Internasional

Jejak Tari yang Menguatkan Persahabatan

×

Jejak Tari yang Menguatkan Persahabatan

Sebarkan artikel ini

Kesan Positif Penari Indonesia di Peringatan 75 Tahun Hubungan Indonesia-Pakistan, Momentum Eratkan Kerja Sama Kedua Negara Bersahabat

SinarHarapan.id – Islamabad pagi itu masih menyisakan hawa musim gugur ketika rombongan Paguyuban Citra bersiap pulang ke Jakarta. Para penari yang sepekan lebih berada di Pakistan itu membawa pulang bukan hanya kenangan panggung, tetapi juga kesan yang menghangatkan hubungan dua negara yang telah bersahabat selama 75 tahun.

Mereka dilepas langsung oleh Duta Besar RI untuk Pakistan, Chandra W. Sukotjo, dan istri, Tamara Y. Sukotjo, di Bandara Internasional Islamabad. Satu per satu para penari membagikan pengalaman yang mereka sebut “tak terduga”, “hangat”, dan “membuka mata”.

Kegembiraan penari saat tiba di Islamabad. (Foto: KBRI Islamabad)

Pengalaman Pertama yang Mengesankan

“Senang sekali melihat antusiasme pengunjung dan apresiasi luar biasa dari mereka,” ujar Ari Wisaksono, Ari Tulang, yang bertugas sebagai show director dalam dua agenda besar KBRI: Resepsi Diplomatik dan Indonesian Expo 2025.

Gak nyangka, ternyata Islamabad bagus!” lanjutnya, disambut tawa Said Rachmat sang koreografer yang menimpali, “Kunjungan ke Islamabad ini di antara yang terbaik!”

Sentuhan gemerlapnya Silk Road masa lalu, masih cukup kental di Pakistan. (Foto: KBRI Islamabad)

Kesan serupa muncul dari Taty Gobel. “Tak terasa, semingguan lebih di Pakistan. Kami menikmati Islamabad yang hijau, segar, dan tidak macet!” katanya. Ia bahkan melihat peluang baru, “Bisa dijajaki kerja sama di bidang fesyen!”

Bagi KBRI Islamabad, komentar-komentar itu menjadi suntikan energi. Kehadiran Paguyuban Citra bukan sekadar memeriahkan panggung perayaan, melainkan memperkuat jembatan hubungan antar masyarakat, pilar penting bagi kerja sama yang lebih luas di bidang ekonomi, perdagangan, pariwisata, pendidikan, maupun kesehatan.

Menyempatkan shalat di Masjid Faisal Islamabad, masjid terbesar di Pakistan sebagai hadiah Raja Faisal dari Arab Saudi. (Foto: KBRI Islamabad)

Melampaui Stereotip

“Sebelum berangkat, teman-teman sempat kaget. Beneran berani?” cerita Ratu Dewi sambil tertawa kecil. Namun keraguan itu segera hilang begitu ia tampil di hadapan masyarakat Pakistan. “Ternyata mereka antusias banget. Menurutku, kegiatan ini berdampak nyata bagi hubungan bilateral Indonesia–Pakistan.”

Citra, salah satu penari lain, merasakan hal serupa. Setelah batal tampil di sejumlah negara Timur Tengah pada 2023 akibat konflik, panggung Islamabad menjadi ruang yang ia syukuri. “Tampil di Pakistan berkesan begitu dalam. Bangga jadi bagian dari perayaan ini.”

Pandangan publik internasional tentang kawasan Asia Selatan kerap dipenuhi berita keamanan dan kekerasan, termasuk pengeboman yang pernah terjadi di Islamabad. Narasi itulah yang membuat banyak orang Indonesia enggan melirik Pakistan sebagai tujuan wisata atau kerja sama ekonomi. Padahal, peluang di kedua sektor terbuka luas.

Menikmati awal musim dingin di keramaian sekitar Masjid Faisal Islamabad (Foto: KBRI Islamabad)

Diplomasi yang Menyentuh Publik

“Hubungan ekonomi dan hubungan antar masyarakat merupakan pilar penting hubungan bilateral Indonesia-Pakistan,” ujar Duta Besar Chandra dalam pidato resmi pada Resepsi Diplomatik di Movenpick Hotel Islamabad.

Dua hari setelah itu, Indonesian Expo 2025 digelar di Centaurus Mall, pusat perbelanjaan terbesar di Islamabad. Ribuan warga berbaur menyaksikan tarian, fesyen, dan stan produk Indonesia.

“Persahabatan tidak boleh hanya berada di ruang-ruang tertutup. Ia harus hidup di tengah masyarakat,” kata Dubes Chandra saat membuka expo.

Suara kedekatan juga datang dari tokoh Pakistan. Senator Mushahid Hussain Syed, Ketua PAIDAR, mengenang masa kecilnya di Jakarta sebagai putra Atase Pertahanan pertama Pakistan untuk Indonesia. “Indonesia punya tempat istimewa di hati masyarakat Pakistan,” ujarnya sambil mengenakan batik pemberian Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Dua Negara, Satu Rasa Akrab

Pujian turut hadir dari komunitas seni Pakistan. “KBRI Islamabad selalu punya cara tersendiri untuk tampil unik, hebat, dan berkelas,” ujar Usman Shah dari Nifty Sphere Institute of Arts and Design. “Kami harus belajar banyak dari kalian!”

Dari ballroom hotel hingga pusat perbelanjaan, dari panggung tari hingga percakapan hangat antarpelaku budaya, rangkaian peringatan 75 tahun hubungan Indonesia–Pakistan membuka ruang pertemuan yang jujur dan dekat.
Di antara senyum penari yang bersiap terbang pulang itu, diplomasi terasa bukan sekadar urusan negara, tetapi juga soal perjumpaan manusia yang saling menghargai.

(Sumber: KBRI Islamabad)

Internasional

Islamabad –  Peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Pakistan berlangsung meriah di Hotel Movenpick, Islamabad, Sabtu (9/11/2025). Ratusan tamu undangan…