Gaya Hidup

Starbucks Rayakan Bulan Kopi Internasional 2026 di Darat dan Udara

×

Starbucks Rayakan Bulan Kopi Internasional 2026 di Darat dan Udara

Sebarkan artikel ini

SinarHarapan.id-Starbucks Indonesia merayakan Bulan Kopi Internasional 2026 melalui dua agenda. Starbucks Latte art Championship 2026 digelar di WTC 5 Jakarta. Starbucks Experience hadir dalam penerbangan Citilink rute Jakarta–Denpasar. Agenda menegaskan komitmen pada keahlian kopi, inovasi, koneksi.

Kompetisi internal nasional itu mempertemukan barista terbaik dari berbagai daerah. Mereka menunjukkan presisi, ekspresi artistik, dan kecintaan pada seni meracik kopi. Desain foam susu rumit dan kesempurnaan cangkir menyoroti dedikasi tinggi para barista di balik setiap minuman Starbucks yang disajikan.

SLAC 2026 merayakan keahlian, kreativitas, dan bakat partner melalui tiga format. Formatnya Starbucks Latte art Championship, Art Bar, Virtual Latte art Championship, serta Latte Art Throwdown. Format terakhir mengajak komunitas latte di luar Starbucks berkompetisi. Ajang ini menjadi perayaan keahlian.

Anthony Mc Evoy, Managing Director PT Sari Coffee Indonesia, menyebut craft sebagai nilai mendasar Starbucks. Menurutnya, latte art bukan sekadar kompetisi. Ia menjadi perayaan keahlian, perjalanan pengembangan diri, dan kesempatan meningkatkan pengalaman menikmati kopi bagi partner serta pelanggan di Indonesia.

Baca juga :Mengalahkan 500 Barista, Kadek Seina Maputra Raih Juara Starbucks Barista Championship 2026

Tahun ini menandai SLAC ke-10 di Indonesia. Sejak penyisihan Juli 2026, lebih dari 500 barista bersaing. Sepuluh finalis terbaik berlaga di grand final 24 Oktober 2026. Fellicia Andrean menyebut kompetisi sebagai apresiasi nyata terhadap semangat dan kreativitas barista Starbucks Indonesia.

Sepuluh finalis unggulan berasal dari Jakarta, Surabaya, Bali, Tangerang, Tegal, dan Medan. Mereka itu adalah Juan Axel Phalipin, Handika Firmansyah, Yehezkiel Zefanya, Abhito Tyagasa, Ketut Indrawan Adiguna, Audric Jonathan, Mefiboset Dion, Rival Frizy Adiguna, Bima Hidayah, dan Sulthon Palagan Agung.

Mefiboset Dion dari Starbucks Adhyaksa Jakarta menjadi juara. Abhito Tyagasa dari Starbucks Reserve Mall Kelapa Gading kedua. Rival Frizy Adiguna dari Starbucks AR Hakim Tegal ketiga. Mereka menerima paket perjalanan, voucher MAP, dan hadiah. Pemenang berpeluang tampil di kejuaraan Asia-Pasifik.

Dion menyebut kemenangan sebagai buah latihan tak terhitung di balik bar kopi. Latte art bukan sekadar menuangkan susu di atas espresso. Latte art adalah seni menghadirkan momen spesial dan senyuman di setiap cangkir. Gelar itu dipersembahkan untuk keluarga dan tim.

Dua hari sebelum final, Starbucks membawa pengalaman kopi ke ketinggian 35.000 kaki. Maria Triana menyajikan kopi Sumatra kepada penumpang Citilink QG686 rute Jakarta–Denpasar. Program Barista on Board menghadirkan suasana third-place ke udara. Penumpang diajak berkreasi lewat doodling pada gelas kertas.

Enam penumpang dengan doodle terbaik menerima hadiah. Anthony menyebut tahun lalu Starbucks mencatat rekor MURI lewat kelas latte art serentak. Tahun ini Starbucks membawa pengalaman ke udara di atas awan. Perusahaan ingin mendefinisikan ulang pengalaman pelanggan lewat momen kopi ikonik.