Gaya Hidup

Prodia Luncurkan U-Buddy, Jembatan Data Wearable ke Insight Kesehatan

×

Prodia Luncurkan U-Buddy, Jembatan Data Wearable ke Insight Kesehatan

Sebarkan artikel ini
U-Buddy Hadir, Prodia Satukan Data Langkah Kaki dan Asupan Kalori dalam Satu Aplikasi.(Doc : Red)
U-Buddy Hadir, Prodia Satukan Data Langkah Kaki dan Asupan Kalori dalam Satu Aplikasi.(Doc : Red)

SinarHarapan.id-PT Prodia Digital Indonesia resmi meluncurkan U-Buddy, fitur terbaru dalam aplikasi U by Prodia. Peluncuran berlangsung di Prodia Tower, Jakarta. Fitur ini dirancang membantu pengguna memantau langkah kaki dan aktivitas fisik harian secara lebih praktis dan personal.

Prodia lahir dari mimpi besar dengan dua karyawan dan peralatan terbatas. Setengah abad kemudian (7 Mei 1973), anak perusahaan PT Prodia Widyahusada Tbk itu melangkah jauh meninggalkan laboratorium pertamanya.

Rabu, 7 Oktober 2026, di Prodia Tower Jakarta, PT Prodia Digital Indonesia resmi meluncurkan U-Buddy. Fitur terbaru dalam aplikasi U by Prodia ini dirancang memantau langkah kaki dan aktivitas fisik harian secara personal. Peluncuran ini menandai babak baru perjalanan Prodia dari laboratorium klinik menuju ekosistem kesehatan digital terintegrasi.

Kehadiran U-Buddy menegaskan langkah nyata Prodia dalam memanfaatkan teknologi digital. Tujuannya mendorong masyarakat membangun gaya hidup sehat secara konsisten. Fitur ini mengintegrasikan data aktivitas sehari-hari ke dalam ekosistem kesehatan digital yang selama ini dikembangkan perusahaan. Teknologi diharapkan menjadi bagian relevan dalam perjalanan kesehatan pengguna.

Baca juga :Prodia Pacu Empat Strategi Digital, Raih Pendapatan Tertinggi Dua Tahun Terakhir

Di sisi aplikasi, U by Prodia mencatatkan pertumbuhan pendapatan hampir 400 persen pada semester I 2025. Lonjakan ini menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat Indonesia mulai mengadopsi layanan kesehatan digital. U-Buddy hadir untuk memperkuat momentum tersebut dengan menyasar pengguna wearable device yang terus bertumbuh pesat setiap tahunnya.

Pasar Wearable: Data yang Berbicara

Pasar perangkat wearable Indonesia diproyeksikan mencapai USD555 juta pada 2025. Nilai itu diprediksi melesat menjadi USD1,23 miliar pada 2031 dengan CAGR 14,20 persen. Sepanjang 2025, pengiriman tahunan perangkat wearable menembus 6,40 juta unit. Pangsa premium naik menjadi 31 persen, menandakan pergeseran menuju perangkat sensorik kaya fitur.

Survei We Are Social menempatkan Indonesia di peringkat 48 global dengan 19,1 persen pengguna internet memiliki smartwatch. Angka itu jauh di bawah Kroasia yang mencapai 39,4 persen. Namun, penetrasi yang masih rendah justru menyimpan ruang tumbuh sangat besar. U-Buddy hadir untuk menjembatani kesenjangan antara kepemilikan perangkat dan pemanfaatan data kesehatan.

President Director PT Prodia Digital Indonesia, Liana Kuswandi, mengatakan U-Buddy membawa U by Prodia selangkah lebih dekat dengan pengguna. Fitur ini tidak hanya memantau aktivitas, tetapi juga membantu memahami perkembangan secara personal dan terukur. Ia berharap U-Buddy membangun kesadaran serta mendorong kebiasaan hidup sehat yang lebih konsisten.(7/10)

Prodia Luncurkan U-Buddy, Jawaban bagi Pengguna yang Ingin Progres Kesehatan Terukur.(Doc : Red)
Prodia Luncurkan U-Buddy, Jawaban bagi Pengguna yang Ingin Progres Kesehatan Terukur.(Doc : Red)

Keunggulan U-Buddy

U-Buddy berfokus mengolah data aktivitas menjadi insight kesehatan bernilai. Data dari wearable device tidak berhenti sebagai angka. U-Buddy menerjemahkannya menjadi informasi terukur, personal, dan aplikatif bagi setiap pengguna.

U-Buddy terhubung dengan semua merek smartwatch melalui Apple Health dan Google Health Connect. Pengguna dapat mencatat langkah harian, jenis olahraga, durasi aktivitas, hingga estimasi kalori terbakar secara otomatis. Fitur Personalized Step Recommendation dan Weekly Progress memberikan rekomendasi target sesuai profil. Elemen gamifikasi berupa badge dan streak menjaga konsistensi pengguna. 

Integrasi tersebut menghadirkan pengalaman pemantauan yang mulus tanpa perlu input manual berulang.

U-Buddy: Teman Baru untuk Gaya Hidup Aktif dengan Gamifikasi dan Rekomendasi Personal.(Doc : Red)
U-Buddy: Teman Baru untuk Gaya Hidup Aktif dengan Gamifikasi dan Rekomendasi Personal.(Doc : Red)

U-Buddy dibekali sejumlah keunggulan utama untuk pengalaman pemantauan optimal. Pertama, Personalized Step Recommendation dan Weekly Progress yang memberikan rekomendasi target langkah sesuai profil pengguna beserta ringkasan analisis mingguan. Kedua, fitur motivasional berupa badge dan streak pencapaian mingguan, dilengkapi Weekly Reminder untuk menjaga konsistensi latihan pengguna.

Ketiga, Integrasi Ekosistem Terpadu yang terhubung langsung dengan fitur Catatan Makanan pada Met-U. Pengguna dapat memantau keseimbangan asupan kalori dan aktivitas fisik dalam satu aplikasi. Dengan pendekatan tersebut, U-Buddy hadir sebagai teman sekaligus menghadirkan pengalaman pemantauan gaya hidup yang terintegrasi, personal, dan berorientasi progres.

Baca juga :Prodia Pacu Empat Strategi Digital, Raih Pendapatan Tertinggi Dua Tahun Terakhir

Prestasi dan Teknologi: AI sebagai Fondasi

Business & Product Director PT Prodia Digital Indonesia, Andri Hidayat mengungkapkan bahwa Prodia tengah mengembangkan AI untuk mendukung pengambilan keputusan kritis. Hasil rontgen menjadi salah satu area fokus pengembangan kecerdasan buatan internal. Teknologi ini dirancang sebagai critical decision support bagi tenaga medis, bukan sekadar alat bantu administratif.

Prodia juga mengintegrasikan AI ke layanan preventif dan prediktif. Analisis metabolik melalui Met-U menjadi salah satu keunggulan yang belum dimiliki pesaing di Asia Tenggara. Aplikasi ini dapat dibuka untuk 10 negara, membuka peluang ekspansi regional yang signifikan. Prodia memposisikan diri sebagai pionir healthtech lintas negara di kawasan.

U-Buddy juga menawarkan layanan bebas biaya konsultasi 800 dokter tanpa tes dan pembelian obat. Fitur ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengguna yang mencari kemudahan akses layanan kesehatan. Kombinasi AI, konektivitas wearable, dan jaringan dokter menciptakan ekosistem tertutup yang sulit ditiru kompetitor.

Ekosistem yang Terus Tumbuh

Sementara menurut President Director PT Prodia Digital Indonesia, Liana Kuswandi, komitmen menghadirkan teknologi sebagai bagian relevan dalam perjalanan kesehatan pengguna. U by Prodia diposisikan sebagai Your Personal Health & Wellness Companion. Platform ini siap mendampingi masyarakat menjaga kesehatan secara proaktif di setiap tahap kehidupan.

Pasar kesehatan digital Indonesia bernilai USD1,5 miliar pada 2025 dan diproyeksikan mencapai USD3,75 miliar pada 2031. Dengan CAGR 16,5 persen, ruang tumbuh masih sangat luas. U-Buddy menjadi langkah strategis Prodia mengunci posisi di tengah persaingan yang semakin ketat. Data, AI, dan wearable menjadi trilogi fondasi menuju kesehatan personal yang sesungguhnya.

Ke depan, pengembangan U-Buddy akan terus diarahkan memperkuat konektivitas antar-layanan dan health touchpoints di ekosistem U by Prodia. Langkah ini mempertegas komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menghadirkan platform digital intuitif dan relevan. Inisiatif tersebut semakin memperkuat peran U by Prodia sebagai Your Personal Health & Wellness Companion bagi masyarakat.