Otomotif

Mesin Diesel Boros? Coba 6 Tips Perawatan Ini dari Pertamina Fastron

×

Mesin Diesel Boros? Coba 6 Tips Perawatan Ini dari Pertamina Fastron

Sebarkan artikel ini
6 Tips Rawat Mesin Diesel Agar Tetap Irit di Tengah Kenaikan Biaya Operasional.(Doc : Pertamina Fastron)
6 Tips Rawat Mesin Diesel Agar Tetap Irit di Tengah Kenaikan Biaya Operasional.(Doc : Pertamina Fastron)

SinarHarapan.id-Di tengah kabar baik penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) yang baru saja diumumkan pemerintah, pemilik kendaraan diesel tetap dihadapkan pada tantangan menjaga efisiensi biaya operasional. Pasalnya, konsumsi bahan bakar yang boros kerap kali bukan semata-mata karena harga BBM, melainkan kondisi mesin yang kurang terawat. Mesin diesel modern yang tidak dirawat dengan baik dapat bekerja tidak optimal, meningkatkan konsumsi BBM, dan berujung pada risiko kerusakan yang lebih besar.

Para ahli otomotif menekankan bahwa perawatan mesin adalah investasi jangka panjang, bukan sekadar rutinitas tahunan. Ketika komponen-komponen dalam mesin diesel tidak berfungsi maksimal, efisiensi pembakaran pun ikut menurun. Akibatnya, BBM yang seharusnya hemat justru terbuang percuma. Karena itu, pemilik kendaraan diesel perlu memperhatikan enam tips perawatan berikut agar kendaraan tetap irit dan performa mesin tetap prima.

Mulianto, Tim Brand Owner Pertamina Fastron, mengingatkan bahwa perawatan berkala harus dilakukan sebelum gejala kerusakan muncul. “Perawatan berkala perlu dilihat sebagai investasi untuk menjaga efisiensi kendaraan diesel, dan bukan hanya dilakukan ketika muncul gejala kerusakan. Kondisi mesin yang terawat membantu menjaga pembakaran tetap optimal sehingga konsumsi bahan bakar lebih efisien dan umur pakai komponen mesin menjadi lebih panjang,” ujarnya.(1/8) 

Tak Cuma BBM Murah, Ini 6 Kunci Mesin Diesel Tetap Efisien dan Awet.(Doc : Red)
Tak Cuma BBM Murah, Ini 6 Kunci Mesin Diesel Tetap Efisien dan Awet.(Doc : Red)

Tips pertama, lakukan penggantian filter bahan bakar secara berkala. Filter ini berfungsi menyaring kontaminan sebelum bahan bakar masuk ke sistem injeksi. Filter yang kotor dapat mengganggu suplai bahan bakar sehingga performa mesin menurun. Kedua, gunakan bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan. Penggunaan BBM yang tepat membantu menjaga proses pembakaran berlangsung optimal sekaligus melindungi komponen injeksi yang bekerja pada tekanan tinggi.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Hadirkan Ekosistem Digital Terintegrasi di GIIAS 2026

Ketiga, jangan menunda penggantian oli dan filter oli. Oli berfungsi melumasi, mendinginkan, dan melindungi komponen mesin dari keausan, serta mengkondisikan jelaga sisa pembakaran. Sementara itu, filter oli yang kotor dapat mengganggu sirkulasi pelumasan sehingga kinerjanya tidak maksimal. Keempat, bersihkan saluran injeksi dan ruang bakar setelah kendaraan menempuh sekitar 20.000 kilometer. Pembersihan ini, yang dikenal dengan istilah purging, dapat menjaga proses pembakaran tetap optimal. Gunakan cairan pembersih non-korosif agar komponen tidak rusak.

Kelima, perhatikan perawatan turbocharger dengan selalu melakukan idling selama 2 hingga 5 menit sebelum mesin dimatikan. Kebiasaan ini membantu turbocharger bekerja optimal dan memperpanjang usia pakainya. Keenam, perhatikan sistem pendingin mesin dengan melakukan pengurasan setelah menempuh sekitar 40.000 kilometer. Mesin diesel bekerja pada temperatur tinggi sehingga sistem pendingin harus selalu dalam kondisi prima. Penggantian coolant secara teratur membantu mencegah overheat dan kerusakan fatal.

Selain enam tips di atas, pemilihan oli yang tepat juga memegang peranan penting. Oli untuk kendaraan diesel harus sesuai dengan spesifikasi dan kekentalan yang direkomendasikan pabrikan agar mampu memberikan perlindungan optimal, menjaga kebersihan mesin, dan mendukung efisiensi bahan bakar. Pertamina Fastron Diesel SAE 5W-30, misalnya, merupakan oli fully synthetic dengan spesifikasi ACEA A5/B5 yang dirancang khusus untuk memberikan perlindungan maksimal pada mesin diesel modern sekaligus mendukung efisiensi berkendara.

Di tengah meningkatnya biaya operasional, perawatan mesin bukan lagi sekadar rutinitas. Perawatan berkala dan penggunaan oli yang sesuai spesifikasi membantu menjaga performa mesin, mempertahankan efisiensi bahan bakar, serta mengurangi risiko kerusakan yang dapat menimbulkan biaya perbaikan lebih besar di kemudian hari. Dengan menerapkan tips-tips tersebut, pemilik kendaraan diesel bisa tetap tenang melaju, irit, dan awet di jalan raya.