SinarHarapan.id-Menyambut Ramadan dan Idulfitri 2026 yang diprediksi akan memicu migrasi besar-besaran masyarakat ke kampung halaman, PT Supra Primatama (Biznet) bergerak cepat mengamankan infrastruktur digital. Penyedia layanan internet tetap (fixed broadband) ini tidak hanya menyiagakan tim teknis, tetapi juga menyiapkan strategi ekspansi untuk menangkap lonjakan kebutuhan konektivitas di kota-kota tujuan mudik.
Senior Manager Marketing Biznet, Adrianto Sulistyo, mengungkapkan bahwa momen Lebaran adalah periode kritis yang menuntut kesiapan penuh. Pihaknya memprediksi pergeseran trafik signifikan dari kota besar ke daerah, seiring dengan pergerakan pemudik yang membutuhkan koneksi stabil untuk berbagai aktivitas digital.
“Kami sadar bergerak di bidang jasa. Karena itu, tim teknis tetap siaga di lapangan selama libur panjang untuk memastikan infrastruktur tetap terhubung dan gangguan dapat diantisipasi cepat,” ujar Adrianto di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Gebrakan Promo dan Kesiapan Bandwidth
Untuk memanjakan pelanggan, khususnya di wilayah tujuan mudik, Biznet menghadirkan program spesial. Perusahaan membebaskan biaya instalasi bagi pelanggan baru di area yang sudah ter-cover jaringan Biznet. Langkah ini dinilai strategis untuk menarik minat masyarakat yang ingin menikmati koneksi cepat selama berada di kampung halaman.
Dari sisi teknis, Biznet memastikan kapasitas bandwidth telah ditingkatkan. Adrianto menyebut perangkat pelanggan saat ini sudah mendukung kecepatan hingga 1 gigabit per second (Gbps), yang lebih dari cukup untuk menopang streaming, konferensi video, dan aktivitas digital lainnya selama liburan.
“Kecepatan hingga 1 Gbps memastikan pengalaman digital pelanggan tetap mulus, meski trafik melonjak,” tambahnya.
Di tengah kesibukan persiapan Lebaran, Biznet mencatatkan pencapaian bisnis yang impresif. Hingga awal Maret 2026, jumlah pelanggan perusahaan hampir menyentuh angka 900.000. Meski target 900.000 pelanggan pada 2025 meleset akibat kendala teknis seperti proyek galian infrastruktur dan permasalahan kabel darat, penetrasi layanan Biznet di Indonesia kini mencapai 20%.
“Kendala di lapangan memang ada, tetapi kami tetap optimistis. Buktinya, total pendapatan terus tumbuh,” jelas Adrianto.
Optimisme itu dibawa ke tahun 2026 dengan target pertumbuhan pelanggan sebesar 30%. Fokus utama perusahaan adalah penguatan layanan ritel (B2C) yang saat ini mendominasi 70% komposisi pendapatan, sementara segmen bisnis (B2B) berkontribusi 30%.
Untuk mencapai target ambisius tersebut, Biznet tidak hanya mengandalkan momen Lebaran. Perusahaan berencana menghubungkan langsung kabel bawah laut Biznet Nusantara Cable System-1 (BNCS-1) ke Kalimantan pada 2026, membuka akses ke kota-kota kecil yang selama ini belum tersentuh internet cepat.
Baca juga : 25 Tahun Biznet, Genjot Internet Cepat dan Merata ke Seluruh Indonesia
Di sisi hilir, Biznet menerapkan strategi peningkatan kapasitas tanpa membebani pelanggan. Pada 2026, kapasitas layanan akan dinaikkan hingga 30% tanpa perubahan harga. Contohnya, paket 65 Mbps naik menjadi 100 Mbps dengan tarif tetap Rp250.000 per bulan.
“Kami ingin pelanggan memilih kami bukan hanya karena harga, tetapi karena kualitas dan keandalan,” tegas Adrianto.
Strategi fleksibel juga diterapkan di daerah dengan sensitivitas harga tinggi. Di kuartal I-2026, Biznet menawarkan promo tarif Rp150.000 per bulan untuk kecepatan 100 Mbps di wilayah Banten seperti Angkasitung, Pandeglang, dan Anyer. Program ini disebut-sebut telah meningkatkan permintaan secara signifikan.
Dengan kemandirian infrastruktur dan komitmen pada kepuasan pelanggan, Biznet optimistis dapat mencatatkan pertumbuhan berkelanjutan dan mendukung inklusi digital di seluruh Indonesia.


