SinarHarapan.id-Di tengah menjamurnya tawaran kemitraan usaha, Asosiasi Franchise Indonesia bersama Dyandra Promosindo menggelar pameran waralaba terbesar, IFRA 2026. Edisi ke-25 ini mengusung tema “Empowering the Growth of Ethical Franchising” sebagai respons atas maraknya skema bisnis tanpa kejelasan legal.
Tahun ini penyelenggaraan berlangsung 28–30 Agustus di ICE BSD City. “Kami menargetkan 250 merek unggulan dari 175 perusahaan berpartisipasi,” ujar Daswar Marpaung, Presiden Direktur Dyandra Promosindo. Proyeksi pengunjung mencapai 30 ribu secara hibrida, menjadikan IFRA ruang temu strategis pelaku usaha.
Direktur Bina Usaha Perdagangan Kementerian Perdagangan, Franciska Simanjuntak, menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap penyelenggaraan IFRA 2026. “Rasio kewirausahaan nasional baru 3,29 persen, masih tertinggal dari negara tetangga,” ungkapnya. Waralaba menjadi jalur strategis dengan target pertumbuhan 7 persen tahun ini.
“Kami mendorong lahirnya wirausaha baru melalui program Campuspreneur,” tambah Franciska. Ekosistem kemitraan yang legal dan akuntabel menjadi fokus utama sejalan dengan semangat IFRA 2026. Dukungan ini memperkuat posisi pameran sebagai katalis pertumbuhan ekonomi nasional.
Data Kementerian Perdagangan mencatat hingga April 2026 terdapat 327 STPW yang diterbitkan, terdiri dari 165 pemberi waralaba dalam negeri dan 162 luar negeri. Angka ini terus bertambah seiring meningkatnya kesadaran pelaku usaha akan pentingnya legalitas dalam menjalankan bisnis kemitraan.
Pakar waralaba Anang Sukandar menyoroti kekayaan kuliner Indonesia yang belum banyak digarap menjadi bisnis terstandardisasi. “Indonesia punya banyak jenis masakan yang bisa dikembangkan. Sangat disayangkan jika dibangun asal-asalan tanpa sistem kuat,” tegasnya.
“Waralaba adalah konsep pemasaran sekaligus strategi perluasan usaha dengan business format jelas,” lanjut Anang. Sektor F&B berkontribusi 50-55 persen terhadap ekonomi setiap negara. Keunikan dan keunggulan menjadi kunci agar tidak mudah ditiru pesaing.
Beragam program menarik disiapkan panitia, mulai dari Business Talkshow, IFRA Women’s Talk, hingga Celebpreneur Talkshow. Pengunjung juga bisa mengikuti IFRA Content Clash, Interactive Quiz, Lucky Draw, dan Business Mascot Competition. Sektor usaha yang hadir meliputi F&B, pendidikan, kesehatan, dan lainnya.
Kompetisi IFBCC 2026 memasuki edisi ke-10 dengan tiga finalis terpilih dari berbagai universitas. Banasentra dari Universitas Komputama Cilacap, Kiddienaries dari BINUS University, dan Okane dari Institut Teknologi Bandung akan mempresentasikan ide bisnis di hadapan juri dan pengunjung.
Pengumuman pemenang IFBCC akan berlangsung dalam IFRA Awards & Business Night pada 30 Agustus 2026 di Main Stage ICE BSD City. Momen ini menjadi ajang apresiasi bagi para calon entrepreneur muda berbakat yang siap mengembangkan ide-ide inovatifnya.
Tiket IFRA 2026 dibanderol Rp60.000 dan dapat dipesan melalui www.ifra-indonesia.com. Promo buy 1 get 1 berlaku untuk pemesanan online hingga 27 Agustus 2026. Informasi lengkap dapat diakses melalui Instagram @ifra_expo atau situs resmi penyelenggara.





