Internasional

Pasca Raih Lonjakan 400 Persen, Indonesia Siapkan Strategi Baru untuk Kuasai Pasar Tiongkok di CAEXPO 2026

×

Pasca Raih Lonjakan 400 Persen, Indonesia Siapkan Strategi Baru untuk Kuasai Pasar Tiongkok di CAEXPO 2026

Sebarkan artikel ini

SinarHarapan.id-Pemerintah kembali memasang target ambisius untuk memburu pangsa pasar ekspor di Tiongkok. Setelah mencatatkan lonjakan transaksi hingga 400 persen pada tahun lalu, Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI mulai menggalang sinergi nasional untuk memastikan partisipasi Indonesia dalam The 23rd China-ASEAN Expo (CAEXPO) dan China-ASEAN Business and Investment Summit (CABIS) 2026 tidak sekadar mempertahankan momentum, tetapi melesat lebih jauh.

Peluncuran kick-off yang digelar di Jakarta pada Jumat (13/3/2026) lalu menjadi penanda bahwa Indonesia tidak ingin sekadar menjadi peserta, tetapi pemain utama di ajang pameran perdagangan terbesar antara Tiongkok dan ASEAN yang akan berlangsung pada 17-21 September 2026 mendatang di Nanning International and Exhibition Center (NICEC), Guangxi.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag, Fajarini Puntodewi, yang membacakan sambutan Menteri Perdagangan Budi Santoso dalam acara tersebut, menegaskan bahwa Tiongkok bukan lagi sekadar mitra dagang biasa. Dengan total nilai perdagangan kedua negara yang pada 2025 menembus angka lebih dari USD130 miliar, posisi Tiongkok sebagai mitra utama sudah tidak terbantahkan.

“Tiongkok tetap menjadi mitra dagang utama kita. Melalui CAEXPO ke-23 ini, kita ingin memastikan produk-produk bernilai tambah hasil karya anak bangsa tidak hanya sekadar hadir, tapi mampu mendominasi pasar regional,” ujar Mendag Budi Santoso dalam sambutan yang dibacakan Dirjen PEN di Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Optimisme itu bukan tanpa dasar. Fajarini memaparkan bahwa capaian delegasi Indonesia pada CAEXPO-CABIS 2025 menjadi pijakan yang kokoh. Kala itu, Paviliun Indonesia berhasil mencatatkan peningkatan transaksi hingga 400 persen dibandingkan tahun 2024. Tidak hanya itu, delegasi yang terdiri dari lebih dari 100 pelaku usaha juga membukukan kesepakatan investasi senilai total Rp2,18 triliun, dengan jumlah pengunjung yang mencapai 226.000 orang.

“Melihat capaian 2025 yang sangat signifikan, kami yakin tahun 2026 ini potensinya jauh lebih besar. Kami akan lebih selektif dalam mengurasi produk yang memiliki demand tinggi di Tiongkok, mulai dari produk pangan olahan, furnitur, hingga komoditas strategis lainnya,” ungkap Fajarini.

Pemerintah kali ini membawa misi yang lebih terstruktur. Indonesia diharapkan berperan sebagai mitra strategis utama dengan empat fokus utama: produk unggulan dan industri bernilai tambah, promosi investasi dan kawasan industri, penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok regional, serta kolaborasi teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Langkah ini sekaligus menjawab tantangan diversifikasi ekspor yang selama ini didominasi komoditas mentah seperti besi baja, batu bara, dan minyak sawit.

Untuk mewujudkan target tersebut, Kemendag kembali menunjuk PT Pandu Arjuna (PAR) Indonesia sebagai panitia pelaksana. Direktur PT PAR, Guspiabri Sumowiguno, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan strategi promosi dan pengaturan teknis yang lebih matang dibanding tahun sebelumnya.

“Kami merasa terhormat kembali dipercaya sebagai pelaksana untuk CAEXPO-CABIS ke-23. Sebagaimana kesuksesan yang kita raih di tahun 2025, tim kami telah menyiapkan strategi promosi dan pengaturan teknis yang lebih matang. Harapan kami, CAEXPO 2026 menjadi titik balik bagi lebih banyak UKM dan perusahaan besar Indonesia untuk go international secara masif,” tutur Guspiabri.

Dengan persiapan yang dimulai enam bulan sebelum ajang bergulir, pemerintah optimistis bahwa gelaran tahun ini tidak hanya akan meningkatkan nilai ekspor, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan ekonomi yang diperhitungkan di kawasan Asia Tenggara dan Tiongkok.(Infopublik/IS)