Kesra

Pertamina Lubricants Dorong Siswa SMK Wujudkan Cita-Cita Lewat Enduro Entrepreneurship Program

×

Pertamina Lubricants Dorong Siswa SMK Wujudkan Cita-Cita Lewat Enduro Entrepreneurship Program

Sebarkan artikel ini

SinarHarapan.id-Muhammad Rochmani, 18 tahun, siswa SMK Harapan Mulya Kendal, tak lagi sekadar bermimpi punya bengkel. Lewat Enduro Home Service binaan Pertamina Lubricants, ia belajar memperbaiki motor, melayani pelanggan, dan membangun jiwa wirausaha. Pengalaman itu membawanya melihat langsung paddock tim balap MotoGP kelas dunia.

Ketertarikannya pada otomotif tumbuh sejak kecil. Ia memilih jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor. Di sekolah, Muhammad mengikuti EHS, program bengkel motor SMK binaan PT Pertamina Lubricants (PTPL). Program ini membekali siswa keterampilan perbengkelan roda dua dan pengalaman praktik melayani servis motor masyarakat umum. Sejak awal ia serius.

Bukan hanya kemampuan teknis, Muhammad juga belajar keterampilan wirausaha. Ia memahami cara mengelola usaha, melayani pelanggan, dan membaca peluang. Kemampuannya berkembang cepat. Pada Enduro Skill Contest 2025, ia meraih juara satu kategori kewirausahaan. Kemenangan itu membuka pintu pengalaman langka.

Hadiahnya bukan sekadar trofi. Muhammad mendapat kesempatan mengunjungi paddock tim balap MotoGP pada Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025. Di sana ia melihat standar kerja tim kelas dunia. Pengalaman itu memperluas wawasan dan semakin mendekatkan langkahnya pada cita-cita memiliki bengkel sendiri. Ini pengalaman penting.

Corporate Secretary Pertamina Lubricants Rika Gresia Wahyudi mengatakan, pihaknya ingin memberi ruang bagi siswa SMK untuk menunjukkan kemampuan mereka. Melalui kompetisi seperti ESC, siswa diharapkan semakin percaya diri mengembangkan potensi dan mempersiapkan diri menghadapi dunia otomotif profesional yang semakin kompetitif.

EHS dan ESC berada di bawah payung Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Pertamina Lubricants, yakni Enduro Entrepreneurship Program (EEP). Sejak 2023, program ini melahirkan 169 bengkel binaan dan mencatat omzet lebih dari Rp11 miliar. Capaian itu menegaskan dampak ekonomi program.

EEP tidak hanya menyasar SMK. Program ini juga menyentuh warga binaan pemasyarakatan, nelayan, penyandang disabilitas, dan santri. Lebih dari 7.284 orang telah mendapat pelatihan keterampilan. Secara keseluruhan, program menjangkau lebih dari 82.000 penerima manfaat di Indonesia.

Rika menambahkan, program ini bukan sekadar meningkatkan kemampuan teknis. Keterampilan masyarakat harus benar-benar digunakan untuk menjalankan usaha mandiri. Karena itu, peserta mendapat pendampingan pengelolaan bengkel, pemasaran, pengembangan usaha, sampai pelayanan pelanggan. Pendekatan itu memperkuat kemandirian ekonomi.

Model yang dipakai adalah Creating Shared Value (CSV). Pemberdayaan masyarakat berjalan seiring aktivitas ekonomi yang memberi manfaat bagi masyarakat dan perusahaan. Omzet bengkel binaan berasal dari penjualan oli Pertamina Enduro, jasa perawatan dan perbaikan kendaraan, serta penjualan suku cadang.

Enduro Skill Contest kembali digelar. Sebanyak 13 dari 55 SMK binaan berkompetisi pada 30 September–1 Oktober 2026 di BBPVP Bandung. Kategori meliputi Dutapreneur, Social Media Competition, dan Mechanical Skill. Pemenang berkesempatan mempelajari standar teknis tim balap MotoGP di Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.