Otomotif

PUJ dan LTC: Dua Menara Kembar Pertamina Lubricants di Pentas Global

×

PUJ dan LTC: Dua Menara Kembar Pertamina Lubricants di Pentas Global

Sebarkan artikel ini
Di Balik 270 Juta Liter: Perjalanan Pelumas Pertamina dari Jakarta ke Dunia.(Doc : PTPL)
Di Balik 270 Juta Liter: Perjalanan Pelumas Pertamina dari Jakarta ke Dunia.(Doc : PTPL)

SinarHarapan.id-Di sudut Plumpang, Jakarta Utara, berdiri sebuah kawasan seluas 12 hektare yang telah menjadi saksi bisu perjalanan industri pelumas Indonesia sejak 1957. Production Unit Jakarta (PUJ) bukan sekadar pabrik biasa—ia adalah denyut nadi Pertamina Lubricants yang memompa kehidupan ke jutaan mesin di dalam dan luar negeri.

Deru mesin blending bersahutan dengan suara pipa-pipa baja yang saling terhubung. Di sinilah, setiap tetes pelumas yang mengalir telah melewati perjalanan panjang penuh presisi sebelum akhirnya sampai ke tangan konsumen.

Dody Arief Aditya, Manager Production Unit Jakarta, berdiri di antara jejeran tangki raksasa. Ia menjelaskan bahwa fasilitas ini merupakan pabrik pelumas terintegrasi terbesar di Asia Tenggara. “Dalam satu area, kami memiliki LOBP, Grease Plant, dan Viscosity Modifier Plant,” ujarnya mantap, Kamis (28/10).

Lube Oil Blending Plant (LOBP) PUJ memiliki kapasitas produksi 270 juta liter per tahun—angka yang menempatkannya sebagai salah satu pabrik pelumas terbesar di Asia. Grease Plant menghasilkan 8.000 metrik ton per tahun, sementara Viscosity Modifier Plant memproduksi 14 juta liter aditif untuk meningkatkan performa pelumas.

Ketika Noda Oli Berubah Jadi Kekuatan 17 Negara.(Doc : PTPL)
Ketika Noda Oli Berubah Jadi Kekuatan 17 Negara.(Doc : PTPL)

Angka-angka itu bukan sekadar statistik di atas kertas. Kapasitas tersebut setara dengan kebutuhan pelumas untuk lebih dari 67,5 juta mobil yang melintas di jalanan Indonesia dan 17 negara tujuan ekspor, mulai dari China, Jepang, Korea, hingga Afrika Selatan, Nigeria, dan Tanzania. Jangkauan yang membentang dari Asia hingga Afrika ini menjadi bukti nyata daya saing global produk dalam negeri.

Keunggulan PUJ tidak lepas dari penerapan teknologi blending tercanggih. In-Line Blending (ILB) memungkinkan pencampuran bahan baku terjadi secara berkelanjutan di dalam pipa dengan akurasi tinggi. “Teknologi ini adalah yang paling advanced saat ini, memungkinkan kami memproduksi berbagai spesifikasi pelumas dalam skala besar,” jelas Dody penuh semangat.

Selain ILB, terdapat Simultaneous Metered Blending (SMB) untuk produk dengan kandungan logam rendah, Automatic Batch Blender berkapasitas 30 ton per batch untuk produk khusus, serta Automatic Piggable Manifold yang bekerja sepenuhnya otomatis. Sistem otomasi penuh ini meminimalkan kesalahan manusia dan memastikan konsistensi kualitas di setiap tetes pelumas yang dihasilkan.

Tak hanya soal produksi, PUJ juga memegang berbagai sertifikasi internasional bergengsi. ISO 9001:2015 untuk manajemen mutu, ISO 14001:2015 untuk manajemen lingkungan, dan ISO/IEC 17025:2017 untuk laboratorium pengujian. Produk yang dihasilkan pun telah memenuhi standar API SN, API CJ, serta mendapat pengakuan dari OEM global seperti Toyota, Daihatsu, dan Mercedes Benz.

Perjalanan inovasi PUJ mendapat dukungan penuh dari Lubricants Technology Center (LTC), pusat riset dan inovasi pelumas berstandar dunia yang diresmikan pada 2023. Berlokasi di Plumpang dengan luas 12.500 meter persegi, LTC menjadi jantung pengembangan formulasi yang menjembatani kebutuhan pasar dengan kemajuan teknologi bahan baku.

Di dalam LTC, para peneliti bekerja tanpa henti menguji formula, melakukan bench test, hingga engine test. Dedi Saputro, Senior Analyst Bench Test & Engine Test, menjelaskan bahwa setiap pelumas baru harus melewati serangkaian pengujian ketat. “Kami memastikan pelumas mampu memberikan perlindungan optimal dan meningkatkan efisiensi mesin di berbagai kondisi operasional,” ungkapnya.

Dari Pipa Baja ke Jantung Mesin: Kisah 67,5 Juta Mobil dan Satu Pusat Riset.(Doc : PTPL)
Dari Pipa Baja ke Jantung Mesin: Kisah 67,5 Juta Mobil dan Satu Pusat Riset.(Doc : PTPL)

LTC juga menghadirkan Oil Clinic, laboratorium yang telah menguji lebih dari 20.000 sampel per tahun dengan 45 parameter pengujian. Brahma Putra Mahayana, Head of Oil Clinic, menerangkan bahwa layanan ini mendukung predictive maintenance—mendeteksi potensi kerusakan mesin sebelum menjadi masalah serius. “Data tren kondisi oli mencerminkan kondisi mesin selama beroperasi,” tuturnya.

Selain itu, terdapat Integrated Lubrication Management Academy (ILMA), satu-satunya akademi manajemen pelumasan terintegrasi di Indonesia yang dimiliki perusahaan pelumas. ILMA melatih pelanggan, teknisi, dan mitra industri untuk memahami pengelolaan pelumas yang tepat, mulai dari technical assistance hingga troubleshooting dan competency mapping.

Dengan integrasi PUJ dan LTC, Pertamina Lubricants memantapkan posisinya sebagai pemimpin pasar pelumas nasional. Kerja sama dengan Lamborghini Squadra Corse dan VR46 Racing Team milik Valentino Rossi semakin memperkuat citra sebagai pelumas kelas dunia. Dari Plumpang, pelumas Indonesia menapaki jalan panjang menuju pengakuan global yang sesungguhnya.

 

Ekonomi

SinarHarapan.ID –  PT Pertamina Gas (Pertagas) resmi ditetapkan sebagai operator Pipa Transmisi Gas Bumi Ruas Batang-Cirebon-Kandang Haur Timur atau…