Otomotif

Pembalap Rali Rifat Sungkar Beberkan Rahasia Berkendara Irit BBM

×

Pembalap Rali Rifat Sungkar Beberkan Rahasia Berkendara Irit BBM

Sebarkan artikel ini
CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 90?

SinarHarapan.id-Harga energi yang terus berfluktuasi dalam beberapa bulan terakhir membuat efisiensi bahan bakar menjadi kebutuhan mendesak, bukan sekadar gaya hidup. Namun, menurut pembalap rali nasional Rifat Sungkar, kunci hemat BBM tidak semata-mata terletak pada jenis kendaraan yang digunakan.

“Perawatan mesin yang tepat dan pola berkendara itu jauh lebih menentukan,” ujar pria yang akrab disapa Ipang itu kepada wartawan di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Lantas, apa saja yang perlu diperhatikan pengendara mobil dan motor agar tidak boros? Berikut lima tips utama dari peraih delapan gelar juara rali nasional tersebut.

Pertama, pastikan mesin dalam kondisi prima. Rifat menegaskan, mesin yang “capek” atau tidak terawat akan menghabiskan bensin jauh lebih banyak. Ia merekomendasikan penggunaan pelumas yang tepat, servis injektor berkala, serta menjaga kebersihan fuel filter dan busi. “Mobil modern sekalipun tetap butuh perawatan optimal,” tegasnya.

Kedua, hindari berkendara agresif. Kebiasaan menempel mobil di depan, lalu menginjak rem dan gas secara bergantian, menjadi biang kerok pemborosan. Rifat menganjurkan gaya mengalir (flowing) dengan menjaga jarak aman. “Hindari stop-and-go yang terlalu sering. Itu menghemat BBM secara signifikan,” katanya.

Ketiga, jaga putaran mesin (RPM) tetap rendah. Prinsip yang ia pegang sederhana: “Kecepatan setinggi mungkin di RPM serendah mungkin.” Untuk mobil otomatis, Rifat menyarankan memanfaatkan mode eco jika tersedia. Sementara untuk mobil manual, ia mengingatkan agar tidak menahan gigi rendah pada RPM tinggi.

Keempat, ubah pola pikir berkendara. Efisiensi energi, menurut Rifat, berarti mengorbankan sedikit tenaga demi penghematan. “Ini semua bisa kita lakukan,” ujarnya optimistis.

Kelima, isi BBM secukupnya. Dengan kapasitas tangki motor 3–7 liter dan mobil 35–60 liter, satu kali pengisian penuh sudah cukup untuk beberapa hari penggunaan normal. Tidak perlu mengisi berlebihan atau terlalu sering.

Di tengah gejolak harga energi, langkah-langkah sederhana ini tidak hanya meringankan dompet, tetapi juga turut mendukung penggunaan energi yang lebih berkelanjutan.