Gaya HidupNasional

Pagelaran Sabang Merauke 2026 Kembali digelar, Debut Raisa Jadi Srikandi dan Yura Yunita jadi Mahadewi, ‘Terbang’ hingga Naik Naga

×

Pagelaran Sabang Merauke 2026 Kembali digelar, Debut Raisa Jadi Srikandi dan Yura Yunita jadi Mahadewi, ‘Terbang’ hingga Naik Naga

Sebarkan artikel ini

Pagelaran Sabang Merauke mengusung tema Hikayat Srikandi Nusantara, menempatkan kisah perempuan-perempuan tangguh dalam cerita rakyat Indonesia

Raisa saat memerankan Srikandi pada Premier Show Pagelaran Sabang Merauke – Hanya Indonesia yang Punya “Hikayat Srikandi Nusantara” 2026 Foto: Istimewa

SinarHarapan.id– iForte, anak perusahaan PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) yang bergerak di penyediaan infrastruktur fiber optik, kembali menggelar pertunjukan seni budaya berskala besar bersama BCA. Memasuki tahun kelima sejak pertama digelar 2022, Pagelaran Sabang Merauke 2026 berlangsung di Indonesia Arena, kawasan GBK, Jakarta.

Tahun ini, Pagelaran Sabang Merauke mengusung tema Hikayat Srikandi Nusantara, yang menempatkan kisah perempuan-perempuan tangguh dalam cerita rakyat Indonesia sebagai pusat pertunjukan. Tema ini menjadi pembeda dari gelaran tahun lalu yang mengangkat Hikayat Nusantara.

Pagelaran seni budaya tersebut cukup besar dengan melibatkan hingga 1.700 pekerja seni dari berbagai bidang. Sebanyak 387 penari profesional ikut membawa ragam budaya dari Sabang sampai Merauke, dengan total 103 koreografi yang digarap oleh 11 tim koreografer profesional.

Pertunjukan ini memadukan 50 jenis alat musik tradisional, 60 musisi orkestra, dan 119 anggota paduan suara. Dari sisi visual, 16 desainer kostum terlibat untuk menghadirkan beragam rancangan pakaian adat Nusantara dengan beberapa designer terkenal tanah air tentunya sesuai nama pagelarannya yaitu dari Sabang sampai Merauke.

Foto: Rudolf Adji

Panggung tahun ini turut diramaikan 15 penyanyi nasional, termasuk Raisa, Yura Yunita, dan serta Padi Reborn. Raisa bahkan menjalani debutnya di teater musikal dengan memerankan tokoh Srikandi, sementara Yura Yunita berperan sebagai Mahadewi dan melakukan adegan terbang menggunakan sling di atas naga raksasa.

Raisa menjadi salah satu sosok yang membuka pertunjukan tersebut. Ia tampil memukau dalam busana merah yang terlihat menyala di atas panggung.

Penampilannya semakin kuat dengan atribut busur dan anak panah yang digenggamnya. Raisa pun terlihat begitu gagah memerankan sosok Srikandi, tokoh perempuan yang dikenal sebagai kesatria dalam kisah pewayangan.
“Yang seindah dan sekaya ini hanya Indonesia yang punya. Maka tugas kita melestarikannya dan perempuan sebagai Srikandi-srikandi Indonesia wajib berada di barisan terdepan,” ujar Raisa dengan busana Srikandi yang masih melekat di badannya.

Raisa da Yura Yunita saat konferensi pers masih menggunakan pakaian Srikandi dan Mahadewi

Raisa mengaku bahagia sekaligus bangga mendapat kesempatan memerankan Srikandi. Tampil dalam pagelaran tersebut bukan hanya soal memainkan karakter, tetapi juga menyampaikan pesan penting kepada penonton.

Raisa merasakan langsung respons penonton ketika dialog Srikandi disampaikan di atas panggung. Tepuk tangan yang terdengar menurutnya bukan sekadar apresiasi terhadap pertunjukan, melainkan tanda bahwa pesan yang dibawakan berhasil diterima.
“Aku sangat bahagia, bukan sekadar karena aku berada di Pagelaran Sabang Merauke yang begitu kaya ini, tapi aku bangga karena bisa menyampaikan pesan yang begitu penting, terutama di keadaan Indonesia yang saat ini,” ucap Raisa.

Sementara itu penyanyi Yura Yunita berperan sebagai Mahadewi. Ia tampil memukau dengan aksi panggung ekstrem, mulai dari terbang menggunakan sling saat menyanyikan lagu “Mahadewi” bersama Padi Reborn hingga menaiki naga raksasa berkepala tiga.

Yura Yunita saat menaiki 3 kepala Naga.  Foto: Istimewa

Di pertengahan lagu, Yura yang mengenakan kebaya hijau terbang hingga ke atas tribune Indonesia Arena. Yura Yunita mengaku selalu mendapat tantangan setiap kali tampil dalam pagelaran tersebut.

“Ini tahun ketiga aku terlibat di Pagelaran Sabang Merauke dan terus diberi tantangan-tantangan sama Mas Memet dan juga sama semua tim. Untuk melakukan tantangan ini justru…kalau kemarin sudah di sini, kayaknya tahun ini dikasih challenge lebih wow lagi kayak, why not?”kata Yura seusai pementasan. “Karena aku suka banget tantangan dan selalu pengin memberi yang terbaik ya di setiap penampilan. Apalagi tadi scene ‘Mahadewi’, itu adalah part yang paling menantang untuk seluruh tim, menurut aku,” tambah Yura.

Sutradara Rusmedie Agus menjelaskan bahwa pertemuan langsung dengan penonton menjadi bagian penting dari proses pertunjukan. Menurutnya, latihan selama berbulan-bulan merupakan persiapan sebelum energi dan respons penonton akhirnya membuat pertunjukan berkembang ketika dibawa ke atas panggung.

“Tema perempuan dipilih karena tim melihat adanya kekuatan besar dari sosok perempuan Nusantara yang selama ini belum banyak diangkat sebagai tema utama. Kisah perjuangan perempuan dari berbagai zaman kemudian menjadi fondasi cerita Hikayat Srikandi Nusantara,” jelas Rusmedie Agus saat konferensi pers.

Dari sisi musik, Music Director Elwin Hendrijanto mengatakan bahwa setiap karakter dalam pertunjukan memiliki identitas musik dan suara masing-masing. Pendekatan tersebut digunakan untuk membangun nuansa yang berbeda sekaligus membantu penonton memahami cerita dari setiap karakter.

Sementara itu, koreografer Sandhidea Cahyo menekankan bahwa pertunjukan yang melibatkan 387 penari tidak hanya mengandalkan skala besar. Setiap penari harus memahami detail gerakan dan alasan di baliknya agar koreografi tidak terasa mekanis ketika dibawakan di atas panggung.

Yura Yunita terbang menggunakan sling

Bagi iForte dan BCA, dukungan terhadap kebudayaan tidak berdiri sendiri, tetapi juga berkaitan dengan aktivitas ekonomi yang tumbuh di sekitarnya. Kegiatan budaya membuka ruang bagi pekerja seni, pelaku UMKM, industri kreatif, hingga berbagai usaha pendukung untuk ikut bergerak dan mendapatkan manfaat ekonomi.

Dari sudut iForte, keterlibatan dalam Pagelaran Sabang Merauke juga menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mendukung ekosistem kreatif dan kebudayaan Indonesia. Sementara bagi BCA, kebudayaan dan perekonomian memiliki hubungan yang erat karena ketika kegiatan budaya tumbuh, aktivitas ekonomi di sekitarnya juga ikut berkembang.

Di luar pertunjukan, iForte dan BCA juga menghadirkan BCA UMKM Fest x Cultural Fair yang dapat dikunjungi secara gratis hingga 23 Agustus. Tiket Pagelaran Sabang Merauke 2026 tersedia melalui Tiket.com, dengan promo diskon hingga 25% untuk pengguna kartu atau layanan pembayaran BCA.

Pagelaran Sabang Merauke yang sudah memasuki tahun kelima tidak hanya menjadi panggung untuk membawa cerita Nusantara ke hadapan penonton. Gelaran ini juga menjadi ruang pertemuan antara kebudayaan, industri kreatif, dan kegiatan ekonomi yang melibatkan banyak pihak.

Pagelaran Sabang Merauke 2026 digelar selama tiga hari, mulai 21 hingga 23 Agustus 2026 di Indonesia Arena, Senayan.