SinarHarapan.id- Dunia perfilman horor Indonesia kembali kedatangan amunisi baru. Film berjudul Hajatan Setan garapan MBK Productions dan Drias Film siap menghantui layar bioskop Tanah Air, membawa kisah kelam tentang tradisi desa yang menyimpan harga yang harus dibayar dengan nyawa.
Film ini diproduseri oleh Budi Yulianto bersama Rendy Gunawan, sementara kursi sutradara diisi oleh Bambang Drias dan Eko Kristianto. Proses penulisan naskah juga tidak main-main karena melibatkan empat penulis, yaitu Andhy Pulung, B.W. Purba Negara, Vidya T. Ariestya, dan Novia Anggi.
Hajatan Setan mengangkat cerita tentang sebuah kampung terisolasi yang menyimpan rahasia ritual turun-temurun. Peristiwa yang berkaitan dengan hajatan, kutukan keluarga, dan masa lalu menjadi inti misteri yang perlahan terungkap melalui perjalanan tokoh utama.
Menurut sang sutradara Eko Kristianto, ide film ini lahir dari pemikiran sederhana tentang makna sebuah hajatan. Selama ini pesta rakyat identik dengan kebahagiaan dan rasa syukur.
“Kami sering melihat hajatan sebagai simbol kebahagiaan dan kemakmuran. Tapi bagaimana kalau di balik itu ada harga yang harus dibayar?” jelas sang sutradara.
Eko Kristianto menambahkan bahwa pendekatan realis sengaja dipilih agar teror yang disajikan terasa lebih dekat dan masuk akal bagi penonton.
“Kami ingin penonton merasa ini bukan cerita yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Ketika satu desa percaya bahwa pengorbanan adalah bagian dari tradisi, horornya jadi terasa masuk akal, dan justru itu yang menjadi sumber horornya. Hajatan Setan bermain di wilayah itu: antara kepercayaan dan ketakutan,” pungkas Eko.
Deretan pemain yang terlibat juga menjadi daya tarik tersendiri. Film ini mempertemukan sejumlah aktor dan aktris dari berbagai generasi, seperti Ari Irham, Alika Jantinia, Gisellma Firmansyah, Tanta Ginting, Indra Birowo, Asri Welas, Bima Zeno, Karina Suwandi, hingga Sita Permata Sari. Kehadiran mereka diharapkan mampu menghidupkan atmosfer cerita yang penuh ketegangan.
Ari Irham, yang didapuk sebagai salah satu pemeran utama, mengaku sangat tertantang dengan kedalaman emosi karakternya. Baginya, film ini bukan sekadar horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi psikologis yang menegangkan.
“Yang membuat saya tertarik adalah bagaimana horornya terasa dekat dan personal. Ada trauma, ada tekanan sosial, dan itu membuat ketakutannya terasa nyata,”ungkap Ari Irham antusias.
Ari Irham menambahkan bahwa kekuatan utama film ini bukan hanya terletak pada adegan mengejutkan, melainkan pada konflik emosional yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Trauma, tekanan sosial, dan ketakutan psikologis menjadi elemen yang membuat cerita terasa lebih nyata dan membekas di benak penonton.
Film Hajatan Setan akan tayang di bioskop mulai 3 Desember 202


