SinarHarapan.id-Indonesia meluncurkan D-8 Halal Expo Indonesia 2026 secara resmi di Jakarta, Selasa (14/1). Pameran internasional ini bakal digelar di Senayan Tennis Indoor pada April mendatang. Acara ini menjadi side event resmi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 tahun 2026.
Expo ini menegaskan komitmen Indonesia mendorong ekonomi halal sebagai kerja sama konkret negara berkembang. Mereka mengubah Halal Expo dari sekadar pameran nasional menjadi platform kolaborasi internasional. Kegiatan ini langsung menghubungkan pelaku bisnis, investor, hingga regulator global.
Direktur Sosial Budaya Kemenlu RI, Ary Aprianto, menegaskan acara ini bukan sekadar pameran dagang biasa. Ia menyebut expo sebagai katalis untuk memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia. Tujuannya mengangkat kesejahteraan pelaku usaha dan menjadikan Indonesia pusat inovasi halal.(14/1)
KNEKS juga menyatakan dukungan penuh melalui Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah, Putu Rahwidiyasa. Ia mengatakan expo menjadi langkah awal bangun jaringan ekonomi halal global. Targetnya menarik investasi langsung dan memperkuat rantai nilai halal terintegrasi di dalam negeri.

Kadin Indonesia melihat momentum ini sebagai peluang strategis bagi pengusaha nasional. Ketua Komite Tetap ICCD dan D-8 Kadin, Mohamad Bawazeer, menyebutnya pintu gerbang ke pasar D-8 yang luas. Ia menegaskan kolaborasi dari business to business untuk kemajuan bersama.
Expo ini hadir di tengah tantangan fragmentasi perdagangan global dan dinamika geopolitik. Ekonomi halal justru berkembang menjadi kekuatan strategis dan instrumen diplomasi baru. Mereka memproyeksikan expo sebagai solusi diversifikasi pasar bagi negara anggota.
Baca juga : Halal Fair The Series 2024 Dimulai di Yogyakarta dengan 111 Peserta UMKM
Pameran akan melibatkan sektor strategis seperti pangan halal, kosmetik, farmasi, hingga keuangan syariah. Mereka juga akan menghadirkan paviliun negara dan lembaga perdagangan internasional. Hal ini menjadikan Jakarta sebagai hub strategis dialog ekonomi halal global.
CEO SkyConnection, Aryo Wibisono, merancang expo dengan pendekatan ekosistem end-to-end. Fokus utama mereka adalah business matching yang ketat dan terkurasi. Setiap pertemuan ditargetkan menghasilkan kesepakatan bisnis konkret yang berdampak nyata.
Expo mengusung sejumlah keunggulan strategis seperti skala internasional dan kehadiran buyer terkurasi. Mereka juga mengedepankan kolaborasi lintas kementerian dan pendekatan halal dari hulu ke hilir. Target terukur melalui LoI dan MoU menjadi indikator kesuksesan.
Indonesia menegaskan posisinya sebagai penghubung strategis ekonomi halal global melalui expo ini. Mereka mewujudkan visi keketuaan Indonesia di D-8 untuk memperkuat solidaritas dan kesejahteraan bersama. Segala informasi lebih lanjut dapat diakses melalui media sosial resmi penyelenggara.




