SinarHarapan.id- Panggung seni budaya Tanah Air akan kembali dimeriahkan pertunjukan “Pagelaran Sabang Merauke, Hanya Indonesia yang Punya.” Mengusung tema “Hikayat Srikandi Nusantara” pertunjukan ini akan digelar pada 21 sampai 23 Agustus 2026 di Indonesia Arena Senayan, Jakarta.
Pagelaran Sabang Merauke – Hanya Indonesia yang Punya, menghadirkan pertunjukan seni kolosal, megah, modern dan menghibur persembahan iForte bersama BCA yang menampilkan keindahan serta keberagaman Budaya Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
Sutradara pagelaran Rusmedie Agus menjelaskan bahwa tema Hikayat Srikandi Nusantara dipilih sebagai bentuk penghormatan terhadap perempuan Indonesia yang dianggap memiliki peran penting dalam kehidupan dan generasi bangsa. “Tahun ini kami dedikasikan untuk perempuan, ibu, dan anak-anak perempuan yang akan meneruskan generasi bangsa,” kata Rusmedie.
Karakter Srikandi dalam pagelaran tahun ini akan diperankan oleh Raisa Andriana. Menurut Rusmedie, sosok Srikandi dipilih karena merepresentasikan keberanian, ketangguhan, dan semangat pantang menyerah. Selain Raisa, Yura Yunita juga kembali terlibat sebagai Mahadewi setelah tampil pada edisi sebelumnya. Pagelaran tahun ini turut melibatkan sejumlah nama lain seperti PADI Reborn, Batavia Madrigal Singers, hingga berbagai komunitas seni budaya dari berbagai daerah Indonesia.

Sutradara Rusmedie Agus, menjelaskan pemilihan tema tersebut bukan tanpa alasan karena sudah menjadi napas dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Proses diskusi untuk menentukan konsep pertunjukan berlangsung intens sejak lama.
“Tema ini sebenarnya satu tema yang sudah jadi bagian dari keseharian kita. Kami terus intens berdiskusi, biasanya Pagelaran Sabang Merauke sudah mulai mendiskusikan H+1 setelah selesai pagelaran,” ujar Rusmedie Agus di Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Ia melihat adanya kekuatan besar dari perempuan yang selama ini menjadi tulang punggung sejarah bangsa, namun belum pernah mereka angkat secara khusus. Energi ini sangat layak diangkat menjadi benang merah dalam pertunjukan terbaru nanti.
“Selama ini kami melihat ada satu energi yang luar biasa tapi belum jadi tema besar. Energi luar biasa dari perempuan negeri ini yang mengawal perjalanan Nusantara. Karenanya kita angkat Hikayat Srikandi Nusantara untuk para perempuan Indonesia,” tutur Rusmedie Agus.
Dalam upaya menghidupkan cerita tersebut, tim menjatuhkan pilihan kepada sosok yang dinilai mampu mewakili semangat perjuangan. Rusmedie Agus menjelaskan alasan di balik penunjukkan pemeran utama yang akan membawa karakter legenda ke atas panggung.
“Kami menetapkan pilihan, tokoh yang tepat adalah Srikandi. Nanti ada tokoh Srikandi yang diperankan Raisa, yang juga menjadi simbol. Kita tahu Srikandi pemberani, dia pejuang, pantang menyerah,” jelasnya.
Selain Srikandi, pertunjukan ini juga menghadirkan Mahadewi yang memiliki peran dalam menjaga harmoni alam. Rusmedie Agus membeberkan sejumlah nama yang bergabung untuk melengkapi jajaran pemain utama dalam narasi ini.
“Lalu kita tahu ada Mahadewi yang diperankan Yura Yunita. Sosok penjaga laut, sosok yang memengaruhi keseimbangan semesta,” imbuhnya.

Raisa yang mendapat kepercayaan memerankan tokoh utama merasa Srikandi memiliki makna mendalam, lebih dari sekadar karakter sejarah. Ia menilai sosok tersebut representasi kekuatan yang dimiliki setiap perempuan di era modern.
“Bagi aku Srikandi bukan satu sosok, tapi simbol dari kekuatan perempuan itu sendiri. Jadi perempuan itu pilar-pilar dalam kehidupan kita semua. Jadi tema ini sangat relevan dengan zaman sekarang,” ungkap Raisa.
Melalui keterlibatan dalam pagelaran seni kolosal ini, Raisa memiliki harapan agar pesan nasionalisme dapat tersampaikan dengan baik kepada setiap pasang mata yang menonton.
Ia ingin pertunjukan ini jadi pemicu rasa bangga masyarakat terhadap identitas bangsa.
“Aku ingin penonton yang datang benar-benar menumbuhkan lagi kecintaan pada Indonesia,” pungkas Raisa.
Tak hanya pertunjukan utama, penyelenggara juga turut menghadirkan sejumlah elemen pendukung seperti BCA UMKM Fest, Cultural Fair, instalasi seni, showcase kostum budaya, hingga penampilan seniman lokal yang akan berlangsung mulai 20 Agustus 2026.




