Gaya Hidup

Lahir Caesar dan Tantangan Mikrobiota: GIC Gagas Kolaborasi Multidisiplin

×

Lahir Caesar dan Tantangan Mikrobiota: GIC Gagas Kolaborasi Multidisiplin

Sebarkan artikel ini
GIC Hadir, Jembatan Ilmu untuk Generasi dengan Pencernaan Sehat.(Doc : Red)
GIC Hadir, Jembatan Ilmu untuk Generasi dengan Pencernaan Sehat.(Doc : Red)

SinarHarapan.id-Satu dari empat bayi di Indonesia kini lahir melalui operasi caesar. Angka 25,9 persen ini melonjak drastis dari 17,6 persen pada 2013 . DKI Jakarta bahkan mencatat prevalensi tertinggi mencapai 40,8 persen pada 2023 . Tren ini diprediksi terus meningkat sepanjang dekade mendatang.

Bersamaan dengan melonjaknya angka persalinan caesar, perhatian para ahli kini tertuju pada mikrobiota usus anak. Pasalnya, metode kelahiran menentukan bakteri pertama yang menghuni saluran cerna bayi. Pada persalinan normal, bayi mendapat paparan Bifidobacterium dari ibunya, bakteri baik yang penting bagi sistem imun .

Berbeda dengan bayi caesar yang tidak melewati jalan lahir, kolonisasi mikrobiotanya terganggu. Akibatnya, bakteri baik seperti Bifidobacterium jumlahnya lebih rendah atau bahkan tidak ada . Kondisi ini memicu disbiosis yang berisiko mengganggu pematangan saluran cerna dan daya tahan tubuh anak .

dr. Febriansyah Darus, Sp.OG, Subsp.KFm, menjelaskan persalinan caesar memang aman jika sesuai indikasi medis. Namun, metode ini memberikan paparan lingkungan awal yang berbeda bagi bayi. Perbedaan ini memengaruhi proses kolonisasi mikrobiota usus yang sangat krusial pada tiga tahun pertama kehidupan.

Tiga tahun pertama menjadi jendela emas perkembangan mikrobiota usus, pematangan saluran cerna, dan sistem imun. Gangguan keseimbangan mikrobiota pada periode ini dapat berdampak jangka panjang pada kesehatan pencernaan. Anak pun menjadi lebih rentan terhadap berbagai gangguan kesehatan.

dr. Andy Darma, Sp.A, Subsp.GH(K), menegaskan perbedaan pola kolonisasi pada bayi caesar meningkatkan risiko disbiosis usus. “Menjaga keseimbangan mikrobiota sejak awal kehidupan penting untuk mendukung pematangan saluran cerna dan perkembangan sistem imun anak,” jelasnya.(9/9)

Saluran cerna bukan sekadar organ pencernaan, melainkan rumah bagi 40 triliun mikrobiota. Sekitar 70 persen sel imun tubuh berada di saluran cerna . Keseimbangan mikrobiota menjadi fondasi bagi penyerapan nutrisi optimal dan daya tahan tubuh anak sejak dini.

Dari Usus ke Otak: GIC Satukan Dokter dan Psikolog Jaga Tumbuh Kembang Anak.(Doc : Red)
Dari Usus ke Otak: GIC Satukan Dokter dan Psikolog Jaga Tumbuh Kembang Anak.(Doc : Red)

Lebih menarik lagi, kesehatan usus terhubung langsung dengan otak melalui mekanisme gut-brain axis . Kondisi saluran cerna memengaruhi regulasi emosi, perilaku, dan fungsi kognitif anak. Psikolog A. Ratih Andjayani Ibrahim menekankan bahwa gangguan kesehatan berulang dapat menghambat stimulasi yang anak butuhkan untuk tumbuh.

Menjawab kebutuhan kolaborasi lintas disiplin, Gut and Immunity Council (GIC) resmi hadir sebagai platform ilmiah di Indonesia. GIC mempertemukan para pakar dari berbagai bidang untuk memperkuat bukti ilmiah dan edukasi masyarakat. Fokus utamanya meliputi kesehatan saluran cerna, imunitas, dan peran biotik .

Joris Bernard, CEO Danone Specialized Nutrition Indonesia, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif berbasis sains ini. Inovasi sinbiotik seperti kombinasi FOS:GOS 1:9 dan Bifidobacterium breve M16-V telah teruji klinis . “Kami percaya kolaborasi multidisiplin dapat mendorong kemajuan ilmu pengetahuan untuk generasi mendatang,” tutupnya.