Ekonomi

Fenomena THR Cepat Habis: Sun Life Syariah Sarankan Metode 5 Amplop

×

Fenomena THR Cepat Habis: Sun Life Syariah Sarankan Metode 5 Amplop

Sebarkan artikel ini
THR Bukan Sekadar Uang Lebaran, tapi Modal Masa Depan Keluarga.(Doc:Sun Life Syariah)
THR Bukan Sekadar Uang Lebaran, tapi Modal Masa Depan Keluarga.(Doc:Sun Life Syariah)

SinarHarapan.id-Momen Tunjangan Hari Raya (THR) memang selalu dinanti. Rekening menggemuk, rencana belanja menggunung, euforia menyambut Lebaran terasa sempurna. Namun, tak jarang kebahagiaan itu hanya berumur beberapa hari. Setelah libur usai, banyak yang bertanya-tanya, ke mana perginya uang THR?

Fenomena THR yang hanya “numpang lewat” di dompet menjadi pemandangan umum setiap tahunnya. Bukan karena nominal yang kecil, melainkan karena ketiadaan perencanaan. Menyoroti hal ini, Sun Life Syariah hadir dengan menawarkan perspektif baru: jadikan THR sebagai momentum memperkuat fondasi keuangan keluarga, bukan sekadar uang saku tambahan yang cepat habis.

Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, perusahaan jasa keuangan berbasis syariah ini memaparkan bahwa THR adalah kesempatan emas yang datang hanya setahun sekali. Jika dikelola dengan cerdas, dana ini bisa menjadi penyelamat di masa depan, bukan hanya pemanis di hari raya.

Alih-alih terbawa arus konsumtif, Sun Life Syariah mengajak masyarakat untuk membagi THR ke dalam lima pos utama dengan presentase ideal. Pendekatan ini dinilai mampu menciptakan keseimbangan antara merayakan kebahagiaan dan menjaga stabilitas finansial pasca-Lebaran.

Baca juga :;Sun Life Gelontorkan Rp 1,2 Miliar untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatera

Pertama, penuhi kewajiban spiritual dan sosial (10-15%). Zakat fitrah yang saat ini ditetapkan sekitar Rp50.000 per jiwa, sedekah, serta bantuan untuk keluarga inti harus menjadi prioritas utama. Langkah ini tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga melatih kontrol diri dalam pengeluaran.

Kedua, lunasi utang dan cicilan (10-20%). Paylater dan tagihan kartu kredit yang sering terasa ringan dicicil per bulan bisa menjadi bom waktu jika dibiarkan menumpuk. Menggunakan THR untuk mengurangi atau menutup utang akan membuat napas keuangan jauh lebih lega setelah Lebaran.

Ketiga, alokasikan untuk kebutuhan Lebaran (40-50%). Pos ini mencakup biaya mudik, makanan khas, baju baru, hingga angpao. Sun Life Syariah memahami bahwa momen kebersamaan di hari raya adalah hal sakral yang tidak bisa dihilangkan. Namun, kuncinya adalah disiplin pada batas anggaran yang telah dibuat.

Keempat, perkuat dana darurat dan tabungan (10-20%). Sisihkan sebagian ke instrumen likuid seperti emas, tabungan syariah, atau Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) Syariah. Dana ini akan sangat krusial jika ada kebutuhan mendesak setelah Lebaran, seperti biaya pendidikan anak atau perbaikan rumah.

Kelima, lengkapi dengan perlindungan keuangan. Ini adalah poin yang paling sering terlewat. Banyak keluarga fokus menabung, namun lupa bahwa tabungan bisa luluh lantak dalam sekejap saat risiko besar datang—biaya operasi darurat, penyakit kritis, atau kecelakaan yang nilainya bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Sun Life Syariah menggarisbawahi pentingnya perlindungan finansial sebagai pelengkap strategi keuangan. Melalui prinsip tabarru’ (tolong-menolong), peserta asuransi syariah saling berkontribusi untuk membantu sesama menghadapi risiko kehidupan secara transparan dan sesuai syariat.

“Dengan melengkapi rencana keuangan melalui perlindungan asuransi, kita sedang berikhtiar. Tujuan THR bukan hanya membuat Lebaran terasa meriah, tetapi juga membantu keluarga tetap tenang setelahnya,” tulis manajemen Sun Life dalam keterangan resminya.

Pendekatan ini dinilai relevan dengan karakter masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi nilai gotong royong. Melindungi diri sendiri dan keluarga melalui produk syariah dianggap sejalan dengan semangat berbagi di bulan suci.

Perencanaan keuangan yang matang memang tidak selalu mudah di tengah godaan diskon dan tekanan sosial untuk tampil sempurna di hari raya. Namun, Sun Life Syariah mengajak masyarakat untuk mulai memandang THR bukan sebagai bonus, melainkan sebagai modal.

Dengan membagi dana secara cerdas untuk kewajiban agama, pelunasan utang, perayaan Lebaran, tabungan, dan perlindungan, masyarakat tidak hanya memastikan hari raya yang meriah, tetapi juga masa depan yang lebih tenang.

“Selamat merencanakan THR dengan bijak, dan selamat merayakan Idulfitri bersama keluarga tercinta,” demikian pesan yang disampaikan perusahaan yang telah beroperasi di lebih dari 15 negara ini.