Internasional

Begini Strategi BP Batam Hadapi Tarif AS

×

Begini Strategi BP Batam Hadapi Tarif AS

Sebarkan artikel ini

SinarHarapan.id-Tak hanya sekarang, tantangan serupa pernah terjadi di masa lalu. Kali ini, AS memberlakukan tarif baru yang memengaruhi ekspor.

Ekspor Batam ke AS mencapai $4 miliar pada 2024. Angka itu setara dengan 25% total ekspor Batam.

Untuk mengatasinya, BP Batam menyiapkan beberapa langkah strategis.

Pertama, sebagian besar industri di Batam mengandalkan pasar ekspor. Nilai pengiriman ke AS mencapai 25% total ekspor Batam. Kebijakan tarif baru AS berisiko mengurangi daya tarik investasi.

Eksportir kini menghadapi ketidakpastian dalam perencanaan bisnis. Perusahaan perlu meninjau ulang strategi penetrasi pasar AS.

Beberapa pelaku usaha mulai mencari alternatif pasar ekspor. Namun, industri dengan produk unggulan tetap memiliki peluang.

Kedua, BP Batam akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat menyusun paket insentif. Program tax holiday menjadi andalan untuk menarik investor baru.

Kebijakan ini menargetkan perusahaan yang relokasi dari negara kena tarif AS. Kemudahan berusaha nantinya bisa meningkatkan minat investasi asing.

Ketiga, BP Batam tetap mempertahankan AS sebagai pasar utama meski ada tarif. Fokus kami beralih ke produk bernilai tinggi yang lebih kompetitif.

Industri mendorong untuk menghasilkan komponen elektronik presisi dan barang strategis. Investasi data center tumbuh pesat dengan permintaan tinggi dari AS.

Keempat, BP Batam akan manfaatkan penuh status Kawasan Perdagangan Bebas. Fasilitas bea masuk nol menjadi daya tarik utama investor.

Perusahaan AS dapat diversifikasi rantai pasok melalui Batam. Kami posisikan Batam sebagai hub transshipment regional.

Kelima, BP Batam akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat. Kami akan bersinergi dengan Kemenperin dan Kemlu RI.

Keenam, BP Batam memimpin inisiatif integrasi industri nasional. Kami menggalang sinergi dengan pelaku usaha di seluruh Indonesia.

Fokus utama pada optimalisasi rantai pasok lintas provinsi. Efisiensi kolektif akan tekan biaya produksi signifikan.

Tujuannya, menarik perusahaan yang ingin pindah dari negara kena tarif AS. Selain itu, Batam akan fokus pada industri bernilai tinggi.

-Deputy Investasi dan Pengusahaan, BP Batam-