SinarHarapan.id– Pesugihan adalah salah satu rahasia gelap yang tersimpan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Kepercayaan bahwa manusia bisa menjual jiwanya demi dunia bukan hanya ada dalam satu tradisi iman, ia hidup di hampir setiap lapisan masyarakat.
Kini, untuk pertama kalinya, film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah menghadirkan konfrontasi yang belum pernah ada sebelumnya: iman Katolik berhadapan langsung dengan pesugihan, dalam sekuel yang skalanya jauh melampaui film pertamanya.
Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment secara resmi mengumumkan Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, sekuel dari Kuasa Gelap (2024) yang sukses meraih lebih dari 1,4 juta penonton di bioskop Indonesia, terjual ke 53 negara, dan menduduki peringkat teratas di Netflix Indonesia pada awal 2025. Syuting dimulai April 2026.
Film ini disutradarai oleh Rizal Mantovani, sutradara senior di balik sejumlah film horor Indonesia paling berpengaruh. Naskah ditulis oleh Andri Cahyadi dan Robert Ronny, dengan Robert Ronny dan Prima Taufik sebagai produser, serta Andi Boediman sebagai produser eksekutif. Produksi didukung oleh Legacy Pictures, WOW Multinet Pictures, dan Virtuelines Entertainment.
Jerome Kurnia dan Lukman Sardi kembali sebagai Romo Thomas dan Romo Rendra, dua karakter yang telah menjadi ikon baru film horor religi Indonesia. Bergabung bersama mereka adalah sederet wajah baru: Venly Arauna (Daniel), Keysha Angelica (Nia), Sisca Saras (Suster Aloysia Muda), Lydia Kandou (Suster Aloysia), Kiki Narendra (Romo Wicaksana), Ferry Salim (Halim), Feby Febiola (Linda), dan Faiz Vishal (Bayu).
“Kuasa Gelap: Perjanjian Darah mengangkat tema yang belum pernah hadir di layar lebar Indonesia: pesugihan dari sudut pandang iman Katolik. Pesugihan bukanlah sekedar fiksi atau takhayul semata. Ini adalah kenyataan yang masih terjadi di banyak daerah di Indonesia. Dan bukan hanya satu jiwa yang dipertaruhkan, tapi keselamatan seluruh desa,” ujar produser Robert Ronny.
“Saya merasa tertantang sekaligus terhormat dipercaya menyutradarai film ini. Di Perjanjian Darah, pertarungan imannya jauh lebih brutal. Kedalaman tema film ini jauh melampaui film pertama,” ungkap sutradara Rizal Mantovani.

Lukman Sardi, yang memerankan Romo Rendra, mengungkapkan antusiasmenya kembali ke IP Kuasa Gelap. Baginya, Perjanjian Darah akan membuka lapisan baru dari karakter yang ia perankan. “Romo Rendra akan mengalami cobaan iman terbesar, sesuatu yang sangat manusiawi,” ujar Lukman Sardi.
“Romo Thomas adalah salah satu karakter favorit yang pernah saya perankan. Dan saya selalu menganggap peran Romo Thomas sebagai blessing bagi saya,” ujar Jerome Kurnia.
“Pesugihan adalah kenyataan sosial Indonesia yang selama ini tersimpan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Ketika manusia memilih perjanjian dengan kegelapan, siapa yang bisa memutusnya? Film ini adalah jawaban kami,” kata produser eksekutif Andi Boediman.
Ikuti perkembangan terbaru film horor eksorsisme persembahan Paragon Pictures & Ideosource Entertainment, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, melalui media sosial resmi @kuasagelap.id. Film ini akan tayang di bioskop Indonesia di tahun ini.






