SinarHarapan.id-Sebulan menjelang periode mudik Lebaran 2026, perhatian masyarakat mulai tertuju pada kesiapan kendaraan untuk perjalanan lintas provinsi. Durasi panjang dan kondisi lalu lintas yang sulit diprediksi menjadi tantangan tersendiri bagi para pemudik.
Kebutuhan akan kendaraan yang hemat bahan bakar, fleksibel tanpa harus sering antre di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), serta tetap nyaman di tengah kemacetan membuat teknologi hybrid generasi baru semakin relevan. Pendekatan Super Hybrid System (SHS) pada lini SUV elektrifikasi Jaecoo diposisikan sebagai solusi praktis agar mudik tetap tenang tanpa dihantui rasa khawatir kehabisan daya atau yang dikenal dengan range anxiety.
Head of Product Jaecoo Indonesia, Ryan Ferdiean Tirto, menjelaskan bahwa sistem SHS dirancang untuk menyesuaikan penggunaan mesin dan motor listrik secara otomatis sesuai kondisi jalan. Teknologi ini memungkinkan kendaraan tetap responsif saat dibutuhkan, namun tetap irit bahan bakar ketika berada dalam kemacetan.(13/2)
“Pola kerja adaptif ini membantu kendaraan tetap responsif saat menyalip, namun tetap irit saat merayap di tengah kemacetan. Ini sangat pas untuk karakter mudik kita yang jaraknya bisa ratusan kilometer,” ujar Ryan.
Teknologi SHS pada Jaecoo J7 SHS-PHEV dan Jaecoo J8 SHS-PHEV ARDIS difokuskan untuk memenuhi kebutuhan berbagai profil konsumen, mulai dari pengguna harian hingga keluarga yang membutuhkan kendaraan tangguh untuk perjalanan luar kota.
Baca juga : Inovasi Partisipatif: Jaecoo J5 EV Dijadikan Proyek Co-Creation Perdana di IIMS 2026
Kedua model tersebut saat ini sudah tersedia di jaringan dealer resmi Jaecoo yang tersebar di 25 kota di Indonesia, mulai dari Medan, kota-kota besar di Jawa, hingga Makassar. Masyarakat dapat melakukan uji coba langsung sebelum memutuskan membeli kendaraan untuk persiapan mudik.
Ryan membagikan tiga tips yang bisa menjadi acuan masyarakat saat memilih kendaraan mudik berbasis teknologi hybrid.
Pertama, pilih sistem hybrid yang ‘pintar’ menyesuaikan kondisi jalan. Mudik di Indonesia berarti siap menghadapi segala medan, dari jalanan lancar hingga macet total berjam-jam. Sistem SHS secara otomatis mengatur perpaduan mesin dan motor listrik agar tetap efisien tanpa pengemudi harus repot melakukan penyetelan manual.
Kedua, pastikan kendaraan punya jarak tempuh panjang dan fleksibilitas sumber tenaga. Kekhawatiran utama pemudik yang beralih ke kendaraan elektrifikasi biasanya adalah antrean di stasiun pengisian daya. Dengan sistem SHS, kendaraan didukung mesin dan baterai sekaligus, sehingga perjalanan bisa terus lanjut tanpa harus bergantung sepenuhnya pada ketersediaan colokan listrik di rest area. Hal ini membuat perencanaan rute mudik lebih simpel dan waktu perjalanan lebih singkat.
Ketiga, manfaatkan fitur elektrifikasi yang fungsional dan aman untuk keluarga. Salah satu contohnya adalah fitur Vehicle to Load (V2L) yang mengubah mobil menjadi powerbank raksasa berjalan. Daya dari kendaraan bisa dipakai saat beristirahat di pinggir jalan untuk menyeduh kopi, menghangatkan makanan sahur atau buka puasa, hingga mengisi daya gawai seluruh anggota keluarga. Fitur ini menjadi nilai tambah yang sangat relevan dengan kebiasaan pemudik di Indonesia.
Selain urusan mesin, faktor keselamatan di jalur yang melelahkan juga menjadi kunci. Jaecoo J7 SHS-PHEV dan Jaecoo J8 SHS-PHEV ARDIS telah dilengkapi hingga 19 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS), termasuk Adaptive Cruise Control dan Traffic Jam Assist yang sangat membantu kaki pengemudi agar tidak cepat pegal saat macet.
Untuk kenyamanan keluarga, J8 SHS-PHEV ARDIS bahkan menghadirkan fitur kursi pijat di kursi penumpang depan dan audio premium. Sementara itu, unit EV perdana Jaecoo, J5 EV, menyediakan opsi hiburan karaoke serta bagasi luas yang siap menampung tumpukan koper dan kardus oleh-oleh khas mudik.
Untuk mengoptimalkan keamanan perjalanan konsumen, Jaecoo mengimbau pengecekan kendaraan di dealer resmi melalui pemindaian sistem elektronik dan mekanikal secara menyeluruh. Tersedia program gratis atau diskon 50 persen untuk wheel alignment dengan syarat dan ketentuan berlaku.
Selama periode Lebaran, Jaecoo menyiagakan 14 Dealer Siaga di rute utama mudik. Layanan ini didukung bantuan darurat 24 jam yang mencakup towing, bantuan bahan bakar, hingga layanan home service.
Kemampuan Jaecoo di Indonesia juga diperkuat dengan catatan positif. Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Januari 2026, Jaecoo J5 EV sukses mencatat distribusi 1.942 unit dan menjadi SUV listrik terlaris. Prestasi tersebut sekaligus membawa Jaecoo menembus peringkat 9 besar merek mobil nasional.
Saat ini, jaringan dealer Jaecoo telah beroperasi di 25 titik dan ditargetkan berkembang menjadi 80 dealer pada akhir 2026. Ekspansi ini dilakukan guna menjamin ketersediaan suku cadang dan layanan purna jual bagi seluruh konsumen di Indonesia.
Dengan berbagai keunggulan teknologi SHS, fitur keselamatan lengkap, serta dukungan layanan purna jual yang terus diperluas, Jaecoo siap menemani perjalanan mudik masyarakat Indonesia agar lebih aman, nyaman, dan berkesan.
