Nasional

PT Mayawana Persada Kerahkan 23 Unit Perangkat Pemadam, Targetkan Padam 100 Persen Karhutla di Ketapang

×

PT Mayawana Persada Kerahkan 23 Unit Perangkat Pemadam, Targetkan Padam 100 Persen Karhutla di Ketapang

Sebarkan artikel ini
Di Tengah Medan Berat dan Angin Berubah, Mayawana Persada Terus Gempur Sisa Titik Api di Areal Konsesi.(Doc : PT Mayawana Persada)
Di Tengah Medan Berat dan Angin Berubah, Mayawana Persada Terus Gempur Sisa Titik Api di Areal Konsesi.(Doc : PT Mayawana Persada)

SinarHarapan.id-Asap masih mengepul di beberapa titik areal konsesi PT Mayawana Persada. Sejak awal Agustus 2026, perusahaan terus mengintensifkan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Regu Pemadam Kebakaran dikerahkan. Posko-posko taktis dibangun di delapan titik lokasi. Tim di garis depan bergerak tanpa henti.

Sebagian besar titik api di lapangan telah berhasil dilokalisasi. Namun, tim masih menggempur sisa titik api secara intensif. Targetnya jelas: padam 100 persen. Tantangan tidak ringan. Medan berat, perubahan arah angin, dan keterbatasan debit air menjadi hambatan yang harus dihadapi setiap hari.

PT Mayawana Persada tidak berjalan sendiri. Perusahaan bahu-membahu bersama masyarakat melalui pengaktifan kelompok Masyarakat Peduli Api. Kelompok ini tersebar di desa-desa penyangga seperti Sekucing Kualan, Sekucing Labai, dan Sungai Mata-mata. Mereka telah dibekali pelatihan serta alat pelindung diri lengkap.

Sinergi diperkuat bersama instansi lintas sektoral seperti KPH Kayong Utara dan BPBD. Kolaborasi dijalankan dalam working group MATA PANDAWA. Perusahaan juga bermitra dengan Yayasan Palung melalui dukungan alat berat PC 60. Tenaga harian pemadam dikerahkan. Embung dan sekat bakar dibangun hingga ke desa luar konsesi.

Baca juga :Di Balik Asap Karhutla, PT Mayawana Persada Genggam Sains dan Kolaborasi

Posko Solidaritas Rakyat Borneo turut mendapat dukungan operasional lapangan. Perusahaan menyalurkan perangkat teknis pemadaman spesifik dan paket obat serta logistik. BPBD Kabupaten Ketapang menerima mesin pompa, fire jet nozzle, dan selang pemadam. Polres Ketapang, UPT KPH Kayong, dan BPBD Kayong Utara juga menerima dukungan serupa.

Bahu-Membahu Lawan Karhutla: Mayawana Persada Sinergi dengan Masyarakat dan Lintas Sektoral di Kayong Utara. (Doc :  PT Mayawana Persada)
Bahu-Membahu Lawan Karhutla: Mayawana Persada Sinergi dengan Masyarakat dan Lintas Sektoral di Kayong Utara. (Doc : PT Mayawana Persada)

Total 23 unit perangkat teknis pemadaman didistribusikan. Mesin pompa tipe Ministrike dan Robin disalurkan bersama perlengkapan selang. Paket obat dan logistik turut disertakan. Dukungan serupa disalurkan melalui kemitraan dengan Yayasan Palung dan posko penanganan. Distribusi ini memastikan setiap lini pemadaman memiliki peralatan memadai.

Iwan Budiman, Direktur PT Mayawana Persada, menegaskan bahwa karhutla tidak mengenal batas administrasi. Penanganannya tidak mungkin dilakukan sendiri-sendiri. Mayawana terus mengerahkan personel dan sumber daya di lapangan. Koordinasi dengan pemerintah, aparat, KPH, masyarakat, dan MPA terus diperkuat. Fokus saat ini adalah memastikan penanganan berjalan tuntas.

Sebagai komitmen mitigasi jangka panjang, perusahaan mengoptimalkan pengelolaan tata air gambut. Sebanyak 322 sekat kanal dan 74 titik embung terus dipelihara dan dipantau. Langkah ini menjaga kelembapan lahan atau rewetting. Upaya ini menjadi bagian dari strategi pencegahan agar karhutla tidak terulang di masa mendatang.

PT Mayawana Persada berkomitmen mengerahkan seluruh sumber daya. Koordinasi transparan dengan pemangku kepentingan terus dijalin. Tujuannya adalah memastikan penanganan karhutla selesai secara tuntas dan berkelanjutan. Kolaborasi menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan ini. Semua pihak bergerak bersama menuju satu tujuan: padam total.

Perjuangan di lapangan masih panjang. Tim terus berjaga, memantau, dan mendinginkan area yang telah dipadamkan. Masyarakat desa penyangga turut serta dalam pengawasan. Sinergi yang terbangun menjadi kekuatan kolektif. Mayawana Persada memastikan komitmen ini tidak berhenti sampai api benar-benar padam dan lahan kembali aman.