SinarHarapan.id – Lebih dari 2.000 masyarakat Indonesia di Bangkok merayakan Idulfitri 1446H di KBRI Bangkok pada 31 Maret 2025. Perayaan ini berlangsung dengan semarak meskipun gempa berkekuatan 7,7 Skala Richter mengguncang beberapa hari sebelumnya.
Pelayanan transportasi dan aktivitas publik kembali normal, memungkinkan masyarakat tetap merayakan Idulfitri dengan antusiasme tinggi. Selain warga Indonesia, perayaan ini juga dihadiri warga negara Malaysia, Pakistan, Lebanon, Portugal, dan Jepang.
Pesan Kebersamaan dan Rasa Syukur
Baca Juga:Kartunis Indonesia Ikut Pameran di Pusat Seni Bangkok
Tema perayaan tahun ini adalah Aktualisasi Nilai Takwa dalam Mewujudkan Islam sebagai Rahmatan lil Alamin. Duta Besar RI untuk Thailand, Rachmat Budiman, menekankan pentingnya rasa syukur dan solidaritas pascagempa.
“Perayaan Idulfitri kali ini menjadi momentum untuk memperkuat kembali komitmen dalam saling membantu, berbagi, dan menguatkan satu sama lain,” ujarnya.
Pelaksanaan Sholat Idulfitri
Ustadz Raji Luqya Maulah Lc. memimpin sholat Idulfitri, sementara ustadz Dr. Iqbal Maulana Alfiansyah, M.Ag. bertindak sebagai khotib. Keduanya diutus oleh Dompet Dhuafa bekerja sama dengan Majelis Taklim Masjid As-Safier KBRI Bangkok untuk menyebarkan syiar Islam.
Dalam ceramahnya, ustadz Iqbal mengajak umat Muslim untuk terus beramal kebaikan sebagai bentuk ketakwaan. Ia juga mendoakan agar korban gempa di Thailand dan Myanmar diberikan ketabahan.
Silaturahmi dan Kebersamaan Pascagempa
Setelah sholat, masyarakat mengikuti silaturahmi meskipun hujan deras sempat turun. Acara tertunda sekitar lima menit hingga hujan reda, tetapi masyarakat tetap antusias.
Mereka saling bermaafan, berbagi kabar, dan menikmati hidangan khas Idulfitri seperti lontong, sayur godog, rendang, ayam goreng, dan sambal goreng kentang. KBRI Bangkok juga menyediakan gerobak es krim khas Thailand untuk menyegarkan suasana.
Rasa Syukur Warga Indonesia di Perantauan
Satrio, Ketua Indonesian Diaspora Chapter Bangkok, merasa bersyukur bisa merayakan Idulfitri di perantauan dengan suasana seperti di Indonesia.
“Senang sekali bisa merayakan hari besar bersama Pak Dubes dan masyarakat Indonesia di dalam KBRI sambil bersilaturahmi,” katanya. Ia juga mengapresiasi komunitas Indonesia di Bangkok yang saling membantu saat terjadi gempa.
WNI di Thailand dan Kondisi Pascagempa
Menurut data KBRI Bangkok, terdapat 2.379 WNI yang berdomisili di Thailand. Hingga saat ini, tidak ada laporan WNI yang menjadi korban luka atau jiwa akibat gempa.
Meskipun musibah sempat mengguncang, masyarakat tetap bersatu dan menjadikan Idulfitri sebagai momen mempererat solidaritas serta rasa syukur.