SinarHarapan.id-Warisan sering dibayangkan sebagai rumah, tanah, tabungan, atau bisnis keluarga. Pandangan itu tidak salah, tetapi belum lengkap. Sun Life Indonesia menyoroti bentuk warisan lain yang justru membentuk pilihan generasi berikutnya jauh setelah kekayaan berpindah tangan. Warisan itu hadir dalam wujud pendidikan, nilai, dan pengalaman hidup.
Presiden Direktur Sun Life Indonesia, Albertus Wiroyo, mengungkap lima legacy berharga yang layak diwariskan kepada anak. Pemaparan ini merujuk temuan Indonesia dalam Studi Sun Life Asia 2026 bertajuk Meneruskan Warisan: Ketika Warisan Lebih dari Sekadar Kekayaan. Studi itu melibatkan 506 responden Indonesia dari berbagai latar belakang.
Hasilnya menarik. Kesempatan pendidikan dan kekayaan sama-sama masuk tiga prioritas legacy teratas bagi 65% responden. Tradisi keluarga menyusul di posisi berikutnya dengan 47%. Angka ini menunjukkan masyarakat tidak hanya memikirkan apa yang diterima generasi berikutnya, tetapi juga bekal yang membantu mereka bertumbuh.
Legacy pertama adalah cara memandang uang. Generasi berikutnya perlu memahami prinsip di balik pengelolaan aset, bukan sekadar mengetahui jumlahnya. Bagaimana uang diperoleh, digunakan secara bertanggung jawab, dikembangkan, dan dibagikan. Cara pandang inilah yang kelak memengaruhi keputusan mereka saat menerima tanggung jawab lebih besar.
Baca juga :Sun Life Ajak Pelajar Jakarta Hidup Aktif dan Melek Finansial Lewat Festival Basket
Legacy kedua adalah kesempatan untuk belajar dan berkembang. Pendidikan menjadi warisan yang manfaatnya dirasakan bahkan sebelum aset berpindah tangan. Dalam studi 2026, 65% responden Indonesia menempatkan kesempatan pendidikan dalam tiga prioritas utama warisan. Di antara yang berencana mewariskan kekayaan, 61% ingin menggunakannya untuk membiayai pendidikan.
Legacy ketiga adalah nilai yang menjaga identitas keluarga. Kejujuran, kerja keras, kemandirian, kepedulian, dan tanggung jawab memang tidak tercatat dalam neraca keluarga. Namun, nilai-nilai inilah yang membentuk cara kekayaan digunakan. Keluarga dapat memulainya dengan satu pertanyaan sederhana tentang ciri keluarga saat generasi berganti.
Legacy keempat adalah cerita dan pelajaran hidup. Kisah tentang membangun karier, melewati masa sulit, kegagalan bisnis, atau keputusan finansial yang kurang tepat dapat menjadi panduan bagi generasi berikutnya. Percakapan, catatan keluarga, atau surat untuk anak membantu meneruskan konteks dan pengalaman di balik kekayaan, bukan hanya hasil akhirnya.
Legacy kelima adalah ruang untuk membangun masa depan sendiri. Legacy bermakna bukan hanya memberi, tetapi juga membuka peluang untuk mandiri. Dalam studi tersebut, 74% responden Indonesia yang berencana mewariskan kekayaan menyatakan ingin asetnya diinvestasikan untuk pertumbuhan jangka panjang. Keputusan investasi dan perlindungan perlu disesuaikan dengan kebutuhan serta profil risiko keluarga.
Karena itu, membangun legacy tidak perlu menunggu keluarga memiliki kekayaan besar. Aset dapat berpindah tangan, tetapi cara memandang uang, nilai yang dijaga, pengalaman yang dibagikan, dan kesempatan yang dibuka akan membentuk identitas keluarga dari satu generasi ke generasi berikutnya. Inilah warisan yang sesungguhnya, jauh melampaui angka di rekening.

