Internasional

Tim INASAR Indonesia Gerak Cepat Bantu Myanmar

×

Tim INASAR Indonesia Gerak Cepat Bantu Myanmar

Sebarkan artikel ini

Tim kemanusiaan Indonesia tiba di Bandara Naypyidaw, Myanmar, pada Selasa (1/4) pukul 14.00 waktu setempat. Mereka terdiri atas personel Indonesia Search and Rescue (INASAR), anggota TNI, serta perwakilan lembaga terkait.

Tim kesehatan memberikan pelayanan kesehatan kepada warga lokal Myanmar. Titik pelayanan kesehatan berada di sekitar Base of Operation tim INASAR. (Foto: Tim INASAR)

SinarHarapan.id – Tim kemanusiaan Indonesia tiba di Bandara Naypyidaw, Myanmar, pada Selasa (1/4) pukul 14.00 waktu setempat. Mereka terdiri atas personel Indonesia Search and Rescue (INASAR), anggota TNI, serta perwakilan lembaga terkait. Setelah mendarat, tim segera menuju Base of Operation (BoO) di wilayah Naypyidaw.

“Kami langsung bergabung dengan tim USAR internasional untuk mempercepat proses pencarian korban,” ujar salah satu anggota INASAR. Tim juga berkoordinasi dengan USAR Singapura, yang bertindak sebagai koordinator sektor pencarian di Naypyidaw dan Mandalay.

Baca Juga: Indonesia Kirim 124 Ton Bantuan ke Myanmar

Koordinasi dengan Otoritas Myanmar

Pada Rabu (2/4), tim Indonesia bertemu dengan Deputy Minister for Emergency Myanmar dalam pertemuan dengan fasilitasi ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on Disaster Management (AHA Center).

Wahyudi dari Basarnas, Brigjen. Pol. (Purn) Ary Laksmana Widjaja dari BNPB, dan Dumas Amali Radityo dari PWNI-Kemlu mewakili tim Indonesia.

Selain itu, tim juga menemui Director General dan Fire Brigade Commander Myanmar untuk membahas lokasi operasi.

Tim INASAR kemudian bertugas melakukan asesmen dan bantuan di Thukha Theiddhi Ward, tempat reruntuhan perumahan pegawai negeri sipil yang masih menyimpan korban tertimbun.

Upaya Penyelamatan Korban

Tim INASAR membagi personelnya menjadi dua kelompok, Alfa dan Bravo, untuk menjalankan operasi pencarian dan penyelamatan (USAR).

Pada hari pertama operasi, mereka berhasil mengevakuasi tiga korban jiwa dari reruntuhan.

Selain penyelamatan, tim Indonesia juga menyediakan layanan medis bagi warga terdampak.

Pos kesehatan darurat buka di sekitar BoO untuk memberikan bantuan pertama kepada korban gempa.

Rencana Operasi Selanjutnya

Pada hari berikutnya, tim akan melanjutkan pemetaan area terdampak menggunakan aplikasi ICMS.

“Kami menduga masih banyak korban terjebak di reruntuhan dan akan terus berupaya melakukan evakuasi,” kata seorang perwakilan tim.

Tim Indonesia berkomitmen memberikan bantuan maksimal bagi warga Myanmar yang terdampak gempa M7.7.