Foto

PTP Nonpetikemas Optimalkan Pelabuhan Cirebon sebagai Nadi Logistik Pantura

×

PTP Nonpetikemas Optimalkan Pelabuhan Cirebon sebagai Nadi Logistik Pantura

Sebarkan artikel ini
Foto udara proses sandar tongkang batubara menuju dermaga PTP Nonpetikemas Cabang Cirebon, Jawa Barat, Kamis (28/4/2026). PTP Nonpetikemas Cabang Cirebon saat ini menjadi salah satu gerbang logistik utama untuk wilayah Jawa Barat bagian timur hingga sebagian Jawa Tengah. Foto: SHID/Ruht Semiono

SinarHarapan.id – Deru mesin kapal dan riuh aktivitas bongkar muat menjadi pemandangan yang nyaris tak pernah berhenti di kawasan PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) Nonpetikemas Cabang Cirebon selaku pengelola Pelabuhan Cirebon. Di tengah padatnya jalur distribusi Pantai Utara Jawa, PTP Nonpetikemas Cabang Cirebon tumbuh menjadi salah satu simpul logistik strategis yang menjaga denyut pergerakan ekonomi nasional. Dari dermaga inilah beragam komoditas penting keluar masuk setiap hari, menghubungkan rantai pasok industri dari Pulau Kalimantan dan Sumatera menuju kawasan industri di Jawa Barat hingga Jawa Tengah.

Sebagai pelabuhan multipurpose yang terus berkembang, PTP Nonpetikemas Cabang Cirebon menangani berbagai komoditas curah kering seperti batu bara, pasir, clinker, semen, hingga gypsum. Tak hanya itu, aktivitas curah cair juga bergerak dinamis melalui distribusi CPO, minyak sawit, biosolar, hingga aspal. Sementara pada layanan general cargo, pelabuhan ini dipercaya menangani bongkar muat alat berat, project cargo, hingga pipa untuk mendukung proyek-proyek strategis nasional.

Kesibukan di pelabuhan ini semakin terasa ketika kapal-kapal tongkang bermuatan batu bara mulai memasuki alur pelayaran. Tug boat bergerak sigap memandu kapal sandar dengan presisi di tengah padatnya aktivitas dermaga. Di balik manuver yang terlihat sederhana tersebut, terdapat koordinasi panjang antara operator terminal, awak kapal, hingga tenaga kerja bongkar muat yang bekerja tanpa henti menjaga kelancaran arus logistik.

Kinerja operasional PTP Nonpetikemas Cabang Cirebon pun menunjukkan tren yang terus bertumbuh. Hingga Oktober 2025, throughput tercatat mencapai 3,2 juta ton atau meningkat sekitar tujuh persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2,9 juta ton. Pertumbuhan tersebut didorong tingginya aktivitas bongkar muat komoditas curah kering seperti batu bara, jagung, tanah liat, pasir, hingga pasir kuarsa yang terus meningkat seiring kebutuhan industri nasional.

Produktivitas bongkar muat di pelabuhan ini juga berhasil melampaui target perusahaan. Capaian Ton per Ship per Day (T/S/D) mencapai 2.705,93 atau lebih tinggi sekitar 8,85 persen dari target yang ditetapkan. Angka tersebut menjadi gambaran bagaimana efisiensi operasional terus diperkuat untuk memastikan kapal dapat melakukan bongkar muat secara cepat, aman, dan tepat waktu.

Keberadaan PTP Nonpetikemas Cabang Cirebon kini tidak hanya menjadi penopang logistik wilayah Jawa Barat bagian timur, tetapi juga melayani distribusi menuju berbagai kawasan industri seperti Bandung, Karawang, Purwakarta, Tegal hingga Ajibarang. Beragam komoditas strategis yang masuk melalui pelabuhan ini kemudian didistribusikan ke berbagai sektor industri dan pembangunan, menjadikan Pelabuhan Cirebon sebagai gerbang logistik penting di jalur Pantura.

Didukung fasilitas dermaga yang memadai, armada bongkar muat yang andal, serta koordinasi operasional yang solid, PTP Nonpetikemas Cabang Cirebon terus memperkuat posisinya sebagai pelabuhan modern yang kompetitif. Di tengah dinamika perdagangan dan pertumbuhan industri nasional, pelabuhan ini hadir bukan sekadar tempat sandar kapal, melainkan penggerak utama roda ekonomi yang menjaga arus distribusi tetap hidup dari pesisir Pantura untuk Indonesia. Foto dan Teks: Ruht Semiono