SinarHarapan.id-Sebuah langkah terobosan dalam ekosistem ekonomi kreatif nasional resmi diluncurkan. Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) bersama Indosat Ooredoo Hutchison dan raksasa teknologi global Adobe mengumumkan kolaborasi strategis yang bertujuan mentransformasi kreativitas anak bangsa menjadi peluang ekonomi nyata melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan jawaban atas tantangan fundamental yang dihadapi masyarakat digital Indonesia. Berdasarkan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025, meski konektivitas dan keterampilan digital terus meningkat, potensi besar masih belum tergarap maksimal untuk menciptakan lapangan kerja dan nilai ekonomi.
“Fokus kami adalah memanfaatkan teknologi untuk memperkuat kreativitas manusia, bukan menggantikannya. Kemitraan ini menjadi contoh penting bagaimana pemerintah dan industri dapat berkolaborasi untuk membekali generasi muda agar mampu bersaing di tingkat global,” ujar Riefky dalam peluncuran program di Jakarta, Senin (15/6).
Akses Gratis dan Pelatihan Berkelas Dunia
Inti dari kolaborasi ini adalah pemberian akses premium gratis selama enam bulan kepada seluruh pelanggan Indosat (IM3 dan Tri) untuk aplikasi kreatif berbasis AI, Adobe Express. Lebih dari sekadar perangkat, program ini dilengkapi dengan kurikulum pelatihan dari Adobe Digital Academy yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, memungkinkan pengguna dari berbagai usia mengasah keterampilan dalam storytelling digital, pembuatan konten, dan komunikasi visual.
President Director and Chief Executive Officer Indosat, Vikram Sinha, menekankan visi besar di balik program ini. “Indonesia memiliki talenta dan kreativitas yang melimpah. Yang dibutuhkan banyak anak muda saat ini adalah akses ke perangkat, keterampilan, dan peluang yang tepat. Dengan menggabungkan kekuatan AI, kreativitas, dan kolaborasi, kami ingin membantu generasi kreator berikutnya mengembangkan potensi mereka secara maksimal,” tegas Vikram.
Indonesia Jadi Negara Pertama Program Monetisasi
Pencapaian monumental lainnya adalah penunjukan Indonesia sebagai negara pertama di dunia untuk peluncuran program monetisasi kreator Adobe Express. Program ini memungkinkan para kreator tanah air menghasilkan pendapatan langsung dari template desain bertema lokal yang mereka ciptakan dan publikasikan di platform tersebut. Para peserta terpilih juga berkesempatan memamerkan karya di IDEAFEST, festival kreatif terbesar di Indonesia, membuka pintu kolaborasi dengan pelaku industri.
Baca juga :SheHacks Indosat Buktikan Perempuan UMKM Bisa Jadi Kreator
President of Creativity & Productivity Business Adobe, David Wadhwani, menyatakan kebanggaannya mendukung ekosistem kreatif Indonesia. “Kami terinspirasi oleh komunitas kreatif Indonesia dan bersemangat untuk membantu lebih banyak kreator mewujudkan ide-ide mereka menjadi peluang nyata,” ujarnya.
Sinergi Program GENSi dan ECHOES
Kolaborasi ini terintegrasi dengan program pemberdayaan generasi muda GENSi (Generasi Terkoneksi) dari Indosat, yang menargetkan penjangkauan 15.000 anak muda di seluruh Indonesia pada tahun ini, serta program ECHOES (Ekraf Creates Harmony on Education Sector) dari Kemenekraf yang bertujuan memperkuat literasi ekonomi kreatif dan adopsi AI di kalangan pelajar dan mahasiswa.
Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem talenta kreatif yang adaptif dan berdaya saing global, mengubah ide-ide besar dari berbagai penjuru negeri menjadi karya yang berdampak dan bernilai ekonomi berkelanjutan.

