SinarHarapan.id-Pameran internasional EDRR Indonesia 2026 resmi dibuka di JIExpo Kemayoran pada Rabu, 12 Agustus 2026. Mengusung tema “Aksi Merespons Peringatan Dini”, acara yang berlangsung tiga hari ini menjadi wadah strategis bagi para pemangku kepentingan kebencanaan. Gelaran ini sekaligus menjawab urgensi kesiapsiagaan di tengah tingginya frekuensi bencana yang melanda Indonesia, yang mencapai hampir 5.000 kejadian per tahun.
Menteri Koordinator PMK Pratikno membuka acara tersebut dengan menegaskan pentingnya kolaborasi dan transfer teknologi. Ia menyoroti bahwa peringatan dini hanya bermakna jika diikuti dengan aksi cepat di lapangan untuk menyelamatkan masyarakat. Pameran ini menjadi titik tolak penguatan ekosistem tanggap darurat nasional yang lebih adaptif dan responsif terhadap ancaman bencana.
Sekitar 230 perusahaan dari dalam dan luar negeri turut serta memamerkan inovasi terkini di bidang mitigasi dan penyelamatan. Mulai dari robot penyelamat berbasis kecerdasan buatan, sistem pemetaan bencana tiga dimensi, hingga kendaraan medis darurat canggih dipajang secara langsung. Kehadiran teknologi ini diharapkan dapat mempercepat respons dan meminimalisir risiko bencana di berbagai wilayah Indonesia.
Baca juga :Pameran EDRR Indonesia 2023 Berikan Solusi dan Kesigapan Hadapi Bencana
Project Director Seven Event, Sri Vista Limbong, menyatakan bahwa EDRR Indonesia 2026 tidak hanya pameran produk. “Kami ingin menghubungkan pelaku industri, pemerintah, dan akademisi untuk bertukar pengetahuan,” ujarnya. Ia menambahkan, ajang ini menjadi ruang kolaborasi inklusif untuk membangun kerja sama nyata demi memperkuat ketahanan bencana nasional.
Hari pertama pameran diwarnai dengan pembahasan arah kebijakan riset nasional bersama BRIN dan Kementerian Perindustrian. Selain itu, digelar juga seminar keselamatan kerja dan penandatanganan kerja sama perdagangan luar negeri. Fokusnya mencakup transisi energi, rantai pasok kendaraan listrik, serta aturan investasi lintas negara yang dibahas bersama TC Group dan Bank of China.
Memasuki hari kedua, Kamis, 13 Agustus 2026, perhatian tertuju pada penguatan Aksi Merespons Peringatan Dini dan teknologi pemadam kebakaran cerdas. BMKG turut memaparkan penggunaan Impact-Based Forecast dalam sistem peringatan dini nasional. Sesi ini juga membahas penyebaran informasi darurat melalui cell broadcast, pemanfaatan AI, hingga aksi kesiapsiagaan yang ramah disabilitas dan anak.
Hari kedua juga menjadi saksi penguatan hubungan bilateral dengan digelarnya Sesi Khusus Kerja Sama Industri Medis G60 Indonesia–Tiongkok. Acara tersebut mencakup peresmian komite ekspor, fasilitas produksi bersama, dan penandatanganan berbagai nota kesepahaman. Forum ini sekaligus mendorong kemandirian industri kesehatan dan alih teknologi dalam negeri di sektor kebencanaan.
Pada hari penutupan, Jumat, 14 Agustus 2026, kegiatan berfokus pada aksi kemanusiaan dan keselamatan maritim. Bekerja sama dengan UN-OCHA, acara memperingati Hari Kemanusiaan Dunia serta menggelar pelatihan basic life support bersama Kementerian Kesehatan dan MER-C. Forum Sinergi Darurat Maritim juga membahas pembaruan sistem SAR dan penggunaan drone untuk logistik ke pulau-pulau terluar.
Sepanjang tiga hari, sesi Business Matching menjadi tulang punggung pertemuan antara penyedia teknologi dan instansi pengguna. Program ini memfasilitasi peluang investasi, alih teknologi, dan pengadaan solusi kesiapsiagaan darurat. Hal ini memperkuat kolaborasi antara produsen global dengan pemangku kepentingan di Indonesia untuk menjawab tantangan bencana yang kompleks.
Pameran EDRR Indonesia 2026 mengukuhkan komitmen pemerintah untuk mewujudkan Indonesia yang lebih tangguh dan mandiri dalam menghadapi bencana. Dukungan penuh dari berbagai kementerian, TNI, Polri, BNPB, dan BMKG menjadi bukti sinergi yang solid. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong Indonesia menjadi pusat keunggulan teknologi kebencanaan dunia.



