Gaya Hidup

Dari Hunian ke Kota Mandiri, Citra Maja City Jadi Favorit di Barat Jakarta

×

Dari Hunian ke Kota Mandiri, Citra Maja City Jadi Favorit di Barat Jakarta

Sebarkan artikel ini

SinarHarapan.id, Jakarta – Pengembangan kawasan barat Jakarta terus menunjukkan pertumbuhan seiring meningkatnya kebutuhan hunian yang terjangkau dan terintegrasi. Salah satu kawasan yang berkembang pesat adalah Citra Maja City, township seluas lebih dari 2.000 hektar yang dikembangkan oleh Ciputra Group di Maja, Kabupaten Lebak, Banten.

Kawasan ini dirancang sebagai kota mandiri dengan konsep berbasis Transit Oriented Development (TOD), yang terintegrasi dengan layanan KRL melalui Stasiun Maja. Dari lokasi ini, waktu tempuh menuju Jakarta berkisar 70 menit dengan biaya yang relatif terjangkau, yakni sekitar Rp5.000 hingga Rp7.000.

Sebagai kota mandiri, Citra Maja City dikembangkan dengan pendekatan berkelanjutan yang mengintegrasikan hunian, fasilitas publik, serta aktivitas ekonomi dalam satu kawasan.

Perencanaan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan konektivitas dan kemudahan mobilitas, termasuk optimalisasi akses transportasi publik. Sejumlah fasilitas telah beroperasi dan mulai menghidupkan kawasan.

Di sektor pendidikan, tersedia Sekolah Muslim Cendikia dan Sekolah Mutiara Bangsa. Layanan kesehatan didukung oleh Klinik Eco Medika yang terintegrasi dalam jaringan Ciputra Hospital.

Untuk menunjang kebutuhan gaya hidup, kawasan ini dilengkapi Ecoplaza sebagai pusat komersial dengan berbagai tenant makanan dan kebutuhan harian. Selain itu, tersedia fasilitas hiburan seperti bioskop CGV dan Fun World. Ruang terbuka hijau juga menjadi bagian penting pengembangan, di antaranya melalui Themepark Terra Garden serta fasilitas olahraga Eco Club.

Fasilitas sosial dan keagamaan turut melengkapi kawasan ini. Masjid Ar-Rahman yang baru diresmikan oleh Menteri Agama Republik Indonesia menjadi salah satu pusat aktivitas warga. Selain itu, telah tersedia Gereja Bersama, serta direncanakan pembangunan Gereja Katolik Maria Rosa Mystica.

Dari sisi aksesibilitas, keberadaan Stasiun Maja sebagai bagian dari jaringan commuter line menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan kawasan. Hal ini menjadikan Citra Maja City sebagai alternatif hunian di wilayah barat Jakarta, khususnya bagi masyarakat dengan mobilitas tinggi.

Seiring perkembangan kawasan, kebutuhan hunian yang terjangkau juga terus meningkat. Menjawab hal tersebut, Citra Maja City menghadirkan beragam pilihan rumah bagi berbagai segmen masyarakat.

Program pembiayaan turut ditawarkan, seperti skema KPR dengan bunga 0 persen hingga tiga tahun serta pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Harga hunian yang ditawarkan mulai dari Rp110 jutaan untuk satu kamar tidur, sementara untuk dua kamar tidur mulai dari Rp185 jutaan.

Unit-unit tersebut berada di dalam kawasan yang telah berkembang, dengan akses yang dekat ke fasilitas dan transportasi publik.

Dept. Head Marketing Communication Citra Maja City, Raymond Christantyo, mengatakan bahwa pengembangan kawasan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

“Citra Maja City dirancang bukan hanya sebagai kawasan hunian, tetapi sebagai lingkungan hidup yang terintegrasi. Kami melihat kebutuhan masyarakat saat ini tidak hanya pada rumah, tetapi juga kemudahan akses, fasilitas yang lengkap, serta kepercayaan yang dibangun melalui pengalaman dan reputasi Ciputra Group,” ujarnya.

Ia menambahkan, konsep TOD menjadi salah satu keunggulan utama kawasan ini.

“Dengan dukungan akses KRL yang terjangkau dan waktu tempuh yang efisien ke Jakarta, serta fasilitas yang lengkap, kami berharap Citra Maja City dapat menjadi solusi hunian bagi masyarakat urban yang mencari keseimbangan antara keterjangkauan dan kualitas hidup,” kata Raymond.

Dengan pengembangan yang terus berjalan, Citra Maja City diarahkan menjadi kawasan hunian yang tidak hanya menyediakan tempat tinggal, tetapi juga membentuk lingkungan hidup yang terintegrasi dalam jangka panjang. (Van)