SinarHarapan.id – Logika terbalik dan prematur bila kita sejak dini mencurigai pemberian makan dan susu gratis harian pelajar dan dan santri yang digagas pasangan calon Presiden dan Wakil Prediden RI Prabowo – Gibran. Sesumbar Ketum DPP RAPI (Relawan Prabowo Peduli Pendidikan Indonesia) Drs. H. Darjo, M.M. menyampaikan hal itu ketika disinggung awak media tentang potensi korupsi diprogram makan dan susu gratis di rumah pemenangan Prabowo – Gibran Jl. Imam Bonjol No. 25 Menteng, Jakarta Pusat.

Menurut H. Darjo, ini program super prioritas, kolosal dan terbuka diawasi oleh segenap komponen bangsa mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pengawasannya di lapangan. Di samping itu, tentu otomatis melibatkan Kepala Sekolah, Guru, Pengawas, Komite Sekolah, Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota, Dinas Kesehatan, Inspektorat, BPK, BPKP, Tim Pemantau Independen dll.

Lebih lanjut H. Darjo menuturkan, kita berbaik sangka dulu, jangan dibangun stigma negarif dan apriori berlebihan apalagi ketakutan akan gagal. Yakinlah program ini disambut hangat dan gembira oleh siswa dan santri di seluruh Indonesia. Begitu juga pemangku kepentingan pendidikan lainnya
termasuk para gubernur, bupati/walikota, camat dan kepala desa karena program ini tidak membebani APBD.

Program impresif ini terlalu sulit dijadikan ladang korupsi, tutur H. Darjo, karena makanan dan susu itu dikonsumsi oleh puluhan juta pelajar dan santri setiap hari di seleluruh Indonesia. Mereka bisa saja melaporkan dan memviralkan apabila citaranya tidak enak, sizenya tidak standar, warnanya tidak sesuai, kandungan gizi atau nutrisinya tidak cukup, penyajiannya tidak baik, higienitasnya tidak terjamin, halalan thayyiban terabaikan dsb.

Menutup percakapannya H. Darjo
Ketua Ketum DPP RAPI dan juga Ketua Wanbin DPP Komunitas Kimia Terapan Indonesia (KKTI) itu mengatan bahwa mungkin ada agenda tersembunyi dari Bapak Prabowo dan Gibran tentang Program Prioritas Terbaik Cepat Makan dan Susu Gratis Harian Pelajar dan Santri, yaitu mengajarkan budaya positif pendidikan karakter kepada pelajar dan santri agar sejak dini mengawasi diri sendiri
dan belajar mengawasi kinerja pemerintah di lembaga pendidikannya. ***