosok yang sejak 2015 konsisten mengajak koleganya turun ke lapangan. Kolaborasi nyata ini berbuah 40 rumah baru.

“Ini selalu memberikan nilai luar biasa bagi saya dan lingkungan,” ujar Edwin di sela pembangunan. Lebih dari sekadar donasi, keterlibatan langsung para eksekutif menciptakan pemahaman mendalam akan akar persoalan kemiskinan perumahan di Indonesia.

Habitat mencatat sejak 2015, program ini telah membangun 122 rumah di berbagai wilayah. Mulai Bogor, Gresik, Banyuwangi, hingga kembali ke Bogor tahun ini. Setiap rumah menjadi simbol bahwa kepemimpinan bukan sekadar jabatan, tetapi aksi nyata.

Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia, Handoko Ngadiman, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. “Kami terus dorong keterlibatan swasta dan pemangku kepentingan memperluas akses hunian layak,” tegasnya. Semangat SDG 11 tentang permukiman berkelanjutan menjadi panduan utama.

Para peserta tidak hanya membangun rumah di Bogor. Melalui CEO Build 2026, mereka juga menggalang dana pemulihan bagi 200 rumah rusak akibat gempa Flores. Renovasi ringan hingga sedang menjadi prioritas untuk memulihkan kehidupan penyintas di Nusa Tenggara Timur.

Dukungan mengalir dari berbagai mitra strategis. PT Astra Internasional, PT Mortar Abadi, MPM, Tower Bersama Group, hingga Merdeka Copper Gold turut ambil bagian. Kolaborasi ini membuktikan sektor swasta memiliki peran vital mengatasi backlog perumahan yang mencapai belasan juta unit.

Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa tanggung jawab sosial tidak berhenti pada laporan tahunan. Ketika para pemimpin mengotori tangan mereka dengan tanah dan semen, pesan perubahan sosial terukir lebih dalam dibanding dokumen formal mana pun.

Handoko berharap semangat kebaikan ini terus menular. “Kami ingin semakin banyak pihak terinspirasi berkontribusi mengatasi persoalan perumahan,” ungkapnya. Di balik 40 rumah baru, ada 40 mimpi keluarga yang kini memiliki tempat berpijak lebih kokoh.