Ekonomi

JCI in Business 2026: Personal Branding Founder Kini Penentu Kepercayaan Pasar

×

JCI in Business 2026: Personal Branding Founder Kini Penentu Kepercayaan Pasar

Sebarkan artikel ini
JCI Indonesia National Convention 2026: Membangun Brand Manusiawi, Meraih Koneksi Nyata.(Doc : JIB Session)
JCI Indonesia National Convention 2026: Membangun Brand Manusiawi, Meraih Koneksi Nyata.(Doc : JIB Session)

SinarHarapan.id-Lanskap persaingan bisnis di Indonesia kembali mengalami pergeseran signifikan. Logo, produk, dan strategi komunikasi korporasi tak lagi menjadi satu-satunya penentu kepercayaan publik. Sosok founder dan pemimpin bisnis kini menjelma menjadi elemen vital dalam membentuk persepsi pasar yang semakin kritis.

Fenomena tersebut menjadi sorotan utama dalam JCI in Business (JIB) Session. Mengangkat tema “Humanizing the Brand: Kekuatan Personal Branding Founder vs Corporate Branding”, sesi ini menjadi bagian rangkaian JCI Indonesia National Convention 2026. Diskusi strategis ini dirancang untuk menjawab tantangan zaman yang kian kompleks.

Acara bergengsi tersebut akan digelar pada Kamis, 1 Oktober 2026, pukul 08.30–12.30 WIB. Lokasinya di Lausanne Ballroom, Swissôtel Jakarta PIK Avenue. JIB Session mempertemukan pelaku bisnis dan profesional untuk membedah bagaimana personal branding founder dapat berjalan beriringan dengan corporate branding perusahaan secara harmonis.

Tiga pembicara berlatar belakang bisnis berbeda dijadwalkan hadir. Mereka adalah Tommy Wong dari Billionaire Mindset Indonesia, Angela Tanoesoedibjo, Co-CEO MNC Group, serta Ardi Setiadharma, CFO Prasetia Setiadharma. Sesi ini akan dimoderatori oleh Citra Ruli dari Optima Talenta, memastikan diskusi berjalan tajam dan aplikatif.

Perkembangan media sosial dan ekonomi digital membuat batas antara personal branding dan corporate branding semakin tipis. Bagi banyak perusahaan, founder tidak lagi hanya berperan sebagai pengambil keputusan di balik layar. Sosoknya dapat menjadi bagian dari bagaimana publik mengenal, memahami, dan membangun kepercayaan terhadap sebuah perusahaan.

Di sisi lain, corporate branding tetap memiliki fungsi penting dalam memastikan bisnis memiliki identitas yang konsisten. Identitas ini harus tetap kokoh, terlepas dari siapa individu yang berada di baliknya. Persinggungan antara kedua pendekatan inilah yang menjadi pembahasan utama dalam JIB Session kali ini.

Melalui tema “Humanizing the Brand”, peserta diajak melihat bagaimana sebuah brand dapat membangun hubungan lebih dekat dengan publik. Caranya tanpa kehilangan kekuatan identitas korporasinya. Pembahasan ini relevan bagi para entrepreneur dan business owners yang harus membangun bisnis sekaligus kredibilitas sebagai pemimpin industri.

JIB Session tidak berhenti pada diskusi konseptual mengenai branding. Setelah sesi utama, acara dilanjutkan dengan Business Matching Session yang mempertemukan lebih dari 100 business owners dari berbagai industri. Format ini memberikan kesempatan peserta mengembangkan networking secara langsung, bertukar pengalaman bisnis, hingga mengeksplorasi potensi kerja sama lintas industri.

Dengan demikian, JIB dirancang untuk mempertemukan dua kebutuhan penting dalam dunia bisnis saat ini: insight dan connection. Peserta tidak hanya mendapatkan perspektif dari para pembicara, tetapi juga memiliki kesempatan membawa percakapan tersebut ke dalam jaringan bisnis yang lebih luas dan produktif.

JCI in Business merupakan salah satu rangkaian agenda dalam JCI Indonesia National Convention 2026. Acara ini diselenggarakan oleh JCI Jayakarta sebagai host chapter pada 1–2 Oktober 2026. NatCon 2026 mengusung tema “Believing is Achieving” dan mempertemukan anggota JCI dari berbagai daerah di Indonesia serta jaringan JCI dari sejumlah negara Asia.