26 February 2024

SinarHarapan.id – Kementerian Komunikasi dan InformatikaRI (Kemenkominfo) berkolaborasi dengan Komunitas Indonesian Entrepreneur Club (IEC) penyelenggarakan seminar literasi digital untuk mengedukasi dan mempromosikan gaya hidup yang bahagia dengan tidak tergantung pada perjudian online. Acara ini menyoroti pandangan bahwa judi online bukanlah cara yang benar untuk memperkaya diri atau mencapai kebahagiaan, melainkan dapat menyebabkan sengsara dan masalah finansial.

“Dengan adanya seminar ini kita bisa lebih mengerti akan bahaya judi online dan memahami bahwa judi online tidak akan bisa membuat kita memperkaya diri dan bahagia, yang ada hanya membuat kita jatuh ke lubang kemiskinan,” ucap Syarifudin Sagoe selaku Ketua Komunitas Indonesian Entrepreneur Club (IEC) dalam sambutannya pada acara kegiatan seminar literasi digital Komunitas Indonesian Entrepreneur Club di Cafe Pak Kumis, Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, Selasa (23/01/2024).

Dalam acara tersebut, Wasekjen BPC HIPMI Pasaman Barat, Muhammad Nasir berbagi pemahaman tentang dampak negatif dari judi online pada kehidupan individu dan keluarga. Nasir menekankan pentingnya kesadaran finansial, pengelolaan uang yang bijaksana, dan investasi dalam pengembangan diri untuk terhindar dari judi online.

“Perlu digarisbawahi bahwa kita harus bisa memahami finansial keuangan pribadi maupun keluarga serta dapat mengelolanya dengan bijak agar tidak tergiur dengan judi online. Dikarenakan pintu awal judi online itu dikarenakan faktor ekonomi,” ucapnya.

Nasir juga menambahkan terkait dampak dari judi online bisa membuat seseorang menjadi ketagihan untuk selalu memainkannya. Hal ini menjadi berbahaya dikarenakan seseorang yang sudah ketagihan judi online sulit dibendung keinginannya dan lebih mengandalkan emosinya serta tidak bisa berpikir secara jernih.

“Dampak judi online membuat kita candu yang bisa membuat kita sering terlibat dengan hukum, dikarenakan semisal kita sudah candu, kita bisa menghalalkan segala cara termasuk tindakan kriminal untuk mendapatkan uang agar bisa bermain judi online,” tambahnya.

Di kesempatan yang sama, Marthin Sinaga selaku pegiat literasi digital juga memberikan pengertian bahwa kegiatan judi online sama sekali tidak memberikan
dampak yang positif. Dan untuk melakukan pencegahan harus adanya kesinambungan baik dari pemerintah maupun dari individu agar judi online bisa diberantas.

“Baik offline maupun online judi tidak ada yang bisa memberikan dampak positif. Kita sebagai warga negara di Indonesia ini, semisal ingin judi online ini bisa terhapus, maka mulai dari individu diri kita sendiri untuk menghindari dan mengajak untuk tidak bermain judi online,” jelasnya.

Marthin juga mengingatkan tidak ada yang namanya orang bisa kaya secara instan, melainkan perlu yang namanya kerja keras untuk memperolehnya. Dari hasil situlah maka orang akan bisa menikmati apa arti kebahagiaan sebenarnya dengan tanpa bermain judi online.

“Tidak ada yang lebih bahagia dari hasil keringat sendiri. Bukan dari yang kita duduk dan mengharapkan durian runtuh. Dengan hasil kerja keras dan apa yang kita dapat, kita bisa menjadi lebih dekat dengan Tuhan untuk lebih bisa bersyukur,” terangnya.

Komunitas Indonesia Entrepreneur Club (IEC) berharap bahwa acara seminar ini dapat menjadi langkah awal untuk mengubah persepsi masyarakat terhadap judi online dan mendorong individu untuk mencari kebahagiaan melalui cara yang positif dan produktif. Melalui pendidikan dan kesadaran, mereka berupaya membangun masyarakat yang lebih kuat, sejahtera, dan bebas dari dampak negatif perjudian online.

Sebagai informasi, kegiatan Seminar Literasi Digital Komunitas Indonesian Entrepreneur Club (IEC) dengan tema “Bahagia Tanpa Judi Online” merupakan rangkaian kegiatan program Indonesia Makin Cakap Digital yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Kegiatan ini dihadiri sebanyak kurang lebih 200 peserta yang terdiri kalangan masyarakat di kabupaten Singkil Aceh. (rht)