Kesra

IBM ASMI Ajak Generasi Muda Perkuat Wawasan Kebangsaan

×

IBM ASMI Ajak Generasi Muda Perkuat Wawasan Kebangsaan

Sebarkan artikel ini

Seminar menghadirkan Gubernur Akademi Militer Mayjen TNI Rano A.M. Tilaar untuk membahas posisi Indonesia, ketahanan nasional, dan pentingnya kesadaran berbangsa di tengah perubahan tatanan global.

SinarHarapan.id – Perubahan tatanan geopolitik dunia yang berlangsung cepat menuntut Indonesia memiliki generasi muda yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga memahami posisi strategis bangsa di tengah persaingan global. Berangkat dari tantangan tersebut, Institut Bisnis dan Multimedia ASMI (IBM ASMI) bersama Yayasan Lembaga Pendidikan Gideon (YLPG) menggelar Seminar Kebangsaan bertajuk “Kehidupan Berbangsa Bernegara di Tengah Dinamika Geopolitik Dunia”, Selasa (6/10/2026).

Seminar yang berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB di Ruang Riye-Riye, Kampus Ungu IBM ASMI, Jakarta, menjadi ruang dialog bagi sivitas akademika untuk memahami berbagai perubahan geopolitik global sekaligus melihat implikasinya terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hadir sebagai pembicara utama, Mayjen TNI Rano A.M. Tilaar, M.M., Gubernur Akademi Militer (Akmil). Dalam paparannya, Rano mengulas posisi dan peran Indonesia dalam menghadapi dinamika geopolitik global, sekaligus menekankan pentingnya menjaga persatuan, memperkuat ketahanan nasional, serta membangun kesadaran berbangsa dan bernegara.

Perspektif tersebut dinilai semakin relevan bagi generasi muda yang akan menjadi bagian penting dalam menentukan arah Indonesia di tengah perubahan lingkungan strategis dunia.

Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan Gideon (YLPG) Angelica Tengker dan Rektor Institut Bisnis dan Multimedia ASMI Dr. F.X. Irwan Tanamas, AK., CPA, CA.

Seminar ini menjadi bagian dari upaya IBM ASMI memperluas wawasan sivitas akademika mengenai berbagai isu strategis, baik pada tingkat nasional maupun global. Selain meningkatkan pemahaman, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan mendorong mahasiswa agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa melalui bidang keilmuan dan profesi masing-masing.

“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten secara profesional, tetapi juga berwawasan kebangsaan yang kuat. Seminar ini menjadi wadah bagi mahasiswa dan sivitas akademika untuk memahami tantangan bangsa secara kritis dan konstruktif,” ujar pihak IBM ASMI.

Di tengah perubahan geopolitik yang ditandai dengan meningkatnya persaingan antarnegara, perubahan konfigurasi kekuatan global, serta munculnya berbagai tantangan baru di bidang ekonomi, keamanan dan teknologi, pemahaman mengenai kepentingan nasional menjadi semakin penting.

Perguruan tinggi, dalam konteks tersebut, tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter dan kesadaran kebangsaan generasi muda.

Melalui Seminar Kebangsaan ini, IBM ASMI berharap mahasiswa dan seluruh sivitas akademika dapat melihat dinamika global secara lebih kritis, memahami kepentingan strategis Indonesia, serta membangun sikap kebangsaan yang terbuka, rasional dan konstruktif.

Pada akhirnya, wawasan geopolitik bukan semata-mata tentang memahami persaingan antarnegara, tetapi juga tentang bagaimana setiap warga negara memahami posisi dirinya dan dapat mengambil peran dalam menjaga persatuan serta ikut membangun masa depan Indonesia.