Gaya Hidup

Syukuran dan Peluncuran Poster Film “Terikat Jalan Setan”, Ketika Dunia Gaib Menembus Peradaban Modern

×

Syukuran dan Peluncuran Poster Film “Terikat Jalan Setan”, Ketika Dunia Gaib Menembus Peradaban Modern

Sebarkan artikel ini

Film yang lahir dari kegelisahan sutradara melihat masyarakat hidup dalam kemajuan tetapi tak berdaya hadapi tekanan hidup dan akhirnya mengambil jalan pintas lewat dunia mistis

Para pemain dan Sutradara melakukan sykuran selesainya film "Terikat Jalan Setan"

SinarHarapan.id- Merayakan syukuran atas selesainya syuting film berjudul “Terikat Jalan Setan” layak untuk di syukuri mengingat produksi filmnya memakan waktu cukup lama, hingga satu setengah tahun.

Acara syukuran digelar di salah satu kedai kopi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, selain sutradara Harry Dagoe, hadir pula para pemain, baik senior maupun pendatang baru, seperti Yama Carlos, Elly Ermawaty, Erna Santoso, Erlando Saputra, Dessy Murthy, Gabriella Larasati, Della Ogini, Haniv Hawakin, Madeline, Mervinta, dan lainnya.

Harry Dagoe mengatakan, acara ini selain syukuran juga meluncurkan poster dan trailer film `Terikat Jalan Setan` film bergenre horor. Namun Harry mengaku, trailer filmnya masih digarap, hari ini hanya syukuran dan mengenalkan poster film.

Poster Film Terikat Jalan Setan
Foto: Istimewa

Film ini merupakan eksplorasi mendalam pengalaman pribadinya sejak tahun 1979 hingga dewasa, tentang keberadaan ilmu hitam, iblis, dan setan yang masih nyata di tengah masyarakat modern. “Film ini lahir dari kegelisahan saya melihat masyarakat hidup dalam kemajuan tetapi tak berdaya menghadapi tekanan hidup. Banyak orang akhirnya mengambil jalan pintas lewat dunia mistis, tekanan yang bahkan terasa lebih menghimpit dibanding masa penjajahan dulu,” ungkap sang sutradara Harry Dagoe.

Film ini menghadirkan tiga cerita horor yang terjalin dalam satu kisah utama, secara autentik menggambarkan okultisme lokal Indonesia, terutama Jawa. Harry Dagoe ingin menakuti penonton dengan pendekatan yang unik. Ia dengan tegas menolak gaya horor Barat yang sering hanya mengejar sensasi visual tanpa kedalaman psikologis dan budaya.
“Memindahkan okultisme lokal ke layar lebar dengan gaya Barat seperti ‘pemerkosaan’ budaya bagi saya,” jelas Harry Dagoe.
“Saya sangat hati-hati dan fokus dalam menyatukan skrip, visual, dan montage agar mampu menghadirkan atmosfer mistis lokal secara sinematik, memberikan dampak emosional mendalam yang bertahan lama setelah penonton meninggalkan bioskop.”Imbuhnya.

Yama Carlos

Aktor utama Yama Carlos (sebagai Bismo) menuturkan pengalamannya, “Mas Harry Dagoe itu gila kalau membuat film. Selama 25 tahun saya berkarya sebagai aktor, baru kali ini distutradarai dengan perspektif dengan adegan yang sangat unik, yang belum pernah saya alami sebelumnya. Beliau membuat kami benar-benar larut dalam peristiwa fiktif yang terasa nyata baik cinta, kemarahan, hingga kehadiran sosok gaib di depan kami.”Jelasnya.

Aktris senior Erna Santoso juga menceritakan, “Saya pernah mendadak vertigo dan lupa dialog saat syuting malam hari. Saat panik, Mas Harry hanya menenangkan saya pelan-pelan. Aneh” setelah beberapa menit, adegan tersebut ternyata sudah selesai direkam, dengan hasil yanng sangat baik bagi mas Harry. Itu pengalaman gaib pertama saya di lokasi syuting sepanjang puluhan tahun menjadi pemeran.” ujarnya.

Pengamat film senior Yan Wijaya berkomentar saat mengunjungi lokasi syuting di Papandayan, Garut,
“Selain beberapa adegan ikonik, Harry Dagoe juga menghadirkan satu shot khusus sebagai penghormatan bagi sutradara maestro dunia, yang merupakan panutannya. Ini seperti kode cinta bagi para pencinta film.”ungkap Yan Wijaya.

Salah satu visual paling ikonik dalam film ini adalah kemunculan sosok gaib yang lahir dari jantung pisang di malam purnama, sebuah gambaran yang pasti akan meninggalkan kesan mendalam bagi penonton.

Film ini juga didukung oleh sederet pemeran yang dipilih secara cermat dan pas sesuai karakter pemain untuk menggambarkan autentisitas emosional cerita.