Gaya Hidup

Pisah dari Musica Studio, D’MASIV Siap Go Internasional dan Merilis Lagu “On Our Own” dengan Logo Baru

×

Pisah dari Musica Studio, D’MASIV Siap Go Internasional dan Merilis Lagu “On Our Own” dengan Logo Baru

Sebarkan artikel ini

D'MASIV umumkan resmi akhiri kerja sama dengan label Musica dan putuskan berkarya secara independen

D'MASIV Kenalkan Logo baru Paper Plane dan Siap Go Internasional. Foto: Kolase

SinarHarapan.id- Grup band D’Masiv membawa kabar mengejutkan terkait perjalanan karier mereka di industri musik. Setelah lebih dari 20 tahun bernaung di bawah label besar, Rian Ekky Pradipta dan kawan-kawan resmi mengakhiri kerja sama mereka dengan Musica Studio’s pada Mei 2026.
Keputusan besar ini menandai babak baru D’Masiv sebagai grup musik independen.

Meski berpisah, D’MASIV tetap berhubungan baik dengan Indrawati Widjaja atau Ibu Acin dan tim.
Rian menegaskan, perpisahan D’MASIV dengan Musica Studio’s bukan dilatarbelakangi oleh hubungan yang tidak harmonis. Perpisahan ini justru dilatarbelakangi oleh niat baik untuk mewujudkan cita-cita mereka masing-masing.

Perpisahan dengan Musica Studio’s merupakan perjalanan sekaligus tantangan baru bagi D’MASIV. Mereka bercita-cita untuk mengembangkan karier tidak hanya di Tanah Air, tapi juga mengembangkan karier di dunia internasional.

Menandai perjalanan baru D’MASIV di dunia hiburan dengan resmi memperkenalkan logo baru ke publik yaitu pesawat kertas yang ternyata memiliki filosofi cukup dalam bagi grup musik yang lahir dari Ciledug itu.

Simbol baru ini bukan sekadar pemanis visual, melainkan sebuah representasi filosofis dan doa bagi masa depan band.

“Jadi namanya pesawat kertas ya. Ini cukup panjang, cukup panjang kita akhirnya bisa membuat atau menentukan ikon atau logo yang baru. Karena buat kita logo itu juga menjadi doa, menjadi satu karakter yang memang bisa mencerminkan sebuah band,” tutur Rian, ujar Rian selaku vokalis D’MASIV dalam jumpa pers di Halte Tosari, Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/26).

D’MASIV saat konferensi pers di Halte Tosari, Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/26).

Filosofi di balik pemilihan benda sederhana tersebut mencerminkan harapan besar yang ingin mereka capai dalam fase karier yang baru ini. D’MASIV memandang simbol tersebut sebagai representasi kebebasan untuk membawa karya mereka terbang setinggi mungkin tanpa batas.

“Akhirnya kita menentukan bahwa ada satu ikon, satu simbol di logo D’MASIV, yaitu di bagian apostrof-nya itu diubah menjadi paper plane atau pesawat kertas. Kenapa pesawat kertas? Karena buat kita pesawat kertas itu adalah satu hal yang sederhana, yang bisa kita terbangkan ke mana pun,” ujar Rian

Menurut D’MASIV, pesawat kertas termasuk mainan sederhana yang bisa diterbangkan kemana pun. Kesederhanaan ini dinilai mewakili D’MASIV yang memulai karier dari langkah sederhana di sebuah gang kecil di Ciledug, Jakarta.
Selain itu, pesawat kertas juga melambangkan cita-cita dan mimpi terbang tinggi. Meski berawal dari langkah sederhana, D’MASIV memiliki mimpi dan cita-cita besar ingin karyanya dapat dinikmati oleh sebanyak mungkin orang di seluruh dunia.
“Kita pengen kasih tahu ke orang-orang setiap manusia punya mimpi. Dan kita boleh bermimpi sejauh-jauhnya atau setinggi-tingginya. Meski kita berawal dari gang kecil, tapi kita ingin karya kita didengar oleh semua orang di dunia,” pungkas Rian.

Menandai langkah baru sebagai grup musik independen, D”MASIV merilis single baru dalam bahasa Inggris berjudul “On Our Own” yang diproduseri oleh produser berkelas dunia, Ryan Benyo.