SinarHarapan.id-Layar XXI Epicentrum malam itu seperti membawa penonton kembali ke masa lalu. Dian Sastrowardoyo berdiri di atas karpet merah, tersenyum. Sepuluh tahun berlalu sejak terakhir ia memerankan Cinta. Kini ia kembali, bukan untuk mengulang nostalgia, melainkan menawarkan sesuatu yang lebih matang.
Royco menghadirkan film pendek berjudul “Bahasa Cinta yang Beda” sebagai kelanjutan perjalanan Cinta dan Rangga. Film ini disutradarai Teddy Soeria Atmadja dan turut dibintangi Sissy Prescillia. Peluncuran perdana berlangsung pada gala premiere di Jakarta, Kamis malam.
Film ini mengajak penonton melihat bagaimana cinta bertransformasi seiring waktu. Jika dulu Cinta dan Rangga lekat dengan puisi, kini bahasa cinta hadir lewat hal-hal sederhana. Salah satunya melalui sepiring omelette yang dimasak dengan perhatian dan ketulusan.
Nuning Wahyuningsih, Head of Marketing Foods Unilever Indonesia, menyampaikan bahwa memasak adalah bahasa cinta yang bisa dilakukan siapa saja. Menurutnya, perhatian terasa paling bermakna ketika hadir lewat hal kecil yang dilakukan secara konsisten. Royco ingin menginspirasi masyarakat untuk kembali membangun koneksi dengan orang terdekat.
Baca juga :Royco dan Istiqlal Gelar Masak Akbar 250 Kg Opor untuk 2.000 Mustahik di Penghujung Ramadan
Omelette dipilih sebagai simbol karena kesederhanaannya yang personal. Keistimewaan hidangan ini terletak pada perhatian di balik proses pembuatannya. Mulai dari kepekaan memahami selera orang tersayang, hingga quality time yang tercipta saat memasak dan menikmatinya bersama. Royco Bumbu Kaldu Rasa Ayam Kampung memberikan rasa gurih mantap yang konsisten.
Bagi Dian Sastrowardoyo, kembali memerankan Cinta adalah pengalaman istimewa. Ia menyebut cerita ini sangat relatable untuk semua hubungan. Menurutnya, setelah bertahun-tahun menjalani kehidupan bersama, rutinitas dan kesibukan bisa membuat koneksi terasa datar. Film ini mengingatkan agar tidak terpaku pada bagaimana cinta seharusnya ditunjukkan.
Teddy Soeria Atmadja mengungkapkan tantangan terbesar dalam proses kreatifnya. Ia harus mempertahankan karakter Cinta dan Rangga yang sudah sangat familiar, namun menempatkan mereka dalam fase kehidupan lebih matang. Film pendek ini bukan mengulang romantisme lama, melainkan mengeksplorasi bagaimana cara mengekspresikan cinta ikut berubah.
Film ini banyak mengeksplorasi momen sederhana antara Cinta dan Rangga. Salah satunya bagaimana “Omelette Cinta” hadir secara seamless sebagai representasi bahasa cinta antara keduanya. Kolaborasi ini diharapkan dapat menginspirasi semua orang untuk kembali menghangatkan koneksi dengan orang-orang terdekat melalui bahasa cinta yang lebih bermakna.
Film pendek “Bahasa Cinta yang Beda” dapat disaksikan mulai 14 September 2026 melalui kanal YouTube Royco Indonesia. Kolaborasi ini akan dilanjutkan hingga akhir tahun dengan berbagai kejutan istimewa untuk para penggemar AADC di seluruh Indonesia. Jadi, jangan hanya bilang cinta — katakan cintamu lewat sepiring “Omelette Cinta.”


