SinarHarapan.id-GIIAS 2026 tak sekadar pameran kendaraan. Ajang ini juga menjadi ruang diskusi strategis melalui GIAC dan Daily Seminar. Dua program ini digelar di Garuda Main Hall, ICE BSD City, sejak 30 Juli lalu.
The 20th GAIKINDO International Automotive Conference mengusung tema besar “Eye of The Future for Indonesia Automotive Industry”. Konferensi ini membahas arah masa depan industri di tengah pergeseran teknologi dan kerja sama global. Acara berlangsung pada Selasa (4/8).
Anton Kumonty, Ketua Penyelenggara, menyampaikan arti penting konferensi ini. GIAC 2026 bertujuan memberikan wawasan tentang kondisi terkini dan prospek industri. Potensi Indonesia sebagai tujuan investasi otomotif juga menjadi sorotan utama.
Baca juga :Setia Temani Perjalanan, Daihatsu Hadirkan Program Service Tanpa Khawatir di GIIAS
“Kami berharap diskusi memberi masukan berharga bagi pemerintah dan pelaku ekonomi,” ujar Anton. Kolaborasi dinilai kunci memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok otomotif global. Tema konferensi pun dipilih untuk menjawab tantangan masa depan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keynote speech. Ia menyoroti peran industri otomotif sebagai motor penggerak ekonomi nasional. Efek berganda tercipta melalui konsumsi masyarakat, manufaktur, investasi, dan penyerapan tenaga kerja.
“Tantangan ke depan bukan hanya adopsi kendaraan listrik,” tegas Purbaya. Nilai tambah domestik, investasi, dan daya saing industri harus dimaksimalkan. Sinergi regulasi pemerintah dan kesiapan industri menjadi kunci transformasi.
Konferensi menghadirkan pembicara dari berbagai latar belakang. Andrew Nasuri dari GAIKINDO, Oliver Sperling dari Jerman, dan Mitsuru Myochin dari Jepang turut berbicara. Diskusi dimoderatori Jahen Fachrul Rezki dari LPEM FEB UI.
Keberagaman perspektif ini mencerminkan kolaborasi internasional. Kebijakan, inovasi, dan kerja sama global dibahas secara mendalam. Industri otomotif Indonesia pun diharapkan semakin kompetitif di kancah dunia.
Selain GIAC, Daily Seminar digelar selama dua hari berturut-turut. Rabu (5/8), seminar bertema “Mengkaji Ulang Peta Jalan Industri Otomotif Nasional”. Evaluasi strategis dilakukan agar industri tetap tangguh dan kompetitif.
Jongkie D. Sugiarto membuka acara dengan paparan. Narasumber dari Kemenko Perekonomian, Kemenperin, LPEM UI, dan IBC hadir. Diskusi dipandu Anton Jimmi Suwandy sebagai moderator.
Kamis (6/8), seminar mengangkat topik pengelolaan limbah baterai. “Membangun Sistem Pengelolaan Limbah Baterai yang Berkelanjutan” menjadi tema utama. Narasumber dari KLH, Kemenperin, PPLI, dan GGGI Indonesia turut serta.
Seminar ini membahas penanganan dan daur ulang baterai purnapakai. Seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik, isu ini semakin krusial. Ekosistem berkelanjutan menjadi fokus diskusi antara pemerintah dan pelaku industri.
Kedua program menunjukkan komitmen GAIKINDO mendorong transformasi industri. Inovasi, keberlanjutan, dan daya saing menjadi pijakan utama. GIIAS 2026 pun bukan sekadar pameran, melainkan platform edukatif strategis.
Sponsor besar turut mendukung kelancaran acara. Astra Credit Companies dan Toyota Astra Finance menjadi Platinum Financial Partners. Pertamina, PLN Mobile, dan OLXmobbi ikut memeriahkan pameran bergengsi ini.
GIIAS The Series 2026 akan berlanjut ke lima kota besar. Surabaya, Bandung, Semarang, Makassar, dan Bali menjadi tujuan berikutnya. Pencinta otomotif di berbagai daerah tetap bisa menikmati kemeriahan pameran.
