SinarHarapan.id – Badan Pengembangan Pedesaan dan Konservasi Tanah dan Air dari Kementerian Pertanian Taiwan kembali bekerja sama dengan Asosiasi Pengembangan Pertanian Rekreasi Taiwan (Taiwan Leisure Farm Development Association).
Kerja sama ini menghadirkan “Taiwan Leisure Farm Fair” yang digelar pada 22 hingga 24 Mei 2026 di Emporium Pluit Mall, salah satu pusat perbelanjaan terpopuler di Jakarta, Indonesia.
Melihat tingginya minat wisatawan Indonesia terhadap tren perjalanan yang santai, mendalam, dan menyatu dengan alam (slow living, deep travel, natural healing), pameran tahun ini mengusung tema “Farm Stay, Fun Stay”.
Konsep utama yang ditawarkan adalah “Menginap Semalam di Ruang Hijau (Farm Stay)”.
Melalui promosi paket wisata bertema khusus dan kolaborasi lintas negara, acara ini bertujuan untuk mempererat dan memperdalam hubungan kerja sama pariwisata antara Taiwan dan Indonesia.
Berbagai kegiatan pun dilakukan untuk mendukung kesuksesan acara tahun ini. Serangkaian aksi promosi telah dimulai sejak bulan April 2026.
Kegiatan ini mulai dari mengundang influencer dan media ternama dari Indonesia untuk menjelajahi langsung 9 destinasi agrowisata (agro-tourism) unggulan di Taiwan.
Kemudian. Sebanyak 10 agen perjalanan lokal Indonesia untuk melakukan famtrip (tur pengenalan) mendalam, merasakan langsung daya tarik wisata perkebunan Taiwan yang beragam, mulai dari perkebunan buah, taman bunga, hingga kebun teh.
Puncaknya, pada tanggal 18 April 2026, sebuah acara temu bisnis (networking session) tiga pihak diadakan di Flying Cow Ranch.
Acara ini mempertemukan para pengelola perternakan wisata Taiwan, agen perjalanan Indonesia, serta land operator Taiwan.
Pertemuan strategis ini berfokus untuk merancang paket tur eksklusif yang disesuaikan khusus dengan minat dan kebutuhan pasar Indonesia, sekaligus menjadi fondasi kuat untuk menyukseskan penjualan langsung saat pameran berlangsung.
Empat Zona Tematik
Pameran promosi tahun ini hadir dengan skala yang jauh lebih besar. Acara ini menggandeng 7 perkebunan lokal unggulan Taiwan, 3 maskapai penerbangan nasional, dan 10 agen perjalanan terkemuka asal Indonesia untuk meluncurkan lebih dari 30 pilihan paket tur mendalam (in-depth tour).
Area pameran dibagi menjadi empat zona tematik utarna, yaitu Wisata Berkelanjutan (Sustainable Tourism), Wisata Memetik Buah (Fruit Tourism), Wisata Bunga (Floral Tourism), Wisata Teh Taiwan (Taiwan Tea Tourism).
Tak hanya melihat-lihat, para pengunjung juga bisa mencoba langsung berbagai aktivitas seru khas pedesaan Taiwan, seperti DIY bantal aroma teh (tea-scented pillow), membuat balok lilin aroma bunga (wax sachet), hingga mewarnai “Mewarnai telur” (egg painting).
Selain itu, kartu pos teh unik bernama “Send the Fragrance” (寄・香) yang berhasil memenangkan penghargaan bergengsi German iF Design Award juga ikut dipamerkan.
Untuk memanjakan lidah pengunjung, tersedia cicipi minuman khas Taiwan “Coconut Jelly Black Tea” secara gratis.
Suasana makin seru dengan adanya permainan masa kecil tradisional Taiwan seperti mesin pinball raksasa, serta sesi Happy Hour setiap harinya yang menawarkan undian berhadiah menarik, dengan grand prize berupa tiket pesawat pulang-pergi gratis ke Taiwan.
Deretan perkebunan Taiwan yang berpartisipasi dalam pameran ini meliputi Tai-Yi Ecological Leisure Farm, Yen’s Tea Garden, Sheipa Leisure Farm, Xing Yuan Tea Farm, Flying Cow Ranch, Lofi Land, dan Dakeng Leisure Farm.
Setiap perkebunan menawarkan produk dan paket khas mulai dari kuliner, akomodasi, tur wisata, hingga suvenir unik.
Pameran ini menjadi bukti nyata kreativitas Taiwan dalam mengemas budaya perkebunan lokal menjadi produk wisata bernilai tinggi, sekaligus mempererat hubungan dan pertukaran wisata perkebunan antara Taiwan dan Indonesia.
Memperluas Pasar Indonesia
Sebagai negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia memiliki populasi sebanyak 280 juta jiwa dengan daya beli masyarakat yang didominasi oleh generasi muda.
Sebagian besar masyarakat Indonesia memilih negara tetangga sebagai tujuan utama untuk berlibur ke luar negeri, menjadikannya target pasar yang sangat potensial bagi agrowisata (agri-tourism) Taiwan.
Selain itu, menyadari bahwa sekitar 90% populasi Indonesia merupakan komunitas Muslim, para pelaku industri wisata perkebunan Taiwan juga terus bergerak aktif meningkatkan kapasitas layanan mereka. Mulai dari menyediakan sertifikasi ramah Muslim untuk kuliner hingga fasilitas penginapan yang ramah Muslim.










