SinarHarapan.id-Industri kendaraan listrik Tanah Air kembali mendapat amunisi segar. Stellantis, raksasa otomotif global, secara resmi meluncurkan merek Leapmotor di Indonesia pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang berlangsung di ICE BSD City. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen jangka panjang korporasi asal Eropa tersebut di pasar Tanah Air.
Peluncuran Leapmotor dilakukan bersama PT Indomobil National Distributor sebagai mitra strategis. Yang menarik, kehadiran Leapmotor tidak sekadar impor kendaraan utuh. Stellantis memulai produksi lokal di fasilitas PT National Assemblers, menjadikan Indonesia sebagai basis manufaktur strategis di Asia Tenggara. Langkah ini diharapkan mempercepat pengembangan industri kendaraan listrik nasional sekaligus menciptakan lapangan kerja dan transfer teknologi.
Managing Director Stellantis ASEAN, Isaac Yeo, menegaskan bahwa Indonesia memiliki peran penting dalam strategi pertumbuhan perusahaan di kawasan. “Indonesia merupakan salah satu pasar paling strategis bagi Stellantis di Asia Tenggara. Bersama PT Indomobil National Distributor, kami tidak hanya meluncurkan Leapmotor, tetapi juga memulai investasi jangka panjang melalui produksi lokal. Ini merupakan bukti komitmen kami untuk tumbuh bersama Indonesia,” ujarnya di sela-sela pameran.
Kehadiran Leapmotor melengkapi strategi Stellantis Brand House, sebuah konsep ritel yang menghadirkan Citroën, Jeep, dan Leapmotor dalam satu ekosistem terintegrasi. Melalui konsep ini, konsumen dapat menemukan pilihan kendaraan sesuai kebutuhan dan gaya hidupnya dalam satu jaringan. Hingga akhir 2026, Stellantis menargetkan 52 outlet Brand House tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
CEO Leapmotor International, Tianshu Xin, menyebut Indonesia membuka babak baru dalam perjalanan global Leapmotor. “Kami menghadirkan kendaraan listrik yang memadukan inovasi teknologi, kualitas global, dan pengalaman berkendara yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan konsumen Indonesia. Kami percaya ini merupakan awal dari perjalanan panjang Leapmotor di Indonesia,” tuturnya.
Leapmotor bukanlah pemain sembarangan di industri kendaraan listrik. Perusahaan asal Tiongkok ini dikenal dengan tingkat integrasi teknologi tertinggi, di mana lebih dari 65 persen komponen utama kendaraan dikembangkan dan diproduksi sendiri. Mulai dari sistem penggerak listrik, baterai, kokpit digital, hingga arsitektur elektronik semuanya dibuat secara mandiri. Pendekatan ini memungkinkan Leapmotor menghadirkan inovasi lebih cepat dan efisiensi biaya yang kompetitif.
Pencapaian Leapmotor di pasar global patut diperhitungkan. Pada tahun 2025, perusahaan ini berhasil menjadi merek start-up New Energy Vehicle (NEV) nomor satu di Tiongkok berdasarkan volume penjualan, dengan pengiriman global mencapai 596.555 unit. Angka itu lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Momentum tersebut berlanjut pada semester pertama 2026, dengan total pengiriman 356.487 unit. Bahkan, pada Juni 2026, Leapmotor membukukan rekor penjualan bulanan tertinggi sepanjang sejarah, yaitu 93.376 unit.
CEO PT Indomobil National Distributor, Tan Kim Piauw, menyatakan optimisme terhadap masa depan Leapmotor di Indonesia. “Didukung pengalaman panjang Indomobil di industri otomotif, jaringan distribusi nasional, serta dimulainya produksi lokal, kami optimistis Leapmotor akan berkembang bersama pasar Indonesia dan menghadirkan pengalaman kepemilikan kendaraan listrik yang semakin mudah dijangkau oleh masyarakat,” katanya.
Sebagai langkah awal, Leapmotor memperkenalkan dua model kendaraan listrik berbasis baterai, yaitu Leapmotor B10 dan Leapmotor C10. Keduanya dikembangkan untuk menjawab kebutuhan konsumen Indonesia yang menginginkan kendaraan listrik dengan teknologi pintar, standar keselamatan tinggi, kenyamanan, dan kualitas berstandar global.
Leapmotor C10 diposisikan sebagai Global Family SUV yang menawarkan ruang kabin lapang dan kenyamanan premium bagi seluruh anggota keluarga. Bersama Leapmotor B10, kedua model tersebut merepresentasikan filosofi pengembangan yang memadukan inovasi kendaraan listrik dengan pengalaman engineering global Stellantis. Hasilnya, kedua model meraih standar keselamatan bintang lima Euro NCAP, dilengkapi teknologi ADAS Level 2, serta karakter pengendalian yang disempurnakan melalui proses chassis tuning bersama tim engineering Stellantis di Balocco, Italia.
Harga kompetitif menjadi daya tarik utama. Leapmotor B10 dipasarkan dengan harga Rp499 juta, sementara Leapmotor C10 dibanderol Rp618 juta on-the-road Jakarta. Untuk menyambut debutnya di Indonesia, Leapmotor menghadirkan penawaran khusus selama GIIAS 2026 bagi 500 pelanggan pertama. Selama periode pameran, Leapmotor B10 dapat dimiliki dengan harga Rp449 juta, sedangkan Leapmotor C10 ditawarkan dengan harga Rp598 juta.
Pengunjung GIIAS 2026 dapat menyaksikan langsung Leapmotor B10 dan C10, sekaligus menjelajahi jajaran Citroën dan Jeep di booth Stellantis hingga 9 Agustus mendatang. Kehadiran tiga merek global tersebut dalam satu ekosistem mencerminkan visi Stellantis menghadirkan solusi mobilitas lengkap bagi berbagai kebutuhan pelanggan Indonesia.
