SinarHarapan.id – Suara mesin jahit terdengar bersahutan di ruang produksi Nena Collection, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Di balik mesin, Rusna dengan telaten mengarahkan kain sepanjang lima sentimeter untuk dijahit menjadi tali tas.
Meski memiliki keterbatasan pendengaran, ia tetap produktif bersama Parjilah dan sejumlah pekerja lainnya. Melalui usaha yang dikelola Erna Zurnimawati, mereka mengolah kain menjadi beragam produk, mulai dari tas, dompet, sarung bantal, boneka hingga perlengkapan dekorasi rumah.

Bagi Erna, Nena Collection bukan sekadar usaha kerajinan kain, melainkan juga ruang pemberdayaan bagi perempuan dan penyandang disabilitas. Ia memberikan kesempatan kepada Rusna dan Parjilah, dua penjahit tuli, untuk bekerja dan memperoleh penghasilan.
Selain itu, sejumlah ibu rumah tangga di sekitar tempat produksi turut dilibatkan. Sebagian pekerja bahkan dapat menyelesaikan pesanan dari rumah sehingga tetap bisa menjalankan tanggung jawab keluarga.
Dalam aktivitas sehari-hari, komunikasi dilakukan melalui tulisan dan bahasa isyarat yang juga dipelajari oleh Erna dan pekerja lainnya.

Perjalanan Nena Collection bermula dari modal sekitar Rp500 ribu yang digunakan Erna untuk memproduksi sarung bantal. Berawal dari pesanan suvenir pernikahannya pada 2020, produk kerajinan kain tersebut mendapat respons positif dari toko suvenir di Yogyakarta.
Permintaan yang terus berkembang mendorong Erna memperluas variasi produk, mulai dari taplak meja hingga boneka berbahan kain perca. Kini, produk Nena Collection telah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia, bahkan menembus pasar Jepang.
Dalam perkembangannya, Erna juga terus berinovasi dengan memadukan kain tenun, kanvas, dan batik cap khas Bantul.

Untuk memperkuat pengelolaan usaha, Nena Collection juga mendapatkan pendampingan dari Yayasan Astra – YDBA Pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas UMKM, baik dalam pengelolaan bisnis maupun pengembangan sumber daya manusia.
Melalui pendampingan, pelaku usaha didorong untuk membangun pola pikir kewirausahaan, memperbaiki proses kerja, dan meningkatkan daya saing.
Bagi Erna, pengembangan usaha juga berarti menciptakan lingkungan kerja yang mampu memberikan kesempatan bagi lebih banyak orang untuk berkembang.

Di tengah aktivitas menjahit yang terus berlangsung, Nena Collection memperlihatkan bahwa pertumbuhan usaha dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat. Keterampilan Rusna, Parjilah, dan para pekerja lainnya menjadi bagian penting dalam menghasilkan produk yang dipasarkan kepada konsumen.
Melalui ketekunan Erna dalam mengembangkan bisnis serta dukungan pembinaan Yayasan Astra–YDBA, Nena Collection terus membuka peluang bagi perempuan dan penyandang disabilitas untuk berkarya. Dari ruang produksi sederhana di Bantul, usaha ini menghadirkan nilai lebih dari sekadar produk kerajinan, yakni kesempatan untuk bekerja, mandiri, dan berdaya. Foto dan Teks: Ruht Semiono












