SinarHarapan.id-Di sebuah pabrik di Cikarang, Jawa Barat, deretan sel baterai lithium dirangkai dengan presisi oleh lengan robotik. Proses itu bukan sekadar produksi, melainkan babak baru industri otomotif Indonesia. Wuling merangkai baterai kendaraan listrik di tanah air sejak Desember 2024.
Pada 17 September 2026, Wuling Motors menerima Apresiasi Inisiatif Produksi EV Nasional dalam Katadata ESG Insight (KESGI) Award 2026. Penghargaan diserahkan di Sudirman Hall, Sequis Tower SCBD, Jakarta, dalam rangkaian Katadata Sustainability Action for the Future Economy (SAFE) 2026 bertema “The Green Changer.”

Penghargaan ini bukan hadiah instan. KESGI Award 2026 menilai 58 perusahaan lintas 13 sektor berdasarkan 15 topik dan lebih dari 150 indikator per sektor. Metodologi mencakup tiga pilar utama: lingkungan, sosial, dan tata kelola, divalidasi panel ahli ESG senior.
Dari Cikarang, Membangun Rantai Pasok
Fasilitas produksi baterai MAGIC di Cikarang dibangun dengan investasi sekitar Rp87 miliar. Fasilitas ini menjadi tulang punggung lokalisasi komponen kendaraan listrik Wuling. Produksi baterai lokal digunakan untuk Cloud EV dan BinguoEV.
MAGIC Battery mengusung teknologi Multifunction Unitized Structure Technology yang terinspirasi desain sayap pesawat. Struktur baterai terintegrasi ringan, kuat, dan modular, meningkatkan kekuatan struktural hingga 60 persen. Lapisan keramik memberikan perlindungan ekstra pada sel baterai.
Sistem manajemen baterai berbasis kecerdasan buatan memantau kondisi secara real-time. Teknologi ini mendeteksi lebih dari 240 parameter keamanan dan memberikan peringatan dini. Produksi baterai melalui lima stasiun dengan teknologi robotik presisi tinggi.
Baca juga :Aira EV Dominasi GIIAS 2026, Wuling Raih 3.290 SPK dan Dua Penghargaan
TKDN dan Ambisi Menuju 60 Persen
Seluruh lini kendaraan listrik Wuling memiliki TKDN di atas 40 persen. Wuling Darion EV mencatat TKDN 42,5 persen, dengan baterai sebagai komponen lokal terbesar. Aira ev juga mengantongi TKDN 42,5 persen dan dibanderol untuk mobilitas perkotaan.
Pemerintah menetapkan target TKDN kendaraan listrik minimal 40 persen hingga 2026. Angka itu meningkat menjadi 60 persen pada 2027-2029, dan 80 persen mulai 2030. Wuling menyatakan siap mengikuti peta jalan tersebut.

Enam Model, Satu Komitmen
Enam model elektrifikasi Wuling menggunakan baterai rakitan lokal. BinguoEV hadir sebagai ikon mobilitas harian, sementara Cloud EV mengedepankan kenyamanan kabin. Darion EV dan PHEV menjadi MPV keluarga dengan pilihan teknologi elektrifikasi.
Eksion EV dan PHEV tampil sebagai SUV tujuh penumpang untuk perjalanan keluarga. Aira ev melengkapi lini sebagai city car listrik untuk mobilitas perkotaan. Mitra EV hadir sebagai kendaraan listrik komersial untuk kebutuhan usaha produktif.
Pasar yang Tumbuh Pesat
Hingga April 2026, populasi kendaraan listrik Indonesia mencapai 468.231 unit. Sebanyak 242.909 unit merupakan kendaraan roda dua dan 223.100 unit roda empat. Penjualan BEV semester I 2026 mencapai 70.095 unit atau 16,06 persen pangsa pasar.
Aira ev membukukan lebih dari 3.500 Surat Pemesanan Kendaraan hanya dalam dua pekan setelah peluncuran di GIIAS 2026. Capaian ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik kompak. Wuling menjadi pelopor perakitan baterai EV lokal.

Dekarbonisasi dan Masa Depan
Kehadiran kendaraan listrik lokal mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Lokalisasi baterai menumbuhkan nilai tambah domestik dan memperkuat rantai industri nasional. Ini sejalan dengan agenda dekarbonisasi transportasi Indonesia.
Ricky Christian, Marketing Director Wuling Motors, menyatakan penghargaan ini menjadi motivasi memperkuat kontribusi terhadap ekosistem elektrifikasi. Wuling berkomitmen meningkatkan TKDN dan mendukung pertumbuhan industri kendaraan listrik nasional secara berkelanjutan.
Perjalanan Wuling di Indonesia telah menembus 180 ribu unit produksi sejak 2017. Lebih dari 10.000 unit kendaraan buatan Cikarang diekspor ke berbagai negara. Wuling menjadi produsen otomotif asal China pertama yang merakit baterai EV secara lokal di Indonesia.
Tren elektrifikasi akan terus bergerak. Namun pabrik di Cikarang telah membuktikan bahwa Indonesia bukan sekadar pasar, melainkan bagian dari rantai produksi global. Di situlah makna penghargaan ini menemukan fondasinya.



