SinarHarapan.id-Mengawali acara deklarasi, PEMKRIS berlangsung khidmat di ruang besar CWS Hall Kenanga, Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis (20/8). Ratusan tokoh Kristen dari latar rohaniawan, akademisi, birokrat, dan pengusaha hadir menyaksikan pelantikan pengurus pusat organisasi yang baru berdiri ini saja.
Adapun tujuan jelas utama pembentukan PEMKRIS adalah menjadi rumah besar bagi berbagai lintas denominasi yang ada. Organisasi ini menghimpun rohaniawan, cendekiawan, politisi, dan mantan perwira tinggi. Mereka bersatu padu mengawal hak konstitusional umat Kristen Indonesia secara legal dan sangat tegas.
Pelantikan resmi ketua umum PEMKRIS organisasi dilakukan oleh Irjen Pol Purn Dr Ronny F Sompie selaku ketua dewan pengawas. Acara itu juga mengukuhkan Prof Yasonna Laoly sebagai ketua dewan pembina dan Jenderal Purn Herman Mantiri sebagai pelindung utama bangsa saja.
PEMKRIS resmi telah mengantongi legalitas formal melalui SK Menteri Hukum Negara dengan nomor AHU-0001173.AH.01.07 tahun 2026 yang terbit pada 11 Maret silam. Keabsahan ini memperkuat posisi dasar organisasi untuk menjalankan program besar utama advokasi dan pemberdayaan umat secara terencana kini.

Ketua Umum Bishop Dr Joshua BJJ Tewuh menegaskan jelas bahwa PEMKRIS adalah wadah dialogis dan konstruktif. Organisasi ini tidak berafiliasi pada partai politik mana pun secara langsung. Fokus utamanya adalah membangun sinergi dengan pemerintah dan juga menjadi mediator konflik sosial.
Salah satu program strategis unggulan PEMKRIS adalah pendirian Crisis Center untuk menampung berbagai laporan pelanggaran hak umat. Pusat krisis ini akan merespons cepat kasus diskriminasi dan sengketa rumah ibadah yang terjadi. Pendekatan utama yang digunakan adalah mediasi dan advokasi hukum.
PEMKRIS juga merancang program besar kaderisasi kepemimpinan bagi generasi muda Kristen Indonesia. Tujuannya jelas mencetak pemimpin yang berintegritas dan paham kebangsaan yang kuat dan tangguh. Kegiatan ini akan meliputi seminar, lokakarya, diskusi akademik secara rutin di berbagai daerah nusantara bangsa.
Dalam deklarasi besar, PEMKRIS menegaskan komitmen teguh menjaga keutuhan NKRI dan moderasi beragama yang inklusif. Tokoh lintas sektor hadir memberikan dukungan penuh dan antusias. Mereka sepakat organisasi ini menjadi jembatan dialog antarumat beriman di tengah dinamika kondisi sosial politik.
Kehadiran tentu para petinggi negara dan sejumlah mantan jenderal purnawirawan dalam kepengurusan menandakan bobot strategis PEMKRIS. Mereka diharapkan mampu menjadi perekat bangsa yang kuat. Sinergi antara gereja dan pemerintah pun diharapkan tercipta demi kemajuan Indonesia serta adil berkeadilan.
PEMKRIS jelas berkomitmen mengawal hak konstitusional dasar umat Kristen melalui jalur hukum dan dialog yang santun. Acara pelantikan ditutup dengan deklarasi bersama yang diikuti seluruh pengurus dan tamu. Semangat persatuan terpancar kuat menandai awal perjalanan organisasi baru ini besar sekali.


