SinarHarapan.id – Merawat tanaman bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari komitmen menjaga kualitas hasil panen. Prinsip inilah yang dijalankan Aa818 Hydroponic, UMKM binaan Yayasan Astra – YDBA dalam mengembangkan usaha sayuran hidroponik di Ngringo, Jaten, Karanganyar, Jawa Tengah.
Dirintis oleh Anggi Bitho Lokmanto pada 2018 dengan modal awal sekitar Rp500 ribu, Aa818 Hydroponic tumbuh dari usaha berskala kecil menjadi bisnis yang terus mengembangkan kapasitas produksi dan pemasarannya. Ketekunan dalam merawat tanaman, menjaga kesegaran sayuran, serta memenuhi kebutuhan konsumen menjadi bagian penting dalam perjalanan usaha tersebut.
Dalam perkembangannya, Aa818_Hydroponic menghadapi tantangan, mulai dari pengelolaan produksi hingga pemasaran. Penelitian Universitas Sebelas Maret pada 2023 mencatat sejumlah keunggulan usaha ini, seperti variasi produk, harga kompetitif, dan kesegaran sayuran. Namun, keterbatasan sumber daya manusia dan promosi digital juga menjadi tantangan yang perlu diatasi.
Sebagai UMKM binaan, Aa818 Hydroponic mendapat dukungan pengembangan usaha melalui pendampingan Yayasan Astra – YDBA. Pembinaan UMKM menjadi bagian penting untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha, meningkatkan kemampuan pengelolaan bisnis, serta membuka peluang pengembangan pasar. Sejalan dengan itu, Aa818 Hydroponic juga memanfaatkan pemasaran digital dan mengembangkan kemitraan dengan petani.
Perjalanan Aa818 Hydroponic menunjukkan bahwa membangun usaha membutuhkan ketekunan, kemauan belajar, dan pendampingan yang berkelanjutan. Bagi Anggi, setiap tanaman yang tumbuh dan setiap hasil panen yang sampai kepada konsumen merupakan bagian dari harapan untuk terus mengembangkan usaha. Merawat dengan hati bukan hanya tentang menghasilkan sayuran berkualitas, tetapi juga menumbuhkan peluang bagi masa depan UMKM. Foto dan Teks SHID/Ruht Semiono












