Internasional

Tim Aju Indonesia Tiba di Myanmar

×

Tim Aju Indonesia Tiba di Myanmar

Sebarkan artikel ini

Atase Pertahanan RI di Myanmar, Kolonel Marinir Budi Cahyono, menyambut kedatangan Tim Aju Satgas Bantuan Kemanusiaan di Bandara Nay Pyi Taw, Selasa (1/4).

Atase Pertahanan RI di Myanmar, Kolonel Marinir Budi Cahyono, menyambut kedatangan Tim Aju Satgas Bantuan Kemanusiaan di Bandara Nay Pyi Taw, Selasa (1/4). (Foto: Puspen TNI)

SinarHarapan.id – Atase Pertahanan RI di Myanmar, Kolonel Marinir Budi Cahyono, menyambut kedatangan Tim Aju Satgas Bantuan Kemanusiaan di Bandara Nay Pyi Taw, Selasa (1/4). Tim terdiri atas personel gabungan TNI, Kemlu, Kemenkes, BNPB, Basarnas, Baznas, serta kru Hercules TNI AU.

Setelah menempuh rute penerbangan dari Halim ke Banda Aceh dan berlanjut ke Myanmar, Tim Aju tiba dengan membawa bantuan dasar. Bantuan mencakup logistik serta satu unit truk INASAR milik Basarnas untuk kegiatan misi kemanusiaan.

Baca Juga: TNI Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Myanmar

Misi Bantuan dan Penilaian Dampak Gempa

Tim aju akan menilai situasi di wilayah terdampak gempa dan mendirikan Posko Satgas Bantuan Kemanusiaan. Posko ini akan menjadi pusat kendali operasi dalam mendistribusikan bantuan secara efektif.

Pada Senin (31/3), Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., memberikan pembekalan kepada tim aju sebelum keberangkatan. Pembekalan ini dilakukan setelah rapat tingkat menteri yang membahas bentuk bantuan Indonesia bagi Myanmar pascagempa berkekuatan 7,7 magnitudo.

Pengorbanan di Tengah Perayaan Lebaran

Suharyanto mengapresiasi dedikasi tim yang rela meninggalkan keluarga saat perayaan Idul Fitri. “Di saat masyarakat merayakan Idul Fitri bersama keluarga, kita harus bertugas membantu saudara kita di Myanmar,” ujarnya.

Tim bertugas memantau dan berkoordinasi terkait kebutuhan tenaga profesional serta bantuan logistik. Pemerintah berharap bantuan dapat tepat sasaran dan segera meringankan beban korban gempa.

Keberangkatan Tim dan Optimisme dalam Misi

Tim Aju berangkat menggunakan pesawat Hercules dari Halim menuju Banda Aceh, lalu ke Nay Pyi Taw. “Besok tim langsung ke lokasi terdampak dan mulai menjalankan tugas,” kata Suharyanto.

Ia juga mengingatkan bahwa pengalaman membantu korban bencana di Turki dan Suriah pada 2023 membuktikan kesiapan Indonesia dalam menangani misi kemanusiaan. “Saya optimis tim sekarang lebih siap. Kita bekerja sebagai satu kesatuan,” tambahnya.

Bantuan Indonesia untuk Myanmar

Bantuan kemanusiaan ke Myanmar bukan yang pertama kali dilakukan Indonesia. Sebelumnya, pada Juni 2023, Indonesia telah mengirimkan 45 ton logistik senilai 7,8 miliar rupiah untuk korban Siklon Mocha. Bantuan ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam solidaritas kemanusiaan global.