SinarHarapan.id-Sebuah pergeseran hening namun masif terjadi di ransel dan tas selempang anak muda Indonesia. Laptop, yang sedekade lalu menjadi mahkota produktivitas, mulai kehilangan takhta. Penggantinya? Tablet. Bukan sekadar tablet mahal garapan Apple atau Samsung, melainkan perangkat menengah dengan banderol Rp2–3 jutaan yang performanya disebut “nekat”.
Fenomena ini bukan isapan jempol. Mulai dari mahasiswa yang mengerjakan skripsi di kafe, content creator yang mengedit video dadakan, hingga pekerja kantoran yang meeting online di kereta commuter line—semua beralih ke tablet. Alasannya klasik: mobilitas.
“Laptop itu berat, panas, dan baterainya cepet habis. Sekarang saya bawa tablet sepanjang hari, bisa buat Zoom, ngetik, sekalian nonton Netflix malamnya,” ujar Rania, 22, mahasiswa Universitas Indonesia, saat ditemui di kawasan Senayan, Jumat (22/5).
Melihat celah ini, itel—merek yang selama ini lebih dikenal lewat ponsel terjangkau—meluncurkan dua andalan: VistaTab 30 GT dan VistaTab 30 Pro. Keduanya dirancang untuk menjawab dua segmen berbeda: hiburan dan produktivitas.
VistaTab 30 GT, dengan layar 11 inci 90Hz dan chipset MediaTek Helio G99 Ultimate, dibanderol mulai Rp2 jutaan. Tablet ini disebut-sebut sebagai salah satu yang “paling kencang” di kelasnya. Cocok untuk mobile gaming ringan hingga menengah, scrolling media sosial, dan streaming video. Baterai 7000mAh diklaim tahan seharian penuh.
Sementara VistaTab 30 Pro melangkah lebih jauh. Layar 13 inci resolusi 2K, memori hingga 256GB ROM dan 16GB RAM extended, plus baterai raksasa 10.000 mAh. Harga mulai Rp3 jutaan. Yang membuatnya istimewa: dukungan pogo pin keyboard. Artinya, tablet ini bisa berubah menjadi “laptop mini” kapan saja.
“Tablet dengan layar 13 inci seharga Rp3 jutaan itu langka. Biasanya harga segitu cuma dapat layar 10 inci,” kata Dimas, pengamat gadget dari TeknoReview.id.
Menurut data internal itel, terjadi lonjakan pencarian kata kunci “tablet untuk kerja” dan “tablet gaming murah” sepanjang kuartal I 2026. Tren ini berbanding terbalik dengan penjualan laptop entry-level yang mulai stagnan.
Untuk mempermanis, itel memberikan diskon spesial hingga 40% selama Mei 2026, khusus saat live di akun TikTok itel Official Store. Ada pula tambahan voucher hingga 99% setiap hari Selasa. Promo terbatas.
Namun, pertanyaan besar tetap menggantung: apakah tablet benar-benar bisa menggantikan laptop sepenuhnya? Untuk desain grafis berat atau coding? Mungkin belum. Tapi untuk 80 persen kebutuhan harian anak muda—browsing, mengetik, meeting, hiburan—tablet sudah lebih dari cukup.
Dan dengan harga yang hanya sepertiga dari laptop rata-rata, pilihan menjadi semakin mudah. Laptop tidak mati sepenuhnya. Tapi di tahun 2026, untuk pertama kalinya, ia harus rela berbagi kursi dengan tablet di dalam tas anak muda.




