Nasional

Forum Global Bahas Beras Rendah Karbon, Menko: Indonesia Akan Bangun Besar-besaran

×

Forum Global Bahas Beras Rendah Karbon, Menko: Indonesia Akan Bangun Besar-besaran

Sebarkan artikel ini

SinarHarapan.id-Preferred by Nature membuka International Sustainable Rice Forum 2025 di Jakarta. Forum ini mendorong percepatan adopsi praktik pertanian padi berkelanjutan. Mereka menargetkan peningkatan kesejahteraan petani dan perluasan akses pasar.

World Resources Institute membeberkan fakta mencengangkan tentang budidaya beras konvensional. Praktik ini menghasilkan 1,0 gigaton emisi gas rumah kaca global setiap tahunnya. Irigasi tidak efisien dan pupuk berlebihan menjadi penyumbang utama.

Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan menegaskan komitmen pemerintah Indonesia. Dalam 1-5 tahun ke depan, Indonesia akan membangun sektor pertanian secara besar-besaran. Langkah ini mencakup pengembangan varietas unggul hingga mekanisasi pertanian.

Dubes Uni Eropa Denis Chaibi menjanjikan dukungan penuh melalui program SWITCHAsia. Mereka mendorong praktik lebih hijau dan memperkuat rantai nilai regional. Kolaborasi ini bertujuan membangun sistem pangan yang lebih berkelanjutan.

Executive Director Preferred by Nature Peter Feilberg menekankan pentingnya aksi nyata. Menurutnya, ilmu pengetahuan untuk transformasi sudah tersedia saat ini. Mereka perlu menjembatani sains dengan kebijakan dan praktik di lapangan.

Proyek Low Carbon Rice menunjukkan progress nyata di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Proyek ini mendukung 67 penggilingan beralih dari bahan bakar solar ke listrik. Mereka juga membangun kemitraan dengan 2.650 petani di lahan seluas 1.037 hektar.

Ketua Umum PERPADI Sutarto Alimoeso membeberkan manfaat konkret peralihan mesin. Langkah ini berhasil memotong biaya operasional hingga 40%. Selain itu juga berhasil mengurangi emisi karbon sekitar 15%.

Forum ini menghadirkan pembicara kelas dunia dari IRRI, SRP, World Bank, dan FAO. Mereka menggelar diskusi panel dan sesi interaktif selama dua hari penuh. Fokus utamanya pada pembiayaan hijau dan integrasi kebijakan nasional.

Berbagai inovasi dan kemitraan sudah menunjukkan dampak positif bagi lingkungan. Forum ini menjadi langkah penting menuju pengarusutamaan praktik ramah iklim. Seluruh pemangku kepentingan berkomitmen memperkuat transformasi ini.

ISRF 2025 menegaskan posisi strategis Indonesia sebagai produsen beras utama dunia. Kolaborasi lintas sektor ini mempercepat transformasi sistem pertanian berkelanjutan. Mereka menargetkan terwujudnya ketahanan pangan yang tangguh dan ramah iklim.